Masuk kerja hari pertama. Telanjang atau berpakaian apa?

19 Jan 2015 | Cetusan

blog_kerja

Segala sesuatu yang terjadi pertama kali memang berbeda, demikian pula dengan pengalaman masuk kerja pertama kali!

9 Februari 2009 adalah hari pertamaku masuk kerja pada kantor pertama yang menerimaku sebagai pegawai setelah pindah ke Australia.?Aku ingat betul, beberapa hari sebelum hari itu tiba, aku demam panggung! Sedikit-sedikit tanya ke istriku, Joyce, bagaimana baiknya menyikapi hari pertama masuk kerja itu, maklum negara baru, budaya baru!

Aku ingin berbagi tips tentang bagaimana sebaiknya masuk kerja hari pertama.?Simak berikut ini!

 

Kamu masih ada di dalam percobaan

Sebelum menyiapkan banyak hal lainnya menjelang masuk pertama kerja, hal yang harus kamu sadari adalah mempersiapkan hati bahwa bahkan hingga tiga bulan ke depan setelah hari itu, kamu sebenarnya masih berstatus karyawan percobaan. Rata-rata di Australia, tiga bulan pertama adalah masa percobaan.

Artinya? Kamu belum terlalu ?dianggap? meski sebenarnya sejak pertama kali datamu masuk ke bagian personalia, beberapa hari sebelumnya, kamu sudah berada dalam sorot lampu paling terang dalam tim.

Keberadaanmu adalah penambahan biaya (dalam bahasa positifnya, investment) bagi perusahaan yang membayarmu maka buktikanlah bahwa apa yang kamu ?janjikan? dalam proses interview itu benar demikian adanya!

Kalau kamu sampai tak bisa membuktikan janjimu dalam rentang masa percobaan, perusahaan tak segan-segan untuk memberi kartu merah dan kamu harus cari kerjaan baru lagi.

Nggak enak, kan?

 

Jam masuk kerja

Yang pasti jangan sampai telat meski jangan pula datang terlalu pagi pada hari pertama kerja!

Biasanya pada surat perjanjian kerja yang kamu tanda tangani beberapa hari sebelum masuk hari pertama, di situ disertakan pula siapa contact person yang harus kamu telepon saat kamu berada di ruang recepsionist/pintu kantor.

Kalau kamu datang kepagian, misal datang jam 8 padahal baru masuk jam 9, contact person belum datang, kamu akan banyak nganggur di depan recepsionist.

Bagiku ini malah bikin tambah nervous karena harus melihat banyak orang lalu lalang dengan tampang sibuk dan bete karena harus kembali kerja!

Datang telat bukan sesuatu yang memang tak termaafkan, tapi telat pada hari pertama itu ?nggak banget? lah!

 

Toilet, pantry, mailroom dan setup mail juga kartu pass.

Hal yang tak kalah pentingnya adalah kamu harus tahu dimana toilet, pantry dan dimana mailroom (untuk perusahaan-perusahaan besar). Ketiga hal itu penting sekali terutama mailroom karena biasanya kamu diminta untuk mengambil kebutuhan office kamu seperti ballpoint, buku tulis, lem, dll di mailroom itu.

Oh ya, kamu juga perlu kartu pass perusahaan.
Ada perusahaan yang tidak mengijinkan pegawai percobaan untuk mendapatkan kartu pass/akses ke kantor tapi ada juga yang memperbolehkannya.?Kalau diperbolehkan, segeralah mengusahakan kartu pass supaya hari berikutnya kamu tak perlu merepotkan kawan kerjamu untuk menjemput di depan pintu/recepsionist.

Tak lupa mintalah username dan password email accountmu. Biasanya ketika kamu sudah men-setting email di komputermu dan membukanya untuk pertama kali, kamu dikagetkan dengan bejibun email yang sudah masuk bahkan sejak kamu belum masuk kerja. Ini lumrah, karena jauh sebelum kamu masuk hari pertama, personalia bekerja sama dengan IT biasanya telah selesai?men-setting email untukmu dan manajermu sudah mendistribusikannya ke team member ataupun stakeholders yang nanti akan bekerja denganmu!

 

Pakaian. Telanjang?

