Mendapat mukjizat dariNya. Susah-susah gampang atau gampang-gampang susah?

30 Jan 2018 | Kabar Baik

Anak Yairus, kepala rumah ibadat yang sudah mati itu dibangunkanNya dengan ?mantra?, ?Talita kum? Perempuan yang sakit pendarahan dua belas tahun lamanya pun diijinkan sembuh hanya dengan menjamah jubahNya.

Kok gampang banget ya?
Sementara ada banyak orang sakit yang begitu setia datang di retret dan misa penyembuhan kok tidak sembuh-sembuh??Ada juga orang-orang yang memohon supaya dapat jodoh tapi kok ya tak kunjung mendapatkan??Berapa banyak orang yang berdevosi untuk memohon pekerjaan tapi tetap saja ia belum bisa beralih dari status pengangguran?!

Kita sering tak sabar dan memandang gampang mereka yang mendapatkan berkat lebih dari kita lalu ending-endingnya marah kepada Tuhan karena menganggap Ia tak adil.?Tapi mari hari ini, kita belajar dari Yairus dan perempuan yang sakit. Benarkah mereka mendapatkan semuanya begitu gampang dari Tuhan?

Markus dalam Kabar Baik hari ini melukiskan bahwa secara fisik, Yairus butuh perjuangan untuk datang berbondong-bondong dengan orang lain. Ia tentu berdesak-desakan, menunggu, antri hingga akhirnya bertemu Yesus. (Markus 5:21)

Secara mental, perjuangan Yairus juga tak mudah! Ia punya posisi, menjabat sebagai kepala rumah ibadat sementara waktu itu, rumah-rumah ibadat kebanyakan dikuasai orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Terbayangkah dalam benak kalian bagaimana Yairus begitu berani datang kepada Yesus? Apa ia tak berpikir bagaimana kalau nanti ketahuan? Tidakkah ia nanti habis di-nyinyir-in? Atau jangan-jangan ia kehilangan jabatan hanya karena datang lalu bersungkur di depan Yesus? (Markus 5:22).

Sementara perempuan yang sakit? Telah banyak tabib ia datangi dan masing-masing membutuhkan uang yang tak sedikit. Markus melukiskan hal itu sebagai, ?sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya? (Markus 5:26)? dan hasilnya? Istilahnya anak zaman now, di-php-in, kondisi malah kian memburuk!

Sama seperti Yairus, ia datang berdesak-desakan di antara orang-orang lain. Aku juga tak tahu bagaimana kondisi kesehatannya saat itu. Bisa jadi ia sedang cukup sehat atau jangan-jangan justru saat pendarahan sedang hebat-hebatnya dan ia tetap bertekad datang lalu menjamah jubahNya supaya sembuh?

Hingga di sini, masihkah kita berani bilang bahwa perjuangan Yairus dan perempuan itu adalah perjuangan gampang?

Tidak sama sekali!
Yang gampang adalah cara Tuhan menyembuhkan karena memang Ia adalah Tuhan!

Dari sisi manusia? Ya tetap tak gampang! Kita perlu belajar sabar, merendahkan diri dan pasrah di hadapan Tuhan. Rela berkorban termasuk rela dan ikhlas ketika misalnya apa yang kita pinta bukanlah kehendakNya.

Waduh, kalau begitu lantas gimana?
Ya sudah! Hidup ini kadang tak menyisakan banyak pilihan. Tapi sebuntu-buntunya jalan, ketika kita melihat Yesus sebagai harapan, sejatinya pilihan itu tetap ada yaitu pilihan untuk tetap tunduk dan menjalani hidup sesyukur-syukurnya!

Sydney, 30 Januari 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.