Mengelola Perlawanan

12 Agu 2019 | Kabar Baik

Bagaimana mengelola perlawanan adalah ide dari apa yang dikatakan Yesus hari ini. Seperti ditulis Matius dalam Kabar BaikNya, Petrus didatangi petugas bea Bait Allah. Mereka mempertanyakan apakah Yesus juga membayar bea dua dirham yang diwajibkan. Petrus pun menjawab bahwa Yesus membayar. (lih. Mat 17:25)

Lalu ketika masuk ke rumah, Yesus mengajak murid utamaNya itu berdiskusi, “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?” tanyaNya. (lih. Mat 17:25)

Petrus menjawab, “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya. Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.” (lih. Mat 17:26-27)

Yesus, sebagaimana Petrus, tidak setuju dengan konsep pengelolaan bea Bait Allah dengan alasan di atas. Tapi Yesus toh tidak melawan. Ia membayarnya dengan alasan supaya tidak menjadi batu sandungan bagi mereka.

Mengelola perlawanan sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya

Ada sesuatu yang ?unik? hari ini.
Yesus kerap bersikap frontal terhadap kaum religius saat itu. Coba simak bagaimana Ia tidak menghukum perempuan yang berzinah (lih. Yohanes 7:53 – 8:11). Bagaimana Ia memperbolehkan para muridNya untuk memetik buah di Hari Sabat (lih. Matius 12:1-8). Bagaimana pula Ia yang oleh kaum relijius dianggap bukan siapa-siapa tapi lantas mengampuni dosa seseorang dan juga membuatnya sembuh dari lumpuh (lih. Markus 2:1-12) Tapi kenapa kali ini Ia begitu berkompromi?

Aku tak punya jawaban yang pasti karena hanya Yesus yang tahu kepastian itu.

Yang kumiliki hanyalah jawaban yang kumulai dengan  ?barangkali?.

Barangkali, Yesus ingin menunjukkan kepada kita bagaimana cara mengelola perlawanan yang sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya.

Yesus memiliki konsep pemungutan bea dan banyak konsep lainnya dari kacamataNya sendiri. Tapi ketidaksetujuannnya tidak harus dijabarkan saat itu juga pada si pemegang kuasa. Ia mengulur waktu karena ?waktuNya belum tiba.? Karena jika semua harus dilawan saat itu juga, Ia akan ditangkap dan sejarah akan mengenangnya sebagai pemberontak bukan Juru Selamat. Padahal masih banyak hal yang harus Ia sampaikan di tempat-tempat lain untuk mewartakan Kerajaan Allah untuk sesudahnya Ia pergi ke Yerusalem untuk disalibkan.

Melawan dengan merangkul

Ajaran ini masih sangat kontekstual dengan jaman sekarang, dua ribu tahun setelah Yesus mencetuskannya.

Ada banyak ketidakadilan yang terjadi di sana-sini. 

Misalnya tentang penutupan/pencabutan ijin pendirian tempat ibadah serta makin dipersempitnya ruang ibadah bagi kaum minoritas.

Jelas hal ini tak bisa dibiarkan dan harus dilawan karena sebagai warga negara, tak ada satupun yang berhak dimarjinalkan, seperti halnya tak ada satupun yang bisa meminggirkan orang lain.

Tapi bagaimana mengelola perlawanan adalah persoalan yang harus dipikirkan matang-matang. Perlawanan frontal apalagi melibatkan perlawanan fisik adalah hal yang harus kita buang jauh-jauh dari kamus karena kita bukan kalangan kaum barbar. Lagipula, perlawanan seperti itu hanya akan membuat pergunjingan yang memicu timbulnya perpecahan dalam skala yang lebih luas cakupannya.

Melawan dengan cara merangkul adalah jawabannya.

Menempuh jalur hukum, berdiskusi dengan penegak hukum, petugas keamanan serta penyelenggara pemerintahan. Serta tak lupa untuk terus berbuat kasih kepada siapapun termasuk yang melawan dan menyakiti kita.

Tapi kalau begitu cara kita melawan, takutnya nanti mereka nggak belajar bahwa yang mereka lakukan itu salah, Don?

Itu bukan urusan kita! Itu urusan negara, itu urusan Tuhan. Jangan sampai hanya karena ingin membuat orang lain belajar dari kesalahan lalu membuat kita justru terjerembab dalam kesalahan itu sendiri!

Sydney, 12 Agustus 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.