Menyaksikan Pandji: Harusnya Lucu

30 Agu 2026 | Cetusan

Akhirnya malam minggu kemarin aku nonton standup comedy-nya Pandji Pragiwaksono di Sydney.

Kalau kalian mengikuti akun instagram-nya, show kemarin hampir batal karena Visa Australia-nya tak kunjung rilis hingga hari Kamis, dua hari show diadakan.

Sementara kalau kalian mengikuti account instagramku, meski show Pandji akhirnya sesuai jadwal, aku hampir saja nggak jadi nonton karena Sabtu pagi, mobilku ditabrak dari belakang oleh mobil lain sehingga rencana yang udah kami susun baik-baik bersama keluarga sempat runyam dan berantakan.

Bagaimana pertunjukannya sendiri?
Menurut beberapa akun yang kupantau (beberapa temanku di Sydney) ada di dalam acara itu, mereka puas. Sayangnya aku tidak!

Sabar! 
Ketidakpuasanku bukan karena komedi Pandji buruk, tapi karena aku yang terlalu sering nonton segala sesuatu tentangnya di social media dan Youtube. 

Oleh karenanya, hampir semua bit-bit Pandji aku kenal dan hapal. Ketika ia membagikan kisah orang Indonesia di New York yang bertemu dengan orang Indonesia yang lainnya, bagaimana cara orang Indonesia jalan kaki dibandingkan dengan cara berjalan kaki orang-orang Asia lainnya hingga termasuk bagaimana ia menceritakan perbedaan antara dirinya yang sabar tapi gak terlalu pintar sementara istrinya adalah orang yang cerdsa tapi gak sabaran, itu sudah kutahu sejak lama.

Sehingga ketika para penonton lain terbahak-bahak, aku tetap tertawa tapi biasa saja. Tawaku lebih sebagai apresiasi terhadap Pandji dan jangan salah, waktu pertama kali dengar bit-bit itu, tawaku sama-sama terbahaknya dengan yang lain!

Bahasa adalah hal kedua yang kuperhatikan.

Aku paham bahwa Pandji sejak 2022 pindah ke New York, dan rutin stand up berbahasa inggris di beberapa comedy club di kota itu sehingga kalau kemudian Ia menggelar stand up world tour berbahasa inggris yang kota pertamanya adalah Sydney ya maklum saja.

Tapi, sebagai orang kelahiran Indonesia yang berhitung dan berpikir dalam Bahasa Jawa, bercakap-cakap dengan istri dan menulis dalam Bahasa Indonesia dan hanya dalam rangka bekerja atau berinteraksi di luar rumah saja dalam Bahasa Inggris, sejatinya aku berharap Pandji melawak dalam Bahasa Indonesia.

Bukan! Bukannya aku meragukan kemampuan bahasa inggrisnya!

Tapi lebih pada aku yang belum bisa menikmati lawakan dalam Bahasa Inggris jadi pengennya ya nonton lawakan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Jawa sekalian. 

Selancar-lancarnya Pandji berucap f**k atau d**k, aku lebih senang dia misuh ng*nt*t atau anj*ng. Yang terakhir ini semalam dispill dikit olehnya dan pecah banget!

Tapi show ini milik Pandji, bukan milikku dan bukan milik penonton yang lainnya. Tentu ada strategi brand dan pemasaran juga perhitungan bisnis yang jadi pertimbangannya. Bisa jadi Pandji sedang mengukir takdir karena ia selalu mengusahakan diferensiasi antara satu tur dengan tur yang lainnya.

Oh satu lagi!
Ini lagi-lagu mungkin perasaanku saja, atau bisa jadi karena Pandji semalam baru terbang dari Indonesia, tapi aku menangkap ada kelelahan yang luar biasa padanya. Usahanya untuk tetap fokus membangun lawakan tampak terengah-engah sesekali.

Mungkin ia perlu sedikit jeda dalam berkarya meski aku tahu in this economy, Pandji sepertinya tak punya pilihan untuk mengongkosi keluarganya yang ada di New York, apalagi kita tahu semua, kurs dollar terhadap rupiah terus menggila! 

Atau mungkin ada baiknya Pandji ambil pilihan karir lainnya?

Terjun ke dunia politik yang sudah tak asing lagi baginya atau merambah sisi dunia hiburan yang lebih luas lalu sesekali tetap stand up seperti yang dilakukan Ernest dengan dunia filmnya atau Raditya Dika yang bermain podcast? Jadi barangkali kreativitasnya akan lebih punya waktu untuk menunas, tumbuh dan berbuah ketimbang terus-menerus menceritakan bit yang sama?

Ibarat orang pacaran, kalau ketemu tiap hari mana asik? Beda kalau ketemu seminggu atau sebulan sekali, kan?

All the best, Pandji! Sukses untuk tur-nya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses