Memahami Allah Trinitas dalam keseharian. Mudahkah?

27 Mei 2018 | Kabar Baik

Hari ini Gereja Katolik di seluruh dunia memperingati Hari Raya Tritunggal Maha Kudus.

Dalam bagian terakhir Injilnya, Santo Matius menulis Kabar Baik bagaimana Yesus berpesan sebelum naik ke surga,

?Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.? (Matius 28:19)

Allah Tri Tunggal Maha Kudus adalah Allah yang Esa namun hadir dalam tiga pribadi, Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Tapi bagaimana menjelaskan tiga pribadi dalam satu kesatuan adalah hal yang sebenarnya tak mudah juga. Ada banyak pemikir gereja, imam hingga awam mencoba menjelaskan bagaimana dogma itu tapi sungguhkah semuanya itu telah menyentuh arti tritinas hingga ke dasar-dasarNya?

Aku percaya semua adalah proses menuju pada pemahaman yang utuh tapi bukan berarti bahwa kita telah ada dalam puncak pemahaman itu sendiri. Adalah Santo Agustinus yang mengingatkan dalam tulisannya, ?Kalau engkau memahamiNya, Ia bukan lagi Allah.?

Artinya, Tuhan, sedalam dan sehebat apapun kita mencoba memahami, Ia tetap tak?kan terselami. Bukan karena kita yang bodoh tapi karena secerdas-pandainya kita, semua memiliki batasan sementara kebesaranNya tidak terbatas. Ia Maha Besar!

Memahami dogma trinitas juga tak bisa berhenti pada banyaknya buku dan referensi termasuk seminar yang kita pelajari serta ikuti. Melalui kehidupan sehari-hari nan sederhana, Allah Trinitas adalah sosok yang juga bisa kita cari melalui perjumpaan-perjumpaan kita denganNya.

Suatu saat, karena merasa letih bekerja di depan komputer, aku mengambil waktu untuk berjalan ke luar kantor barang sebentar. Menyusuri kota Sydney hingga mencapai The Rock, pusat turis yang berada di tepian teluk Bandar Sydney/Sydney Harbour yang indah itu!

Di tengah-tengah suasana sore yang begitu hidup, aku memejamkan mata lalu muncul tiga pertanyaan di bawah ini:

Kenapa aku bisa ada di sini?
Kenapa aku masih ada di sini?
Dan yang terakhir, kenapa aku tadi tiba-tiba memejamkan mata dan mempertanyakan kedua hal tersebut di atas?

Aku bisa ada di sini karena aku diciptakan Allah dan dikehendakiNya untuk hidup dan ada. Allah Bapa adalah Allah yang mencipta melalui kedua orang tuaku yang saling mengasihi.

Aku masih ada di sini karena Allah melayakkanku di tengah begitu banyak lemah dan dosaku. Allah Putra yang adalah Yesus Kristus yang menebus dosa seluruh umat manusia. Bayangkan jika tak ada Yesus, adakah aku layak? Tidak sama sekali! Dosa-dosa itu mematikan. TanpaNya aku mati!

Lalu kenapa aku tiba-tiba memejamkan mata dan mempertanyakan kedua hal tersebut di atas?

Iya ya?! Siapa yang menyuruhku untuk memejamkan mata? Kenapa tak membuka mata saja toh pemandangan begitu indah sore itu? Semua karena tuntunan Roh Kudus. Roh Kudus yang membimbingku untuk masuk lebih dalam menghayatiNya. Mempertanyakan kedua hal yang amat esensial itu bukan berarti meragukan tapi justru memperkukuh pemahaman dan penyadaran bahwa Allah Esa yang hadir dalam tiga pribadi di dalam hidup adalah tanda kasihNya yang utuh kepadaku.

Sydney, 27 Mei 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.