Bekerja dalam bidang IT di Australia biasanya cenderung lebih rileks ketimbang pekerjaan di bidang lainnya. Bahkan, pada perusahaan-perusahaan yang memang mengkhususkan diri pada industri kreatif, mereka memperbolehkan pegawainya mengenakan celana pendek dan kaos kutang. Pokoknya apapun selama kerjaan kamu bagus dan tidak sedang bertemu dengan klien.

Kecuali memang kamu diharuskan mengenakan pakaian dengan ketentuan tertentu, ada baiknya hari pertama kamu berlagak seperti ?anak baik? dulu lah.

Pakaian berpola ?smart casual? bisa jadi pilihan. Kenakan kemeja rapi berlengan panjang dipadu dengan celana kargo atau jeans yang tidak belel serta sepatu formal.

Kalau ternyata semua sudah OK, kamu bisa pakai pakaian yang lebih casual entah itu poloi shirt, atau sepertiku tshirt polos, skinny jeans dan sneakers!

 

Bawa apa saja?

Ini biasanya jadi pertanyaan menarik, bawa apa saja di hari pertama?

Perusahaan-perusahaan tertentu biasanya sudah menetapkan kita perlu membawa beberapa dokumen pribadi untuk kelengkapan administrasi dan perpajakan (biasanya driving license, bank account, passport dan yang pasti adalah nomer wajib pajak – TFN/ABN).

Selain itu, biasanya pada hari pertama aku akan membawa laptop kerjaku sendiri. Meski perusahaan sudah menyiapkan mesin kerjamu tapi belum tentu ia telah dikondisikan untuk bekerja sesuai kenyamananmu. Pada tingkat yang ekstrim dan kamu dituntut untuk langsung kerja dan butuh selesai cepat, tinggal buka laptopmu dan kerja! Ini akan jadi credit point tersendiri tentu saja!

Kamu sebenarnya juga nggak perlu bawa bekal makanan selama kamu tahu bahwa di sekitar kantor ada coffeeshop/kantin (biasanya ada!) Meski demikian aku pernah bekerja di kantor yang sebelah kiri kanannya adalah bush (hutan) dan coffeeshop mobile hanya datang tepat jam 10 lalu setengah jam berikutnya sudah pergi dan pada saat-saat itu semua pegawai yang tidak membawa bekal keluar mengantri untuk membeli makanan untuk lunch mereka.

 

Pulang kerja jam berapa? Kamu tak perlu nginep di kantor!

Pada hari pertama pulanglah pada jam dimana kalian harus pulang kecuali ada permintaan untuk stay late, sesuatu yang biasanya tak pernah terjadi.

Jangan pernah mencoba pulang terlalu larut pada hari pertama dan hari-hari dimana kamu kerja pada masa percobaan!

Loh kenapa? Bukankah hal itu menunjukkan bahwa kita sangat mencintai pekerjaan dan perusahaan?

Ya, aku dulu berpikir sama sepertimu! Tapi sebagian besar perusahaan meminta kalian pulang tepat waktu dengan alasan pengiritan sumber daya (listrik, air, dll), OHS (workplace health and safetly) dan ini yang paling penting: penyesuaian budaya.

Budaya orang bekerja di sini adalah sangat menghargai keseimbangan kerja dan kehidupan di luar pekerjaan. Kalau kita datang ke satu perusahaan lalu menunjukkan bahwa kita hidup hanya untuk bekerja, di satu sisi hal itu akan menimbulkan was-was dari pekerja lain bahwa managermu akan lebih suka dengan cara kerjamu yang luar biasa ngototnya dan lebih menghasilkan sehingga mereka tampak lebih malas dan tak maksimal.

Manajer yang baik justru akan berpikir untuk tak merusak ritme kerja yang sudah nyaman ketimbang mendapatkan penghasilan lebih dari caramu bekerja tapi menghancurkan team yang sudah dibangun susah payah jauh sebelum kamu bergabung.

Jangan sampai niat baikmu itu justru berakhir dengan pemberhentian karena kamu dianggap tak sesuai dengan kultur yang ada.

 

Nah ini yang paling penting, ngapain aja di hari pertama?

Jawaban pertanyaan ini bisa sangat bervariasi. Tapi baiklah kujawab berdasarkan pengalamanku saja.

