Mengharapkan keajaiban Tuhan terjadi? Barangkali ini kuncinya

13 Apr 2018 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini menunjukkan bagaimana ?keajaiban Tuhan? bekerja.

Ada lima ribu orang yang harus diberi makan.Keuangan para murid terbatas. Filipus mengkonfirmasi bahwa dua ratus dinar, uang mereka, yang bisa dialokasikan untuk membeli roti tak kan cukup, ??sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.? begitu katanya dalam Yohanes 6:7.

Andreas, saudara Simon, memberi ide lain, tapi tak kalah ?memprihatinkannya?. Ia melaporkan ada seorang anak yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan, ??tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?? begitu keluhnya kepada Yesus dalam Yohanes 6:9.

Setelah orang-orang disuruh duduk, Yesus mengambil lima roti dan dua ikan itu lalu mengucap syukur dan membagi-bagikan. Tak ada yang dilaporkan tak kenyang bahkan tersisa dua belas bakul banyaknya!

Lalu kalau demikian, apa kunci yang membuat keajaiban Tuhan terjadi?

Keperluan

Keajaiban Tuhan dimulai dengan terbitnya keperluan. Seperlu apa Tuhan terhadap keajaiban itu sehingga harus terjadi. Di bawahnya adalah sebutuh apa kita terhadap hal itu dan bukannya sekuat apa keinginan kita.

Sehingga ketika ada orang sakit yang meski telah didoakan berulang kali tapi tak sembuh, jangan menganggap hal itu karena Tuhan diam. Barangkali Ia memang tak memandang perlu si sakit untuk sembuh lalu melanjutkan hidup di dunia. Mungkin yang Ia mau adalah si sakit sembuh tapi melanjutkan hidup di dalam keabadian.

Modal

Dalam Kabar Baik hari ini, Yesus menggunakan modal lima roti dan dua ikan dari si anak tadi untuk mengenyangkan lima ribu orang. Padahal sejatinya keajaiban Tuhan bisa terjadi tanpa syarat, tanpa modal apapun.

Lalu kenapa Ia tetap menggunakan modal dalam Kabar Baik ini?

Sadarkah kita, manusia diutus ke dunia ini dengan modal akal dan budi dariNya? Maka pergunakanlah akal dan budi sekuat-kuatnya dan sebaik-baiknya. Bukan untuk mengongkosi modal keajaibanNya tapi sebagai tanda bahwa Ia telah ajaib sejak awal mula karena memberi kita modal padahal kalau dipikir-pikir, siapakah kita ini di mataNya?

Mengucap syukur

Kapan tepatnya keajaiban terjadi, Yohanes tak menuliskannya hari ini. Tapi yang pasti Yesus mengucap syukur atas modal kecil yang diterima dari anak yang membawa lima roti dan dua ikan itu.

Dilihat dari kacamata dunia, mengucap syukur atas hal kecil itu tentu menggelikan. Apanya yang mau disyukuri? Gaji cuma sedikit! Hutang banyak yang harus dicicil?

Tapi justru di situ sejatinya keajaiban Tuhan harus diawali! Menggelikan bagi mata dunia tapi bagi kita bersyukur adalah kewajiban yang senantiasa. Jadi, syukurilah dulu apa yang kamu punya karena itu adalah pembuka keajaiban Tuhan yang dicurahkan kepada kita.

Sydney, 13 April 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.