Mengenali wajah Sang Penyelamat

29 Nov 2018 | Kabar Baik

Jika apa yang dikatakan Yesus hari ini adalah nubuatanNya tentang kiamat, kesimpulanku hanya satu: MENGERIKAN! Apa yang bikin ngeri? Selain tanda-tanda alam yang luar biasa (lih. Lukas 21:25), hal yang menurutku mengerikan adalah adanya tekanan. 

Siapa yang menekan? 

Musuh! Siapakah musuh? Mereka yang tak mengenal Tuhan (lih. Lukas 21:24). 

Apa yan dilakukan dalam tekanan itu? 

Penganiayaan dan pembunuhan atau setidaknya untuk dijadikan tawanan.(lih. Lukas 21:23-24). 

Lalu Kabar Baiknya dimana kalau semua tampak mengerikan? Begini, Tuhan Yesus akan datang kedua kalinya sebagai Raja dengan segala kuasa dalam kemuliaanNya! (lih. Lukas 21:27). Pada saat itu, kita diminta untuk bangkit dan mengangkat muka sebab penyelamatan kita sudah dekat!

Bagiku, menghadapi tekanan tentu berat tapi sejatinya mengenali bahwa yang menyelamatkan kita sudah dekat dan datang itu jauh lebih berat! Terkadang, saking terbiasanya mengalami tekanan kita jadi lupa wajah penyelamatan itu seperti apa dan siapa?

Dalam konteks hidup sehari-hari, proses mengenali siapa yang menyelamatkan dan siapa yang menjerumuskan itu tak mudah!

Pada dunia kerja misalnya. Terkadang kita stress dengan urusan tugas yang begitu banyak sementara waktu yang sempit untuk menyelesaikan.

Ketika ada rekan kerja yang menawari kita untuk pergi jalan-jalan melupakan beban, kita langsung menyetujuinya. Tapi apa yang terjadi saat ada rekan yang datang dan mencoba membantu? Alih-alih menerima, barangkali kita malah mengerutkan dahi dan bertanya dalam hati kenapa ada orang sebaik itu? Jangan-jangan ia sedang hendak mencari muka di hadapan atasan dengan membantu mengerjakan lalu ia akan dapat nama dan dijelek-jelekanlah kita?

Atau misalnya saat sakit, kita butuh tumpangan ke rumah sakit tapi semua seolah sibuk dan sialnya hanya tetangga yang selama ini kita musuhi yang bersedia membantu mengantar.

Kita bertubi-tubi menolaknya dengan alasan gengsi dan karena alasan itulah kita akhirnya tak menanggapi rancangan Kasih Allah yang terjadi lewat tetangga kita tadi?

Aku jadi ingat cerita yang barangkali kalian sudah pernah mendengarnya yang kali ini akan kupakai untuk menutup renungan ini.

Suatu hari, kawasan sebuah kota terendam banjir. Banjir sudah sedemikian tinggi dan tim penyelamat berhasil mengevakuasi seluruh warga kampung kecuali satu orang.

Satu orang ini tak mau diselamatkan, ia memilih naik hingga ke atap sambil menunggu ?keselamatan dari Tuhan?.

Hingga akhirnya, pemimpin tim penyelamatan sendiri yang harus datang untuk menjemput tapi orang tadi tetap tak mau masuk ke perahunya, ?Aku menunggu Tuhan!?

Banjir lebih tinggi tak bisa dihindarkan dan matilah orang tadi.

Di pintu surga ia meratapi kenapa Tuhan tak datang menyelamatkan padahal ia sudah berharap banyak kepadaNya. Dengan tenang, Tuhan pun berkata, ?Aku sudah mengirim bantuan kepadamu bertubi-tubi mulai dari tetanggamu sendiri, Pak RT, Pak RW, Pak Lurah, Pak Camat bahkan hingga ketua tim penyelamatan datang menjemputmu tapi kamu tak mau diselamatkan! Salah siapa??

Mari memohon kepada Tuhan supaya Ia memberikan kepekaan untuk mengenali wajah Sang Penyelamat dan wajah lawan-lawan yang mengintai serta mengancam!

Sydney, 29 November 2018

Jangan lupa isi Survey Kabar Baik 2018. Hasil isian kalian dalam survey tersebut sangat mempengaruhi bagaimana pola tulisan dan distribusi renungan Kabar Baik ini akan berkelanjutan. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.