Mendoakan arwah? Untuk apa? Tak adakah obyek doa yang lebih berguna?

2 Nov 2017 | Kabar Baik

Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
(Yohanes 6:39)

Hari ini Gereja Katolik di seluruh dunia merayakan perayaan Hari Arwah Semua Orang Beriman.

Beberapa orang berpandangan bahwa orang-orang Katolik seperti kita itu kadang terlalu berlebihan karena arwah saja kok ya harus dirayakan dan didoakan.

Kawanku, Si Tunggonono pun mengatakannya kepadaku, ?Bener, Bos! Kenapa kita nggak kayak umat gereja-gereja lain yang nggak perlu merayakan arwah? Toh arwah itu sudah di tangan Tuhan di surga??

Aku terdiam? dan belum sempat menjawab Tunggonono menyela lagi, ?Kok kesannya jadi kita ini seolah nggak percaya pada Tuhan yang akan menerima semua umatNya di dalam surga sehingga kita harus berdoa bagi para arwah itu??

Aku terdiam lagi dan tak menjawab karena takut jawabanku tidak tepat.

Tapi dalam permenungan aku akhirnya memberanikan diri untuk berpikir?

Aku bukan ahli teologi jadi aku tak ingin bicara dari sisi yang aku tak ketahui itu. Aku lebih tertarik menggunakan persepsi ?anak bawang? karena demikianlah adanya aku.. bukan anak ketumbar, bukan pula anak apel tapi anak bawang.

Mendoakan arwah? Kenapa tidak!
Aku meletakkan konsep mendoakan arwah sebagai caraku melanjutkan kasih pada orang-orang yang dulu ketika mereka hidup kukasihi dan mengasihiku. Mendoakan mereka juga adalah salah satu cara untuk mengenang dan tidak melupakan mereka. Jadi dimana letak salahnya?

Mendoakan arwah dan memohon kedamaian jiwa mereka di surga tidak pula bisa diartikan bahwa aku tak percaya karya penyelamatan Tuhan. Justru sebaliknya! Karena aku percaya kepadaNya bahwa tak ada dosa yang tak terlalu besar, kecuali dosa menghujat Roh Kudus, yang tak bisa diampuni jadi kenapa aku tak memohonkan pengampunan dosa terhadap mereka yang telah meninggal dan kucintai?

Mendoakan arwah yang sudah meninggal itu istilah menterengnya nothing to lose. Artinya kalau ternyata arwah yang kudoakan sudah di dalam surga ya Puji Tuhan, kalau ternyata arwah yang kudoakan masih di dalam api pencucian, semoga doaku bisa meringankan jalannya. Gampang toh? Jangan dibikin susah!

?Lalu arwah siapa saja yang kamu doakan, Bos?? tanya Tunggonono lagi.

Tiap hari aku mendoakan arwah papa dan mamaku, papa mertuaku, kawan-kawan dekatku yang sudah meninggal (Iwan, Anton, Leo serta Bayu) para leluhur semua serta tak ketinggalan tante yang sangat kuhormati dan budheku, seorang non-katolik yang juga amat kusayangi.

?Loh, kok ada orang yang non-katholik juga didoakan, Bos? Bukankah yang perlu didoakan itu hanya arwah orang beriman?? Lagi-lagi mantan satpam yang bekerja untukku dulu waktu tinggal di Jogja itu bertanya.

Halah! Protes lagi! Karepmu itu apa tho Nggon? Ya suka-suka aku tho? lha wong aku berdoa juga gak ganggu kamu lho! Lagipula meski budheku itu non-katolik, aku nggak tahu apakah aku yang meski ngakunya katolik ini sudah lebih beriman kepada Tuhan ketimbang dia?

Bener nggak?

Sydney, 2 November 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.