Pernahkah kamu lupa untuk merasa takut ?
Atau setidaknya, kamu memang telah berhasil untuk meredamnya?
Ah, jangan bilang “Sudah menaklukkan rasa takut!” karena sedetik setelah kamu selesai mengucapkannya, maka saat itu pula yang terkesan adalah sebaliknya, karena engkau takut dibilang penakut maka engkau bilang bahwa engkau telah berhasil menaklukkan rasa takut itu sendiri :)
Mulailah hari dengan kejujuran maka itu akan meredam rasa takut.
Jujur dan sadarilah bahwa semalam engkau mengigau memanggil nama mantan pacarmu, maka ketika suami/istrimu marah-marah oleh karenanya, engkau sudah bersiap diri karena kamu menyadarinya.
Memang tak akan mengubah keadaan barangkali, tapi amukan amarahnya toh sudah terantisipasi sejak kau jujur mengakui tentang nama yang kaupanggil-panggil itu.
Bersikaplah biasa pada setiap keberhasilan dan kesuksesan, jangan terlalu bergembira.
Karena pelangi pun tampilnya tak kan cukup lama. Kehadirannya hanyalah jembatan menuju ke kekelaman yang lainnya.
Terkesan menyeramkan? Yeah thats true!
Tapi pada kenyataannya kehidupan memang demikian adanya. Kata seorang penyair, hidup adalah sesuatu yang menyedihkan, namun sayangnya kita menyukainya. Ketika kita tidak terlalu tenggelam dalam kegembiraan, separuh hati kita sebenarnya telah meredam ketakutan dan bersiap untuk masa-masa yang ada di depan.
Berpikirlah pasrah, lalu syukur!
Bayangkanlah sebuah batu, lalu mengaku kalahlah padanya karena usiamu tak kan lebih lama dibandingkann keras kuatnya. Ia adalah saksi dari abad-abad, sedangkan kamu adalah saksi dari … oh well.. paling lama juga 100 tahun masa hidup sebelumnya, apa mau dikata ?
Kekerasannya juga adalah lambang betapa hidup si batu itu lebih tidak rentan untuk retak (fragile) ketimbang kita yang lembek ini.
Jadi pasrahlah akan segala yang terpampang di depan!
Jangan terlalu terpaku pada janji matahari karena siapa tahu besok pagi ia enggan untuk muncul seperti yang telah ia lakukan selama bermilyar-milyar tahun belakangan ini?
Kamu merasa semakin seram, tengoklah ke belakang.
Oh, jangan! Jangan ingat-ingat bagaimana kamu dulu ditinggal pacar atau orangtuamu bercerai karena itu memang menyesakkan, tapi ucapkan syukur untuk senyum istri di pintu rumah pagi tadi, makan malam yang nikmat semalam, atau liburan akhir tahun kemarin yang menakjubkan.
Maka ketika rasa takut itu memberi porsekot di depan, jangan takut, kamu sudah pernah mengalami segala hal yang patut kamu syukuri.
Tapi kalau kamu tiba-tiba merasa takut karena film hantu yang diputar kemarin sore itu terpampang dalam ingatan pagi tadi ketika kamu bangun sendirian sementara matahari masih di bawah ufuk… o well aku tak tahu tips mana yang paling jitu untuk mensugesti pikiran bahwa kamu memang benar-benar tidak harus takut :)
Jadi? Selamat berakhir pekan.
MGIJ, Maturnuwun Gusti Iki Jumat(tm)!
Tinggalkan Balasan