Mengkonversi harta

22 Jun 2018 | Kabar Baik

Hari ini Yesus bicara tentang harta di bumi dan harta di surga.

Yesus meminta kita untuk tidak mengumpulkan harta duniawi karena ??ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.? (lih. Mat 6:19) Sebaliknya harta di surga adalah yang perlu kita kumpulkan karena ?di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.? (lih. Mat 6:20).

Harta di bumi adalah materi sementara harta di surga adalah iman dan perbuatan baik kita selama hidup di dunia.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengikuti ajaran Yesus itu? Lakukan apa yang dikatakanNya, jangan mengumpulkan harta duniawi! Konversikan semuanya menjadi harta surgawi sehingga ketika nanti kelak kita mati, kita sudah punya ?sesuatu? untuk jadi kepunyaan di surga.

Absurd? Memang!
Tapi mari kita telaah supaya tak lagi terlalu absurd.

Mengkonversi harta duniawi menjadi harta surgawi adalah dengan menjadikan harta duniawi sebagai sarana memuliakan Allah. Kamu kerja keras lalu beli mobil. Gunakan mobilmu tak hanya untuk plesir keluarga tapi sediakan sebagai sarana tumpangan bagi tetanggamu yang kurang beruntung ketika mereka perlu bantuan.? Atau suatu waktu tetanggamu mengalami musibah kebakaran. Rumah dan seisinya lenyap. Sebagai orang yang hidup tak jauh darinya, kamu menyediakan tempat untuk mereka berteduh dan hidup sementara waktu sambil mereka menemukan solusi baru untuk kembali merenovasi rumahnya.

Hal-hal di atas adalah contoh kecil bagaimana mengkonversi harta duniawi menjadi harta surgawi. Rumah dan mobil yang sejatinya harta duniawi kita pakai sebagai sarana memuliakan Allah melalui sesama yang membutuhkan.

Kalau nggak ada tetangga yang membutuhkan dan kita sudah lumayan aktif membantu dalam kegiatan sosial apa aku tetap boleh beli ?harta duniawi? baru? Misalnya kamera baru? Laptop baru?

Boleh saja, kenapa tidak?

Tapi sejauh mana kamu bisa menggunakan kedua hal itu untuk kemuliaan Allah? Misalnya kamu beli laptop dan kamera baru dan dengan itu kamu bisa memproduksi video yang lebih bagus untuk kamu unggah ke Youtube. Video itu berisi materi positif yang berguna bagi sesama. Jangan misalnya kamu beli laptop dan kamera baru malah dipakai untuk hal-hal yang tidak-tidak.

Tapi barangkali yang bikin bingung, kalau Tuhan menyuruh kita untuk tidak mengumpulkan harta duniawi, apakah itu berarti kita tidak boleh menabung dan investasi?

Well, tergantung tujuannya. Kalau tujuan menabung adalah karena kamu ketakutan akan masa depan, dimana letak imanmu terhadap Tuhan yang berkuasa atas segala masa?

Menabung dan berinvestasi untuk anak-cucu? Boleh saja! Menjadi orang tua yang baik bagi anak dan cucu termasuk menyiapkan yang terbaik masa depan mereka adalah ?DNA? dari Tuhan yang mengalir kepada kita sebagai makhluk yang sesuai citraNya. Bukankah Ia juga sosok yang begitu mengasihi dan menyiapkan masa depan terbaik bagi kita anak-anakNya?

Sydney, 22 Juni 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.