Menabrak tiang listrik kesakitan, menabrak hukum pesakitan!

17 Nov 2017 | Cetusan

Terlepas disengaja atau tidak, direncana atau kebetulan, peristiwa nahas kecelakaan yang menimpa mobil yang ditumpangi ?papa%^&$#@%? menabrak tiang listrik semalam kupandang justru sebagai cara alam memberi pelajaran kepada kita.

#1 Hukum ditabrak, tiang listrik jadi sasaran kemudian

Ya! Sekian lama ?papa%^&$#@%? konon menabrak hukum dan aturan tanpa tahu malu, mungkin karena bosan, iapun memilih sasaran baru: tiang listrik!

Nggak kencang kok! Airbag pun nggak sampai keluar karena konon mobil itu menabrak dalam kecepatan cuma 35km per jam. Tapi hal itu cukup membuat papa%^&$#@% yang duduk di bangku tengah pingsan meski ajudan dan supirnya yang duduk di depan baik-baik saja.

#2 Akibat menabrak itu ya sakit.

Akibat tabrakan, segaja tak disengaja, dibuat-buat atau sesungguhnya, memang menyakitkan. Hukum harusnya tidak ditabrak tapi kitalah yang harus menyelaraskan dengannya. Begitupun tiang listrik harusnya dihindari dan dilewatkan sehingga kita bisa selamat sampai di tujuan.

Menabrak tiang listrik kesakitan, menabrak hukum jadi pesakitan! Kasihan papa%^&$#@%!

#3 Gegar otak

Gegar otak adalah luka otak tapi sayangnya tak semua otak orang terletak di kepala. Bersyukurlah papa%^&$#@% tak cedera lutut ataupun pantat sehingga ketakutan banyak orang perihal ia yang akan jadi lupa ingatan karena gegar otak tentu tak kan pernah menjadi nyata.

Salam bakpau!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.