Mengenang Yon Koeswoyo melalui tujuh lagu terkece-nya

5 Jan 2018 | Bunyi Yang Kudengar

Pagi tadi (5/1/2018) Yon Koeswoyo meninggal dunia pada usia 77 tahun. Dia adalah vokalis sekaligus gitaris grup band legendaris Indonesia, Koes Plus.

Sebenarnya aku tak terlalu gandrung pada Koes Plus meski pernah sekali nonton konsernya di Kridosono Jogja, meski alm. Papa dulu tiap hari menyanyikan lagu-lagu mereka dengan gitar bututnya.?Tapi sejak pindah ke Australia, 2008, mau-tak-mau aku jadi suka.

Kenapa? Kebanyakan kawanku orang Indonesia yang tinggal di sini usianya cukup lanjut. Mereka bermigrasi keluar Indonesia sejak awal hingga pertengahan tahun 70an sehingga kenangan mereka terhadap Indonesia dalam hal musik tak lain dan tak bukan adalah Koes Plus.

Dari ratusan lagu yang mereka keluarkan, beberapa lagu yang mengesankanku adalah sebagai berikut:

Bukan Lautan Hanya Kolam Susu

Lagu ini bagiku sangat nasionalis karena menunjukkan kecintaan pada tanah negeri yang subur-makmur. Aku kagum dengan pilihan kata-katanya yang menggambarkan keindahan dan kemudahan hidup di Indonesia: tongkat kayu dan batu jadi tanaman dan ikan dan udang menghampiri dirimu.

Why Do You Love Me

https://www.youtube.com/watch?v=0uQyr7hSzSY

Lagu Why Do You Love Me menurutku adalah contoh bagaimana orang Jawa sebaiknya mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Inggris.

Kalau Bob Marley dan para penerusnya di Jamaika (termasuk Rihanna) bisa dengan pede-nya mengemukakan dialek mereka berbahasa Inggris, harusnya kita nggak perlu nekuk-nekuk lidah nggak keruan supaya terdengar keren ketika berbahasa Inggris.

Contohlah seperti Mas Yon, apa-adanya, tak dibuat-buat?.

Diana

https://www.youtube.com/watch?v=aRUpZ0NztdI

Lagu Diana kusuka karena beberapa musabab.

Yang pertama karena iramanya riang gembira. Progresi chordnya juga agak sedikit lebih kompleks ketimbang lagu-lagu Koes Plus lainnya dan yang terakhir pilihan katanya.

Mereka jeli memilih kata ?Cincin yang bermata jeli itu?? Nyaman diucapkan dan indah didengar!

Tul Jaenak

Lagu ini paling banyak di-request kalau aku diminta nyanyi di sini. Lidahku yang memang lidah Jawa barangkali penyebabnya, lebih enak didengar bagi mereka karena Mas Yon, penyanyi aslinya, pun juga orang Jawa sepertiku.

Ada seorang kawan yang meninggal awal tahun 2010 setelah bertarung melawan kanker yang sangat menggandrungi lagu ini, setiap mendengar dan bernyanyi lagu ini aku selalu teringat olehnya.

Kujemu

Seperti halnya Diana, lagu ini punya nuansa berbeda dari lagu-lagu Koes Plus yang lain meski aku melihat ada soul yang sama dengan lagu ?Come together? nya The Beatles.

Aku terpikat pada pilihan kata di lirik ini: ?Kerja keras bagai kuda, dicambuk dan didera??

Kembali ke Jakarta

Mendengarkan lagu ini mengingatkanku pada lampu-lampu merkuri yang sinarnya jatuh di aspal basah jalanan Jakarta di malam hari. Permainan keyboard alm Tony Koeswoyo memainkan peranan penting membuat lagu ini begitu syahdu ditambah suara ?cempreng? Mas Yon yang legend!

Oh ya, menurutku lagu ini juga punya soul yang sama dengan Massachusetts-nya Bee Gees.

Manis dan Sayang

Aku bisa main gitar ya gara-gara lagu ini!

Lagu yang amat sederhana tapi tak luntur dinyanyikan sepanjang masa. Erwin Gutawa dan Andy Rif pernah mengaransemen dan menyanyikan ulang lagu ini dengan amat sukses. Kesederhanaan lagu? berubah begitu megah di tangan mereka.

Selamat jalan Mas Yon! Terima kasih telah menghibur Indonesia sejak lama?

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.