Memberitakan Injil, masihkah aktual?

4 Sep 2019 | Kabar Baik

Hari ini dalam Kabar Baik yang dilukis Lukas, Yesus menyampaikan kepada para murid bahwa Ia tak bisa berdiam di satu tempat saja meski di situ masih banyak yang memerlukanNya. AlasanNya adalah karena Ia diutus tak hanya di satu kota tapi juga untuk memberitakan Injil di banyak kota lainnya, ?Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” (lih. Lukas 4:43)

Ajakan Yesus jelas, memberitakan Injil Tuhan tidak hanya di satu tempat melainkan tak terbatas tempat. Tapi bagaimana mengartikulasikannya dalam konteks kita yang adalah bagian dari kaum awam dan yang hidup di jaman sekarang?

Ada dua hal yang kita cermati. Pertama, Apa yang harus diberitakan? Kedua, bagaimana memaknai konsep ?kota-kota lain??

Memberitakan Injil = memberikan kesaksian kasih Allah

Apa yang harus diberitakan? Injil!

Tapi Injil dalam pengertian seperti apa? Kalau penyebaran Injil hanya di tataran harafiah, buku Injil toh sudah dicetak dan dijual dimana-mana. Bahkan dengan kemajuan jaman, Injil dan banyak kitab-kitab lainnya bisa diunduh jadi apps di gadgetmu! Bisa juga diakses dari situs web yang menyediakan Injil secara gratis!

Memberitakan Injil harus dimengerti secara lebih luas dan kontekstual yaitu bagaimana kita mewartakan Kasih Tuhan yang kita rasakan dalam hidup sehari-hari.

Pewartaan muncul dalam hal-hal yang terkadang tampak sepele. Misalnya melemparkan senyum pada seorang bapak yang tampak murung di bus kota. Kita tak tahu apa yang membuatnya murung. Barangkali ia sedang kehabisan uang? Barangkali ia sedang bertengkar dengan istrinya? Atau sebab-sebab lain?

Dengan kita menebar senyum kepadanya, kita menunjukkan bahwa kita memiliki cinta dan cinta itu berasal dari Tuhan. Tersenyum bukan berarti kita lepas dari problem dan sengsara. Bisa jadi problem dan sengsara kita sama atau lebih berat dari si bapak tadi. Tapi dengan senyum kita menjadi saksi bahwa cinta berhasil mengalahkannya.

?Kota-kota lain? tidak harus pergi ke kota-kota lain

Berkelana mengabarkan Injil ke kota-kota lain di jaman ini tak harus benar-benar pergi ke kota-kota lain.

Artinya?
Internet! Internet membuat kita bisa mengabarkan Injil tak hanya lintas kota tapi juga lintas propinsi, pulau bahkan negara! Informasi yang kita sebarluaskan tak perlu dibelikan ongkos bis atau ongkos pesawat udara untuk bisa sampai di kota/negara lain! Meski di beberapa negara konten diblok dengan alasan-alasan tertentu ya apa boleh buat, tapi yang tidak diblok lebih banyak jumlahnya!

Lagipula prinsip kota-kota lain tak melulu berarti tempat-tempat fisik yang baru. Kota-kota lain bisa kita mengerti sebagai komunitas-komunitas yang baru yang ada di kota yang sama. Bisa juga grup WA-grup WA yang baru atau facebook groups, page atau forum diskusi-forum diskusi yang baru di Internet.

Di situlah kita harus mewartakan Injil Tuhan.

Begitu caraku untuk merenungi dan mengaplikasikan semangat memberitakan Injil Tuhan. Kita tak boleh terpaku pada apa yang tertulis saja tapi juga menggunakan akal dan budi untuk mengembangkan sejauh mana Kerajaan Tuhan bisa kita sebarluaskan.

Sydney, 4 September 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.