Mengabarkan injil tanpa kristenisasi

3 Des 2018 | Kabar Baik

Hari ini Gereja memperingati Hari Pesta Nama Santo Fransiskus Xaverius. Santo Fransiskus Xaverius berperan penting dalam penyebaran agama Katolik ke kawasan Asia Selatan dan Asia Timur Raya termasuk Indonesia. Wajar jika banyak orang Katolik Indonesia menggunakan namanya sebagai nama baptis termasuk Pastor Fransiskus Xaverius Talinau Doy, Pr yang meninggal hari ini.

Menumpang bala tentara Portugis, pada 1546, Fransiskus Xaverius singgah di Ambon selama enam bulan sebelum akhirnya kembali ke Malaka untuk meneruskan penyebaran agama.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari hidup dan pelayanannya?

Fransiskus Xaverius yang juga adalah salah satu pendiri Serikat Yesus itu melakukan apa yang dikatakan Yesus dalam Kabar BaikNya hari ini.

Menurut Markus, sebelum naik ke Surga, Yesus memberi pesan kepada para murid sebagai berikut:

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.? (lih. Markus 16:15)

Fransiskus Xaverius benar-benar pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil kepada segala makhluk dan haruslah kita demikian pula adanya, diutus untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil Tuhan kepada semua makhluk.

Tapi melalui cara apa dan bagaimana?

Beberapa hari lalu seorang misionaris dari Amerika Serikat, John Alley Chau (26 tahun) gugur di sebuah pulau terpencil di selatan India ketika sedang mencoba mengenalkan iman Kristus pada masyarakat setempat yang konon adalah suku terisolasi selama ribuan tahun. Kita tentu berdoa bagi ketenangan jiwanya agar supaya Yesus menyelamatkan dan segera mengangkat John ke surga karena ketegaran hati, niatan dan pembuktian untuk menyebarkan injil.

Yang menarik, dalam pesan yang ditulis pada keluarganya sesaat sebelum pergi, John berkata supaya mereka tak marah pada pembunuhnya ataupun Tuhan. Ia sudah tahu, bukan karena ia akan mati tapi tahu akan resiko untuk menyebarkan injil yang besar termasuk kematian.

Lalu bagaimana dengan kita?

Adakah kita seberani John? Atau haruskah kita seperti John?

Aku yakin dan percaya masing-masing dari kita memiliki ladang pelayanan masing-masing. Jika John mencari hingga ke selatan India, maka sudahkah kita yakin bahwa orang-orang di sekitar kita telah semuanya tersebari dan terberitakan Injil?

Jika belum maka mari mulai dari lingkaran terdekat lalu meluas hingga seluas yang Tuhan akan berikan pada kita sebagai ladang.

Don, sekelilingku nggak ada yang Katolik!? Haruskah aku mengajarkan Injil pada mereka? Bisa mati aku nanti diamuk massa karena dianggap kristenisasi!Mengabarkan injil tanpa kristenisasi

Inilah tantangannya! Memberitakan Injil itu tidak mengajari, tidak menggurui dan tidak pula menyuruh orang lain untuk masuk Katolik.

Tapi Fransiskus Xaverius dulu mengkristenkan orang! Bukankah seharusnya kita juga demikian?

Konteksnya beda, Mas Bro dan Mbak Sis! Fransiskus Xaverius mendatangi daerah-daerah karena waktu itu Gereja Katolik belum tersebar seperti sekarang ini. Nah sekarang Gereja Katolik ada dimana-mana dan sarana informasi meluas hingga ke dunia maya sehingga kalaupun mereka mau pindah agama dan masuk ke Katolik, mereka tahu kemana harus pergi, kan?

Yang lebih penting dari itu sebenarnya adalah bagaimana memberitakan Injil kepada seluruh makhluk termasuk yang non-Kristiani melalui perbuatan-perbuatan baik. 

Ingat lho, iman itu dikenali bukan hanya melalui kata-kata tapi perbuatan kita. Di titik ini, kita harusnya jadi sadar diri dan memberanikan bertanya dalam diri, Yesus meminta kita untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil, sudahkah InjilNya terberitakan dalam diri dan kehidupan kita sendiri? Jika sudah kenapa tak bisa dikenali dalam perbuatan-perbuatan kita kepada sesama?

Sydney, 3 Desember 2018

Jangan lupa isi Survey Kabar Baik 2018. Hasil isian kalian dalam survey tersebut sangat mempengaruhi bagaimana pola tulisan dan distribusi renungan Kabar Baik ini akan berkelanjutan. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.