Menikmati Repihan Alam di Mt Wilson

2 Jul 2009 | Cetusan

Mt Wilson

Mt Wilson adalah sebuah dataran tinggi yang terletak di sebelah barat Sydney, NSW, Australia.
Tanahnya bergelung-gelung, jalannya menikang-nikung terlindungi pepohonan berdahan tebal yang saling menjulur dan bertautan ujung bertemu ujung, sementara cuacanya menggigilkan tulang.
Dari pusat kota Sydney, Mt Wilson bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam berkendaraan pribadi melewati Penrith, Katoomba, serta Blue Mountain yang tak kalah kesohornya serta tak kurang indahnya.
Beberapa waktu lalu, bersama istri, Irna serta Jaya, kami menyempatkan diri, melancong ke sana.

Mt Wilson

Mt Wilson

Yang menarik dari Mt Wilson adalah taman-taman berukuran luas milik pribadi yang dibuka untuk dikunjungi oleh umum.
Sebenarnya tidak benar-benar taman, tapi areal-areal yang luasnya berhektar-hektar itu sejatinya adalah pekarangan rumah, tempat tinggal si empunya yang lalu ditanami tanaman-tanaman yang sangat terawat, rapi sehingga tampak begitu indah.

Mt Wilson

Mt Wilson

Kebanyakan si empunya adalah kaum lanjut usia.
Mereka adalah para pensiunan yang memilih menepi setelah sekian lama hidup di kota, membeli sebidang tanah dan menghabiskan usia bersama-sama alam, flora dan fauna di atas tanahnya itu.

Untuk dapat masuk ke taman, rata-rata kita dipungut biaya 5 – 10 AUD dan dengan biaya itu kita sudah bisa bebas berjalan-jalan serta mendapatkan teh, kopi serta kudapan seadanya yang bisa kita ambil sekenyang-kenyangnya dan kalau ditotal jenderal, harganya justru kurang lebih sama dengan biaya tiket masuknya.

Mt Wilson

Mt Wilson

Pada saat musim dingin, suhu rata-rata di siang hari adalah 5-10 derajat celcius sementara di malam, pagi serta petang hari angka di termometer bisa mengendap-endap turun hingga 3, 0 bahkan -3 derajat saja.
Tak jarang di bulan Juli dan Agustus saat musim dingin menemui puncaknya, salju serta es turun di kawasan ini, sesuatu yang terbilang langka terjadi di Australia, yang membuat akses ke arah Mt Wilson ditutup untuk sekian lama jika memang keadaan menjadi sedemikian buruknya.

Mt Wilson

Mt Wilson

Tapi jangan tanya betapa indahnya kalau kalian ke sana saat musim gugur dan musim semi.
Pada saat itu konon bunga-bunga saling bermekaran, daun-daun kembali menunjukkan gairahnya untuk tumbuh yang mengundang burung-burung serta unggas dan serangga-serangga kecil lainnya berdatangan berbagi dan menjemput berkah dari Sang Kuasa.

Kalau sudah seperti itu, kepalaku hanya bisa menengadah ke langit yang biru.
Jangan pandangi mataku karena ia akan memanas dan kelopaknya berkedip-kedip menjaga supaya tak ada air mata haru yang jatuh ke pipi sementara di bibir dan di hati mengucap syukur untuk sekadar menyadari betapa indahnya kehidupan ini…

Alleluia!

Sebarluaskan!

49 Komentar

  1. Yang pohon daun merah itu yg aku suka… yang kelihatan ranting-rantingnya dari deket.

    Balas
    • Thanks :)

      Balas
  2. Duh, postingan ini membuatku ingin hidup bersama alam saat aku tua kelak. menghilang dari hiruk pikuk kota dan orang-orangnya.

