Menjadi lebih baik dari Janda Miskin. Mungkinkah?

21 Des 2018 | Kabar Baik

Markus dalam Kabar Baik hari ini membawa dua contoh beda kutub, oknum ahli Taurat dan janda miskin. Apa yang saling ?meng-kutub-i? dari kedunya?

Oknum ahli Taurat

Tak semua Ahli Taurat memiliki perilaku sesat! Oleh karenanya aku menggunakan istilah ?oknum? supaya kita tak terbiasa melakukan generalisasi terhadap satu kaum.

Apa yang Yesus katakan tentang oknum ahli Taurat?

“Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang.? (lih. Markus 12:38-40).

Kesalahan terbesar dari oknum tersebut adalah menggunakan identitas-identitas keimanan untuk mengelabui orang lain demi kepentingannya sendiri!. Akibatnya? Kata Yesus, ?Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” (lih. Markus 12:40).

Janda Miskin

Seorang janda miskin memasukkan dua peser, satu duit, ke dalam kotak persembahan. Ia memberikan semua harta miliknya. Apa kata Yesus tentangnya?

??sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.? (lih. Markus 12:43-44).

Oknum ahli Taurat adalah contoh terburuk dan sudah jelas Yesus tak menghendaki kita untuk mengikutinya. Pemandangan tentang oknum seperti ini hari-hari ini marak dan bisa kita lihat berkeliaran di media. Perhatikan, pelajari lalu jauhi hal-hal yang merugikan, jangan mencontoh mereka!

Bagaimana dengan janda miskin?

Janda miskin adalah contoh baik tapi adakah ia yang terbaik yang bisa kita jadikan sebagai contoh? Tentu tidak!

Apa sih keunggulan janda miskin di mata Yesus? Karena ia memberi dari kekurangannya. Si Janda tadi memberi seluruh yang ia punya. Jadi sebenarnya mau sekaya apa pun kalau kita berani memberi semua yang kita punya, secara sikap kita pun sudah akan sama dengan si janda tadi!

Di titik ini kita punya peluang untuk jadi lebih baik dari si janda. Apakah itu? Jumlah uang yang kita sumbangkan tentu saja! Karena kita lebih kaya, karena kita mau memberi dari kekurangan maka jumlah uang pun lebih besar tentunya. Uang dalam jumlah yang besar yang diberikan kepada Tuhan bisa untuk membiayai begitu banyak karyaNya di muka bumi ini.

Tapi Don, aku sering mendengar pepatah, ?Jumlah itu tak penting yang paling penting niatnya!? Gimana menurutmu?

Menurutku semua memang harus diawali dari niat tapi tak bisa hanya berhenti di niat saja. Niatmu menyumbang itu bagus tapi kalau yang disumbangkan hanya sedikit, kamu tak kan bisa jadi lebih baik dari si janda miskin. Jadi? berikan semuanya.

Inti dari renungan ini adalah jangan takut untuk menjadi kaya asalkan dari kekayaan itu kita bisa memberikan semuanya bagi Tuhan.

Mari berlomba-lomba untuk menjadi sosok yang terbaik bagiNya karena di mata Allah, kita ini berharga. Ia tidak hanya memberikan yang baik yang Ia punya tapi yang terbaik yang pernah Ia miliki yaitu Yesus Kristus yang kelahiranNya akan kita sambut beberapa hari lagi!

Sydney, 21 Desember 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.