Memaafkan adalah tanda kasih yang radikal! Bravo, Romo Prier!

21 Feb 2018 | Kabar Baik

Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
(Lukas 11:30)

Kabar Baik hari ini menyatakan bahwa Yesus adalah tanda keselamatan itu sendiri. Untuk itulah Ia merasa sedih ketika mendapati orang banyak yang mengelilingiNya masih saja meminta tanda keselamatan dari surga padahal nyata-nyata Ia ada di sana.

Tantangan kita di abad ini adalah bagaimana menjadi tanda keselamatan di tengah-tengah masyarakat bagi sesama dan lingkungan karena kita telah diselamatkanNya.

Perkembangan kasus penyerangan Gereja St Lidwina di Jogja beberapa hari silam berlangsung ?menarik?.

Setelah Uskup Agung Mgr. Robertus Rubiatmoko memaafkan si pelaku, Suliyono, Romo Karl Edmund Prier, SJ yang diserang saat kejadian hingga terluka berat dan sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit melakukan yang sama: memaafkan Suliyono.

Memaafkan adalah wujud kasih yang radikal! Kenapa? Secara duniawi, Romo ?berhak? untuk mendendam dan membenci Suliyono atas apa yang dilakukan kepada dirinya. Tapi atas nama kasih ia mengorbankan dan menanggalkan hak-hak tersebut lalu memilih untuk memaafkan.

Memaafkan adalah wujud kemenangan karena kasih dimenangkan untuk mengakhiri rangkaian dendam dan benci. Bayangkan jika tak ada kasih, bayangkan jika tak ada pemaafan, dunia ini tak kan menyisakan satu kehidupan pun karena tak ada yang memiliki mata, tak bertelinga hingga akhirnya tak bernyawa. Semua tuntas karena benci, semua lenyap karena dendam yang saling berhadap-hadapan tanpa ujung?

Memaafkan dan kasih adalah tanda bahwa kita ini telah diselamatkan Yesus karena Yesus adalah kasih itu sendiri. Ia yang dulu tak dikenal di tengah orang banyak kini telah menjelma menjadi spirit yang menguatkan orang-orang seperti Romo Prier untuk memaafkan.

Bayangkan jika semua orang Katolik memiliki sikap seperti dia! Dunia tak perlu lagi tanda selain diri kita sebagai saksi dan tanda atas keselamatan yang hakiki dari Tuhan.

Namun sayang yang terjadi tidak demikian. Baru-baru ini tersengat dengan berita dicokoknya seorang calon kepala daerah di Tanah Air oleh KPK. Ia ditengarai melakukan tindak pidana korupsi dan dari namanya ia adalah seorang Katolik. Jika benar ia korupsi, ia pun adalah tanda? seonggok tanda yang memalukan sekali?

Sydney, 21 Februari 2018

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. wuih..hebat ..masih rajin tiap hari posting bro…keren

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.