Menjadi kecil di mataNya

13 Jan 2020 | Kabar Baik

Kepada para muridnya, Yohanes Pembaptis berkata banyak hal tentang Yesus. Ia kembali mengingatkan bahwa dirinya hanyalah pembuka jalan, pemula bagi kedatangan Mesias yang tak lain adalah Yesus sendiri. Dalam penggalan terakhir seperti ditulis dalam Kabar BaikNya hari ini, Yohanes berkata, Ia (Yesus) harus makin besar, tetapi aku (Yohanes Pembaptis) harus makin kecil (lih. Yoh 3:30). Apa yang dikatakan Yohanes itu bisa jadi teladan dalam hidup. Bahwa Tuhan harus makin besar dan kita harus menjadi kecil. Dulu ketika aktif dalam pelayanan di persekutuan doa, banyak kawan menggunakan hal tersebut sebagai motto pelayanannya.

Kecil dan menjadi kecil

Tapi dalam hidup sehari-hari, bagaimana meneladani apa yang dikatakan Yohanes tadi? Apa definisi ?kecil? dan bagaimana pula ?menjadi kecil??

?Kecil? yang dimaksud Yohanes Pembaptis bukan berarti berhenti melayani. ?Menjadi kecil? adalah kecil di mata Allah bukan di mata manusia. Yohanes hingga akhir hidupnya terus melayani. Bahkan ia dipenggal kepalanya karena mempertahankan iman dan kebenaran. Jika ia mengartikan ?menjadi kecil? sebagai ?berhenti melayani karena Yesus sudah datang? maka ia tak kan mengalami kematian karena hal tersebut, bukan?

?Kecil? di mata Tuhan menurutku di beberapa sisi justru bagaimana caranya kita jadi makin besar di mata dunia. Syaratmya, dalam kebesaran yang kita terima itu kita memuliakan Tuhan!

Misalnya kita membuka usaha. Menjadikan diri makin kecil di hadapanNya itu bukan berarti lantas membuat kita tidak melanjutkan usaha. Justru sebaliknya, sekuat tenaga kita membesarkan usaha karena usaha adalah berkat dari Tuhan.

Seperti kawanku yang seorang pengusaha. Dia katolik taat tapi ia tak pernah berhenti bekerja keras untuk membesarkan usahanya. Karena dengan membesarkan usaha, ia dimampukan Tuhan untuk mempekerjakan orang. Mempekerjakan orang berarti ikut mengongkosi hidup keluarga karyawan-karyawannya. Membesarkan usahanya juga berarti ikut mempertahankan hidup banyak orang yang ditampung panti sosial yang ia kelola bersama kawan-kawan lainnya.

Bayangkan jika kawanku itu salah mengartikan ?menjadi kecil?. Jika ia tak membesarkan usahanya, apa yang terjadi dengan nasib karyawan, keluarga karyawan serta orang-orang dalam penampungan panti sosial?

Menjadi besar dan meninggalkan Tuhan

Yang tidak disarankan itu adalah ketika seorang membesarkan usaha dan namanya tapi lantas meninggalkan dan tak menyertakan Tuhan di sana. Sombong dan menggunakan berkat yang harusnya disalurkan kepada sesama untuk kepentingan-kepentingan duniawinya sendiri.

Tapi, Don, adakah kita ini perlu kecil supaya Tuhan makin besar? Bukankah Tuhan itu tak tergantung pada manusia? Ia harusnya tetap besar tanpa kita jadi kecil karena Ia Maha Besar?

Benar.
Ia juga tak pernah menuntut kita jadi kecil karena Ia menghormati kehendak bebas kita. Menjadi kecil itu adalah untuk kebaikan kita sendiri. Artinya, kalau ingin diselamatkan, kita harus mengakui kelemahan dan kekecilan diri di hadapanNya maka Ia akan menopang hidup kita di dunia dan akhirnya memberikan keselamatan kelak di keabadian surga.

Yesus adalah contoh terbaiknya.

Sejatinya, Ia memiliki kekuatan untuk menghindari penyaliban atas diriNya. Tapi apa yang dilakukanNya? Ia mau merendahkan diri, mengecilkan diriNya dengan menerima hukuman yang tak semestinya ia hadapi dan jalani. Bahkan Ia yang adalah Tuhan, pada akhrinya rela mengalami kematian supaya kita diselamatkan.

Untuk itulah Allah mengangkatNya begitu tinggi dan saat ini Ia duduk di sisi kanan Allah Bapa di surga. Jadi jika kita ingin diangkat dan dimuliakan Allah, ikutilah Yohanes dan ikutilah Yesus. Menjadi kecil di mataNya maka kita diselamatkan.

Sydney, 13 Januari 2020

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.