Menawarkan api ke sumbu lain, membagikan kasih kepada sesama

25 Sep 2017 | Kabar Baik

“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
(Lukas?8:16)

Dulu aku pernah terjebak dalam pemikiran bahwa untuk menyenangkan hati Tuhan adalah hanya dengan mendalami luasnya pengatahuan tentangNya dalam agama tapi tidak menyebarkannya kepada orang lain dan lingkungan di sekitar.

Buku-buku rohani kulahap, retret dan seminar yang menghadirkan pelayan kondang hingga pastor-pastor ternama kudatangi supaya batin ini mendapatkan jamahanNya atau dalam istilahku dulu, supaya hati kita ?dicharge?. Acara-acara persekutuan mingguan pun juga memenuhi jadwal supaya aku terus ada dalam kasihNya melalui doa-doa dan nyanyi-nyanyi terus-menerus, hepi!

Salah?
Salah karena aku hanya berhenti di situ. Kasih Tuhan kualami hanya sebagai hal yang sifatnya untuk diri sendiri, sangat egois. Padahal kasih Tuhan yang kita terima haruslah digunakan untuk sesama dan lingkungan di sekitar kita sehingga seperti yang dituliskan Lukas hari ini seperti dikatakan Yesus sendiri, nyala dian/lentera bisa menerangi sekitar.

Terang yang kita terima tak bisa dibiarkan berada di bawah tempat tidur hanya untuk diri sendiri saja!

Pada akhirnya aku mulai sadar dan berpikir tak hanya tentang bagaimana cara mendapatkan kasih tapi juga tentang bagaimana menyebarkan serta membagikannya kepada sesama. Salah satunya semoga ya melalui tulisan-tulisan di blog ini.

Renungan singkat ini ingin kututup dengan mengusung pepatah lama milik Eleanor Roosevelt, daripada mengutuk kegelapan lebih baik menyalakan lilin supaya terang.

Dengan Kabar Baik hari ini, mari kita sempurnakan pepatah itu. Sesudah lilin menyala selanjutnya adalah mari kita tawarkan api itu ke sumbu-sumbu lain sehingga terang tak jadi milik sendiri, terang menyebar kemana-mana hingga menyelimuti seluruh penjuru dunia.

Sydney, 25 September 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.