Mending bikin film Pancasila, Pak!

22 Sep 2017 | Cetusan

Pak, Pak?

Daripada mewujudkan ide bikin film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI versi baru untuk anak-anak milenial, mending bikin film ?Pancasila?!

Ibaratnya dalam konsep ?gelas setengah isi dan gelas setengah kosong?, film ?Pancasila? adalah solusi ?gelas penuh air?, Pak! Generasi baru harus diberi optimisme yang penuh, bukan yang setengah, bukan pula yang kosong.

Hadirnya film ?Pancasila? nanti juga akan jadi jawaban tak hanya tentang bagaimana anak-anak milenial mempelajari masa lalu tapi juga menganalisa masa kini dan merencanakan masa depan yang lebih baik untuk Tanah Air tercinta.

Konsep besar film ini adalah menunjukkan bahwa Pancasila adalah solusi terbaik yang begitu sakti tak hanya menghadapi komunisme yang sudah dilarang tapi juga ?isme-isme? yang lain yang tak akan lebih cocok tumbuh di Indonesia karena bumi Nusantara itu ya buminya Pancasila.

Saya bukan ahli film jadi kalau ditanya lebih detail akan plonga-plongo, Pak. Tapi sebagai pemantik bara dan pemula mimpi, gimana kalau film ini mengisahkan perjalanan bangsa Indonesia sejak masa pra-sejarah, dsambung masa kejayaan raja-raja, penjajahan, kelahiran Pancasila 1 Juni 1945, kemerdekaan Indonesia, masa perjuangan kemerdekaan 1945 ? 1949, masa pemberontakan-pemberontakan termasuk peristiwa Gestapu, Orde Baru, reformasi 1998 hingga kini.

Wah jadi panjang banget dong filmnya?

Jelas! Tapi kan memang gak perlu dibikin film dalam bentuk konvensional seperti yang diputar di bioskop secara bagi anak-anak milenial, bioskop yang utama adalah gawai di genggaman tangan mereka. Konsep film dikemas dalam penggalan-penggalan singkat dan di-Youtube-kan! Atau supaya lebih ?ngangkat? lagi, didistribusikan secara ekslusif via Netflix.

Mengenai sutradara, namanya juga film model baru nan milenial, pilih juga yang punya visi milenial. Ada sederet youtuber terkemuka yang akan lebih cocok ditempatkan di sini. Mulai dari Mas Kaesang, Mas Ernest Prakasa, Mas Raditya Dika, Mas Pandji Pragiwaksono hingga Mas Erix Soekamti yang sesama anak Klaten seperti saya tapi energi dan kreasinya itu entah turun darimana karena nggak pernah habis dan gak pernah capek!

Tapi tak ada yang lebih penting dari siapa yang akan bermain dalam film ini, Pak.

Pemain-pemain dari film ini harus hadir dari semua kalangan karena bukankah Pancasila itu pemersatu? Yang pertama-tama harus main adalah Bapak sendiri, orang-orang di sekeliling Bapak juga mereka yang selama ini dianggap berada di seberang garis, Pak.

Hanya dengan seperti itu maka film ini mendapatkan kepenuhan tujuannya. Kenapa? Karena bagi anak-anak milenial, sepenting-pentingnya mereka mempelajari sejarah masa lalu adalah lebih penting bagaimana mereka melihat masa kini karena masa kini akan jadi sejarah bagi masa depan mereka!

Mereka tak ingin melihat apa yang terjadi sekarang dimana orang-orang saling gontok-gontokan untuk hal yang mereka tidak lihat karena belum lahir saat peristiwa terjadi muncul kembali di masa mereka nantinya. Mereka ingin mengenang orang-orang masa kini sebagai orang yang pada akhirnya mampu menyelesaikan semua persoalan pertikaian itu di bawah naungan Pancasila.

Dah segitu dulu, Pak! Mungkin mimpi saya ini terlalu muluk, tapi kalau dari mimpi saja tak berani muluk, gimana realisasinya nanti, yekan?

Selamat berakhir pekan! Salam kagem ibu, mas-mas, mbak-mbak juga cucu.

Salam,

DV
Superblogger Indonesia, Klaten Putra!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.