Mau dilipatgandakan oleh Tuhan? Modalmu apa?

13 Feb 2018 | Kabar Baik

Para murid hampir saja ketularan ?ragi orang Farisi? dan ragi Herodes?! (Markus 8:15)?

Kok bisa?
Masih ingat renungan Kabar Baik-ku kemarin tentang orang Farisi yang meminta tanda dari Yesus? Nah, hari ini para murid, meski mereka tak meminta tanda tapi mereka tak bisa menelaah tanda-tanda yang telah diberikan Yesus selama ini.

Ceritanya mereka kelupaan bawa roti dan hanya ada sebuah saja padahal sudah terlanjur naik ke atas perahu bersama Yesus di dalamnya.?Yesus pun mengingatkan tentang apa yang telah Ia perbuat sebelumnya; lima ribu orang dikenyangkanNya dengan modal lima roti saja, sisanya dua belas bakul! Empat ribu orang diberiNya makan bermodalkan tujuh roti, sisanya tujuh bakul!?Dengan itu, Yesus ingin berkata bahwa tak ada yang perlu dirisaukan dengan modal satu roti untuk mereka karena Yesus pasti akan ?turun tangan?, menggandakan dan membuat kenyang mereka.

Dalam hidup, kita sering berperilaku seperti para murid, merasa tak cukup, merasa ketakutan dengan apa yang kita punya. Takut ?besok makan apa?? seolah Tuhan itu tak ada.?Tapi di sisi sebaliknya, pernahkah kita mendengar perilaku mereka yang berprinsip serba ngeggampangin?

Misalnya, sebuah keluarga. Persediaan uang warisan kian menipis tapi tak ada kehendak untuk mencari pekerjaan dari sang kepala keluarga. Ia memilih ongkang-ongkang kaki dan tak bisa move on, selalu berfoya-foya. Ketika ditanya sang istri, dengan ringan ia menjawab, ?Jangan terkena ragi farisi dan herodes! Tuhan pasti akan memberi, Ma! Jangan khawatir?? Dibegitukan, si ibu awalnya diam tapi lama-lama sewot juga!

Atau dalam sebuah persiapan acara rohani, tim panitia yang harusnya menyiapkan hal-hal teknis memilih untuk bermalas-malasan, ?Yang penting doanya dibanyakin aja lah nanti Tuhan melipatgandakan!? Saat acara berlangsung dan ada persoalan di sana-sini, buru-buru mereka menyalahkan, ?Nah, inilah akibat karena kita kurang doa!?

Pola penerimaan firman yang seperti ini tentu kurang bisa dibenarkan. Ada satu hal yang perlu kita cermati dalam cerita Yesus hari ini yang menjadi pembeda dengan sikap malas si bapak dan tim panitia dalam ilustrasi di atas.

Modal

Apakah itu? Modal!
Modal tak melulu berarti uang, modal adalah usaha terbaik yang sudah kita berikan menggunakan akal budi dan segenap jiwa serta raga sebelum akhirnya Tuhan yang turun tangan untuk dilipatgandakan sebagai hasil.

Para murid itu tetap membawa satu roti ke dalam perahu, itu modalnya. Ketika membuat kenyang lima ribu orang, Yesus menyuruh para murid mengumpulkan roti yang ada lalu terkumpul lima roti, itu modalnya! Ketika empat ribu orang banyaknya kelaparan, para murid mengumpulkan tujuh roti, itu modalnya!

Tuhan melipatgandakan hasil, tapi mana modalmu? Doa dan keyakinan tentu modal juga, tapi kalau mau dicap ?yang terbaik? tentu tak bisa dan tak boleh hanya berhenti di situ.? Jadi, kalau kamu merasa belum dilipatgandakan hasilmu dalam hidup, barangkali bukan karena kamu kurang iman, bukan karena kamu kurang doa tapi bisa jadi karena kamu belum memberikan modal awal yang terbaik…

Sydney, 13 Februari 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.