Bekerja di hari pertama pada perusahaan pertama, 9 Februari 2009, pihak kantor telah menyiapkan segala yang kuperlukan: sebuah komputer, meja, drawer dan perlengkapan kantor.

Aku lalu diminta untuk bergabung dalam meeting perencanaan minggu itu termasuk untuk mengenalkanku dan rencana-rencana kerja di hadapan tim besar.

Setelah meeting, aku diberi materi untuk pengenalan perusahaan hingga diminta pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul jam 5 sore.

Bekerja di hari pertama pada perusahaan kedua, sekitar tengah tahun 2010 beda lagi.?Karena itu perusahaan besar (salah satu document management company terbesar di dunia – hint: perusahaan ini adalah penemu teknologi fotokopi dan mouse komputer) pada hari pertama aku dihadapkan pada beberapa training perkenalan. Diajak tour keliling bangunan kantor, diajak makan di restaurant (Thanks, Lou!) sorenya baru diminta menset email dan mengurus kartu pass.

Itupun pakai embel-embel, ?Take it easy, Darling. Kamu bisa kerjain besok kok?(kalau nggak selesai sekarang)?

Bekerja di hari pertama pada perusahaan ketiga, Maret 2013 beda juga.?Perusahaannya lebih kecil dari perusahaan sebelumnya. Begitu aku datang dan dikenalkan dengan team lalu dibiarkan begitu saja dengan komputer yang masih teronggok dan nggak ngerti harus setup seperti apa karena technical environment-nya baru.

Dari jam 9 sampai jam 3 aku didiamkan begitu saja dan setiap bertanya ke manajerku selalu dijawab, ?Sorry kamu bisa nggak ngapain dulu kek, aku lagi ada deadline jam 4 sore ini!?

Sekitar jam setengah lima dia datang dan bilang sorry trus aku disuruh pulang dan ia janji besoknya akan bawa orang IT support untuk bantu.

Apa yang kulakukan selama itu? Facebook-ing! Pamer kantor baru lewat status, tiada lain!

Bekerja di hari pertama pada perusahaan keempat, 9 September 2013, perusahaan tempatku kerjaku sekarang ini beda lagi.

Begitu masuk kerja, dikenalkan dengan satu team, lalu duduk di bangku, baru saja meletakkan tas lalu tiba-tiba teman kerjaku yang duduk disebelahku bilang, ?Kamu bisa bantu aku? Aku lagi ada deadline jam 11 dan ini aku gak bisa kerjain, error melulu!?

Aku melongo sebentar, lalu bilang, ?OK!? langsung kukerjakan dan kuselesaikan.?Begitu selesai, dia bertanya lagi, ?Kamu bisa kerjain ini juga? Ini juga mesti selesai cepeetan sore ini!?

Aku meng-ok-kan lagi dan langsung mengerjakan pekerjaan itu hingga lumayan larut sekitar jam 6. Waktu itu aku cuma berpikir bahwa kalau aku nggak bisa ngatasi hari itu, mana bisa aku mengatasi hari-hari berikutnya?

Sebarluaskan!

6 Komentar

  1. Memang, hari pertama masuk kerja di kantor baru hampir selalu terserang demam panggung

    Balas
  2. Tulisannya menarik untuk dijadikan rujukan saat pertama kali masuk kantor, Mas. Biasanya saya menggunakan hari pertama ngantor untuk mengamati keadaan, memulai pertemanan dan mencari temen makan siang hahahaha.

    Best of luck kerja di Aussie. Saya dulu cuma sempet magang doang di NGO namanya Oxfam di Melbourne.

    Balas
  3. Sipp..sangat bermanfaat tipsnya

    Balas
  4. 2009 sudah kerja ya mas, sedangkan saya baru kuliah, wah beda jauh ya :)

    Balas
    • Saya kerja sejak 1999 :)

      Balas
  5. “Mempersiapkan hati” yang paling penting ya.Mau pakai baju apa, apa yang akan dikerjakan, bagaimana penerimaan karyawan senior adalah pertanyaan2 yang paling sering muncul saat pertama kita masuk ke dunia kerja atau perusahaaan baru.Terima kasih untuk tipsnya,

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.