Memberi pipi kiri

17 Jun 2019 | Kabar Baik

Pernah mendengar tentang ajaran memberi pipi kiri? Kabar Baik hari ini menyajikan sesuatu yang kontras; hukum ?Mata ganti mata dan gigi ganti gigi? (Imamat 24:19-21) bertemu dengan hukum Kasih, ??siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.? (Matius 5:39)

Soal pipi ini jadi sesuatu yang menarik.?Ada yang pernah bertanya kepadaku, ?Apa benar dalam Katolik, saat seseorang ditampar pipi kanan lalu kita juga harus memberi pipi yang satunya??

Jawaban? singkatku untuk ?lucu-lucuan? sih begini, ?Makanya kalau ditampar yang kiri saja bukan yang kanan jadi kita tak perlu memberi pipi sebelahnya?hahahaha!?

Memberi pipi kiri

Bagiku Yesus tidak meminta kita untuk memberikan pipi yang kiri secara harafiah saat pipi kanan kita ditampar. Bukti nyata ada pada saat Yesus ditampar oleh penjaga di rumah Imam Besar saat Ia ditangkap. Setelah ditampar, Yesus tidak memberikan pipi sebelahnya. Ia justru berkata, ?Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku??

Lalu apa maksud dari ?memberi pipi kiri??

Ajakan Yesus itu harus dimaknai dalam konteks bahwa ketika kita disakiti, kita tetap harus mengasihi yang menyakiti.

Tidak dendam

?Memberi pipi kiri? itu tidak dendam meski seseorang yang disakiti punya alasan untuk membalas menyakiti. Sulit? Sulit! Pake banget! Maka dari itu kita namakan perjuangan tersebut sebagai salib hidup. Seperti Yesus dulu, kita diajak untuk menanggung perasaan tidak dendam padahal bukan kita yang membuat rasa dendam itu muncul!

Memaafkan

?Memberi pipi kiri? itu memaafkan. Sulit? Lagi-lagi Sulit! Lagi-lagi pake banget! Tapi mari mulai memaafkan karena pemaafan itu butuh proses yang panjang dan tak sekali jadi. Tentu kalian ingat apa yang dikatakan Yesus tentang memaafkan? Tujuh puluh kali tujuh banyaknya pemaafan itu! (Matius 18:21).

Contoh terbaik tentang bagaimana memaafkan adalah bagaimana alm. Paus Yohanes Paulus II yang sekarang sudah menjadi santo, memaafkan Ali Agca yang menembaknya pada 13 Mei 1981. Sri Paus segera sesudah pulih dari luka tembak menemui Ali di penjara dan bicara hati-ke-hati. Dalam seruannya, Sri Paus juga mengajak umat Katolik untuk mendoakan Ali yang disebutnya sebagai ?brother?. Ia memaafkan.

Tidak melupakan

?Memberi pipi kiri? adalah juga berarti tidak melupakan apa yang sudah terjadi. Tidak melupakan itu bukan berarti menyimpan dendam. Tidak melupakan kejadian saat kita disakiti adalah sebuah upaya untuk membuat kita belajar supaya tidak disakiti lagi.

Seorang istri yang memaafkan suaminya yang selingkuh, adalah contoh perlunya sikap tidak melupakan namun tidak dendam. Dengan tidak melupakan, istri bisa belajar dari masa lalu mengenai hal-hal apa saja yang membuat suaminya dulu selingkuh sehingga tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Memberi pelajaran

?Memberi pipi kiri? adalah juga memberi peluang kepada orang yang menyakiti untuk belajar supaya hal yang pernah dilakukan dengan menyakiti kita tak lagi ia lakukan di masa mendatang.

Untuk itu, melaporkan ke polisi dan memperkarakan hukum atas tindakan musuh adalah wujud dari kasih itu sendiri. Karena ketika diputus bersalah dan harus menjalani hukuman, seseorang akan belajar untuk tak menyakiti dan pada akhirnya kebaikan jadi miliknya, bukan?

Sydney, 17 Juni 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.