Menjadi roti hidup bagi sesama melalui pikiran, sapaan serta karya

7 Mei 2019 | Cetusan, Kabar Baik

Kepada orang-orang Yahudi yang bertanya tentang tanda-tanda yang akan membuat percaya akan diriNya, Yesus berkata, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi?? (lih. Yohanes 6:35)

Apa dan kenapa Yesus menyatakan diri demikian?

Roti

Roti adalah hal yang begitu penting bagi orang-orang Yahudi, seperti halnya nasi bagi kebanyakan kita yang tinggal di Tanah Air. Sehari tanpa nasi akan jadi hari yang tak menggairahkan. Aku ingat kawanku dulu menenangkan aku tentang makanan apa yang harus kuhidangkan saat ia berkunjung datang ke rumah. ?Tenang, pokoknya asal ada nasi, dikecapin, dicabein bahkan digaramin juga cukup, Bro!?

Nasi yang mengandung karbohidrat memang menghasilkan energi dan energi kita perlukan untuk menjalankan aktivitas hidup sehari-hari. Namun sebanyak-banyaknya nasi yang kita makan, suatu waktu kita akan lapar lagi bahkan suatu saat nanti kita akan mati.

Roti Hidup

Roti Hidup adalah roti yang membuat orang yang memakanNya akan kenyang dan tidak kelaparan lagi. Dengan memakanNya kita tidak akan ?lapar? dan mati. Energi yang kita dapat dariNya membuat kita mampu menjalani hidup secara lebih baik di mata Tuhan dan tetap menjadi daya bagi perjalanan kita selanjutnya pada kehidupan kekal.

Pertanyaannya sekarang, sikap apa yang perlu kita ambil untuk menanggapi hal ini?

Kita diajak menjadi roti hidup bagi sesama sebagai wujud kesaksian dan bukti bahwa kita telah menyantap Roti Hidup yang datang dari Allah Bapa.

Menjadi roti hidup bagi sesama menurutku adalah bagaimana kita mampu memberi daya dan energi positif pada mereka yang bertemu dan berinteraksi dengan kita.

Ada tiga hal menentukan yang membuat kita layak untuk menjadi roti hidup bagi sesama.

Pikiran

Menjadi roti hidup harus sejak ada dalam pikiran. Berpikir positif terhadap sesama, tidak menghakimi, tidak ingin mengambil keuntungan dan tidak pula punya niat untuk mencelakai terhadap sesama adalah modal awal. Bagaimana mungkin kita akan jadi roti bagi sesama kalau ketika melihat seseorang yang baru kita temui saja pikiran sudah berasumsi dari cara mereka berpakaian, warna kulit, lebar dan sipit mata serta agama dan tetek bengek yang jadi identitas asal mula?

Tutur kata

Pikiran positif terhadap sesama terwujud dalam pilihan kata dan intonasi percakapan yang baik dan positif. 

Aku punya kenalan seorang bapak yang bagiku ia adalah sosok roti hidup. Tak sempurna tentunya tapi yang amat sering terjadi ketika bertemu dengannya, ia selalu menyapa lembut dan berkata yang baik-baik terhadapku.

Pernah suatu waktu aku bergabung dalam sebuah tim kepanitiaan acara persekutuan doa dengannya. Dalam rapat, kami berdebat kencang tapi ketika rapat selesai, ia kembali menyapa dengan sangat santun, ?Terima kasih sudah datang dan memberi sumbangan ide, Donny. Kamu mau langsung pulang atau mau makan dulu bareng kami, biar nanti Om antar??

Kata-kata dan intonasinya memberi daya dan hidup!

Karya

Akan tetapi kata-kata, semanis apapun akan habis ketika diucapkan dan lalu bersama angin. Menjadi roti hidup adalah juga dengan berkarya bagi kebaikan sesama.

Pernah dengar berita seorang dokter yang tak pernah mau dibayar pasiennya?

Kesehatan itu tidak gratis dan tidak bisa digratiskan begitu saja. Makin gawat penyakitnya, biaya yang dipakai untuk merawat dan mengobati umumnya semakin mahal. Mau menghindari? Siapa yang bisa kalau suatu saat nanti kitapun akan sakit?

Namun dokter itu mengubah rasa takut dan khawatir terhadap uang yang harus dibayar karena ia menggratiskan biaya pengobatan bagi yang papa.

Bagiku, ia adalah roti hidup meski yang dihadapi adalah pasien yang setengah mati sekalipun.

Masuklah ke dalam kamar, cari cermin dan berkaca di sana. Sudahkah kita menjadi roti hidup bagi sesama atau jangan-jangan kita ini adalah roti kadaluwarsa yang meski masih tampak menarik tapi ketika dimakan rasanya sudah tak keruan lagi rasanya?

Sydney, 7 Mei 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.