Menjadi sempurna itu berat, kamu tak akan kuat kalau…

24 Feb 2018 | Kabar Baik

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
(Matius 5:48)

Tuntutan Yesus hari ini tak mudah. Kita dituntut untuk sempurna karena Bapa kita di surga adalah juga sempurna.?Konteks kesempurnaan diletakkan dalam bingkai bagaimana kita mengasihi. Kasih menjadi sempurna ketika kita tak hanya mencintai yang mengasihi kita tapi juga mereka yang memusuhi bahkan menganiaya. ?Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar, ? begitu kata Yesus.

Benar sekali bahwa matahari ditugaskan menyinari dunia. Ia tak menyinari untuk orang-orang yang benar saja tapi juga yang jahat, yang penuh salah bahkan yang tak percaya bahwa matahari itu adalah ciptaanNya.

Menjadi orang yang mengasihi secara sempurna adalah menjadi matahari-matahariNya bagi sesama dan lingkungan tempat kita berada.

Aku jadi teringat satu cerita kecil. Syahdan ada seorang gubernur dari sebuah tanah antah-berantah. Ia cina, ia kristen.

Ia bekerja tak kenal waktu dan tak pandang bulu.? Siang malam ia bekerja. Meski di satu sisi, ia tahu ada segelintir orang yang membencinya bukan karena kecinaan, bukan karena kekristenan tapi justru karena etos kerja yang luar biasa itu.

Tapi sekali lagi, ia tak pandang bulu! Yang anti maupun yang mendukung ia bela, ia abdi, ia cintai! Semua dikerjakan tanpa memandang batasan apapun hingga akhirnya ia kalah dalam pemilihan. Bukan kalah kualitas dibanding penggantinya, tapi kalah karena sentimen suku dan agama, dua hal yang tak pernah ia pakai selama memerintah di daerahnya.

Ia, siapapun namanya, adalah salah satu contoh matahariNya. Ia belum sempurna dan demikian pulalah kita tapi kesempurnaan jugalah yang harusnya menjadi tujuan dan arah hidup ini. Kita tak perlu label ?Sempurna? dari sesama manusia karena keselamatan kekal tak datang daripadanya. Yang kita perlukan adalah label kesempurnaan dari Bapa yang kita dapatkan kelak setelah kita menyelesaikan hidup di dunia ini dengan sempurna dan paripurna.

Tuntutan Yesus tak mudah. Atau dalam khazanah ?Dilan? yang sedang ngetop,? tuntutan Yesus itu berat. Kamu nggak akan kuat? kalau kamu mengangkatnya sendirian. Yuk sama-sama dengan bantuan Roh Kudus kita angkat salib ini sehingga niscaya tidak lagi berat dan akhirnya terangkat?

Sydney, 24 Februari 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.