    Balas
    • Sip! Bercita-citalah, setidaknya alam semesta mendengarnya :) Juga Tuhan, barangkali … :p

      Balas
  3. Ngirii..!…
    Wah..sales ke OZ harus nembus nih, supaya nyusul Donny dan Joyce jalan-jalan :D.
    Btw.. mana tulisanmu tentang air ketuban ituh?.. sampeyan mesti jago juga nulis yang satu ini. OK? ;) :D

    Balas
    • Air ketuban? Bentar, lagi cari inspirasi untuk menulisnya di antara perasaan suka yang membuncah, meluap-luap!
      *halah!*

      Balas
  4. Akhirnya, setelah 1511 tahun gue menunggu…
    Tapi kelebaran nih fotonya, 1 foto ga cukup diliat dalam sekali tayang …apa gue doang yg oon?

    Balas
    • Masa sih? Kirimin screencaptured nya dunk! Please..

      Balas
  5. Don, dibalik setiap keindahan selalu ada Dia ya… melihat keindahan yang kamu bagi lewat foto-foto itu, cuma bisa berucap Maha Suci Dia yang telah menciptakannya.
    Komentar berikutnya tentang foto-fotomu ya, ini yang bagus kameranya atau yang moto sih? Hehehe… tenang, equipment tidak berarti banyak, kalau yang “pegang” nggak pinter. :)
    Btw, disebutin dong, ditiap foto, spec kamera, lensa dsb yang dipakai, buat contekan :)

    Balas
    • Foto-foto bisa bagus karena: obyek yang difoto juga bagus, kameranya juga bagus, photoshopnya juga bagus dan fotografernya.. TAMPAN hahaha :)

      Balas
  6. ya indah ya… di musim gugur dan semi
    Waktu di Melbourne, aku pernah ke hutannya Aborigin apa lagi namanya… uhhh harus menggali memori lagi

    Balas
    • Ayo kubantu menggali lewat foto2 ini :)

      Balas
  7. Wah, yang lagi liburaann…
    Klo yang aku tangkep dari gambar, di Mt. Wilson ini sepi ya? Banyak yang berkunjung ga? Sayang aja ngebayangin kudapan yang udah susah payah disiapin tapi tersia-sia (ga habis dimakan pengunjung..).
    *ah, sebenernya aku berharap ada foto kudapan, nyamm*

    Balas
    • Sepi :) Tapi sepinya asyik… generally seluruh negeri ini ya tetap lebih sepi ketimbang Indonesia lha wong penduduknya terhitung masih sedikit :)
      Kudapannya biasa kok, biskuit, teh dan kopi.. ndak ada angkringan soalnya jadi ndak ada gorengan dan teh tubruk! :)

      Balas
  8. Ternyata..
    Emang jago moto ya lu Don…

    Balas
    • Oh ya? Kok bisa? Hahaha!

      Balas
  9. Fotomu seng kembang biru apik banget yo, kayak lukisan cat minyak gitu… Btw, kenapa gak kesana pas musim gugur? Abang kuning kabeh to? Pas winter apalagi, putih kabeh huehehe.
    PS: foto terakhire kok … “having fun” banget huehehe.

    Balas
    • Thanks! Aku akan ke sana pas musim semi september nanti, Ley :)
      Having fun? Klimaks kali hahaha!

      Balas
  10. gimana kalau kita jamboree blogger disana ? pasti menakjubkan ..he he

    Balas
    • Bole! Kutunggu di gerbang Harbour Bridge Mas.. nek ra tekan-tekan nglangi wae :)

      Balas
    • Ikut Pak Ersis… berkelana motivasi menulis yang mengharu-biru :)

      Balas
    • Thanks!

      Balas
  11. Kayaknya aku nggak perlu kesana deh, soalnya liat foto-foto jepretan Donny sudah melebihi wisata alam aslinya …
    Hmm, kayaknya jadi fotografer adalah profesi yang sangat cocok buat Donny. Itu, pager yang berlumut itu … kok ya jeli sekali menangkap objek yang sederhana tapi jadi artistik setelah difoto …

    Balas
    • Lebay.. lebay… lebay..
      Maturnuwun, Bu Tut!

