Menjadi baik atau menjadi benar?

27 Okt 2017 | Kabar Baik

Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?
(Luk?12:56-57)

Seorang pernah bercerita kepadaku, tempoe doeloe. Hobinya onani dan kian hari frekuensinya makin tinggi seiring bertambahnya koleksi film dan gambar serta majalah porno di kamar kostnya.

Sesekali waktu, kalau ada sisa uang bulanan kiriman orang tua, pergilah ia ke lokalisasi. ?Itung-itung bagi rejekilah ke keple-keple itu (penjaja seks komersial – jw)!?, katanya.

Pada sebuah minggu yang megah, saat hendak pergi ke Gereja aku melihatnya duduk di depan kamar kost. Dengan polos aku menawarinya pergi, ?Ayo kuboncengin ke Gereja!?

Ia menggeleng sambil tersenyum sinis, ?Ogah ah, gue nggak mau munafik! Yang penting jadi orang baik saja??

A-ha! Frase ?yang penting jadi orang baik saja? bukankah hal yang kerap kita dengar atau malah kita ucapkan sendiri? Yang penting baik dengan orang lain. Adakah itu benar?

Kebaikan adalah takaran duniawi. Baik menurut seseorang belum tentu baik menurut yang lainnya. Membuang ingus ke dalam tisu saat makan di sini dianggap baik dan wajar sedangkan di Indonesia dulu dianggap tidak sopan. Sebaliknya, bersendawa saat makan dulu oleh kawan-kawan dianggap sebagai rasa syukur atas nikmatnya makanan yang masuk ke dalam perut, sementara di sini, kamu sendawa di restaurant bisa dilirik dengan sinis oleh orang sekitar dan dianggap sebagai yang tidak mengenal aturan!

Kebaikan memiliki standardnya sendiri-sendiri sedangkan kebenaran hanya memiliki satu landasan yaitu yang datang dari Allah yang kita imani.

Kabar Baik hari ini, Yesus bicara tentang betapa orang dengan mudah mau mengikuti aturan duniawi termasuk mencerna tanda-tanda alam berdasarkan pengetahuan serta aturan yang mereka pelajari. Sayangnya, masih menurut Yesus, mereka tidak memutuskan apa yang benar untuk diikuti!

Jadi?
Jadilah orang benar karena kebenaran itu melebihi segala kebaikan di dunia karena kebenaran datang dari Tuhan Yang Maha Baik. ?Ah yang penting jadi orang baik? tidaklah tepat karena ada yang lebih penting daripada sekadar menjadi orang baik yaitu menjadi orang benar yang pada akhirnya dibenarkan Allah.

Ayolah jangan setengah-setengah! Yesus pun menebus dengan seluruh yang Ia miliki, bukan dengan setengah-setengah?.

Sydney, 27 Oktober 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.