      Balas
  12. aku seperti bisa mencium bau pucuk-pucuk cemara, don! :) nice pictures.

    Balas
    • Suwun, danke, thanks.. :)

      Balas
  13. aku suka daun merah dan bunga birunya (cantik)
    Bener kata Chandra, photonya kelebaren kalo di komputerku.
    Keleponmu hari ini ngomongin soal janin (apakah ini pertanda sebuah kabar baik darimu?)

    Balas
    • Moso tho kelebaren? Kalau ndak keberatan mbok di screencapture trus kirim ke emailku.
      Pertanda? Ah semua hari dan semua pertanda adalah baik selama ada Tuhan di dalamnya. Bukan begitu, Mbakyu?

      Balas
    • Thanks!

      Balas
  14. Emmm…gimana caranya mengscreencapture??
    Ehehehe gue kan rada gaptek bo! :P

    Balas
    • Ah telat :) Hahahah dah beres :)

      Balas
  15. luar biasa apik! nice shots!!

    Balas
    • Suwun!

      Balas
  16. Makasih Don, foto2mu sungguh indah.
    Betapa menyenangkannya masa tua, tinggal di rumah yang dikelilingi tanaman hijau (cita2ku yang tak kesampaian).
    Cuma ga tahan dinginnya Don, kemarin aja 4 hari di Lembang, saat pagi hari berkabut, badanku udah melayang…..masuk angin…parah euy

    Balas
    • Makasih Bu. Saya juga sering mangsuk angin kok :)

      Balas
  17. wah, suhu di mt wilsan bisa mencapai 5-10 derajat celcius? doh, mas don, kalau saya dah ndak kuat udara sedingin itu, haks. menarik juga membaca review mas donny ttg kompleks mt wilson. sebuah kompleks milik pribadi yang terbuka utk umum. kayaknya di australia banyak objek yang sejenis ini, ya, mas?

    Balas
    • Saya juga ndak kuat kok Pak, mangsuk angin terus :) Yang sejenis begini jarang Pak, orang sini dasarnya lebih egois2 ketimbang orang2 kita :)

      Balas
  18. Oalah…ngga sia-sia nungguin loading picture nya yang suwe tenan… gambarnya apik… membangkitkan romantisme, hehehe….
    Deskripsinya puitis, bro… :-)

    Balas
  19. Oalah…ngga sia-sia nungguin loading picture nya yang suwe tenan… gambarnya apik… membangkitkan romantisme, hehehe….
    Deskripsinya puitis, bro… :-)

    Balas
    • Thanks Bro hehehe :)
      Sengaja ukuran gambar ngga kukecilin demi ngejar kualitas, semoga berkenan :)

      Balas
  20. photonya itu lho … photonya ituuuu!!!
    wis lah… nggak bisa ngomong apa-apa lagi selain tq sudah berbagi.
    Suer!! tq sudah berbagi.
    kalau sudah begini:”Ya! Saya adalah pengunjung setia Donnyvervian.net!”

    Balas
    • Hehehehe, smoga ungkapan Anda ngga berlebihan Mas :)

      Balas
  21. Koneksi fasnet lelet tenan !
    tapi terbayar dengan apiknya foto ituuuuuuuuu
    ya Tuhan, indah nian.
    thanks mas :)

    Balas
    • Thanks :)

      Balas
  22. Kaloa da orang yang tanya, kira2 kalau kita Indonesia punya empat musim, apa yang paling aku suka, aku bilang musim gugur.Bukan spring atau summer…
    Membayangkan berjalan-jalan di bawah pohon daun berguguran, berwarna orange semua, aku sukaaaa….
    Tapi di sini, musim gugur itu namanya pancaroba :D

    Balas
    • Hahaha pancaroba kan juga musim gugur, orang berguguran kena flu :)

      Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.