Masuk angin di akhir musim dingin

24 Agu 2026 | Australia

Kurang dari seminggu lagi, musim dingin di Australia secara official berakhir.

Sejak dua minggu lalu, blossom tree yang kutanam di depan rumahku yang daunnya menggugur sejak awal musim dingin mulai berbunga indah seperti yang tampak dalam gambar di rawian ini.

Blossom tree

Ini adalah musim dingin ke-17 sejak migrasiku ke Australia di akhir 2008 silam dan kian lama aku kian sadar bahwa badan ini sejatinya adalah badan tropis yang tidak siap untuk musim dingin di negara sub-tropis. Apalagi dengan fisik yang makin menua, daya lawan terhadap suhu dingin kurasa makin menurun.

Segala daya untuk menghangatkan tubuh kulakukan. 

Mulai dari menambah beberapa lapis pakaian, celana, kaus kaki yang sampai dua lapis, penutup leher berbahan wool yang tak boleh ketinggalan hingga penutup kepala serta pemanas ruangan yang tak boleh berhenti menyala di rumah.

Setiap April, sekitar dua bulan sebelum musim dingin tiba, aku suntik vaksin flu supaya kalaupun terdampak, aku tidak terkena varian flu ganas sehingga semua bisa lebih dikondisikan lebih baik. Tahun ini, aku cukup berhasil dalam hal per-flu-an. Tahun lalu aku bisa KO hampir dua-tiga minggu kena flu, tahun ini tidak sama sekali.

Tapi beda flu, beda pula dengan masuk angin!

Dan bicara soal masuk angin, masa-masa akhir musim dingin seperti ini sebenarnya justru adalah masa rawan.

Masa di mana tubuh mulai tidak sinkron dengan pikiran. Pikiran mengingatkan tubuh bahwa meski suhu udara di siang dan sore menaik tapi pagi dan malam tetaplah dingin dan angin yang meski menjarang tapi sekalinya bertiup, dinginnya menusuk tulang!

Tapi yang namanya tubuh, maunya bebas dari balutan berlapis-lapis katun. Tubuh yang makin berani untuk dibaluti satu lapis kemeja dan celana katun saja. Syal leher? Ah apa itu? Nggak perlu! Pun tidak dengan penghangat kepala!

Jadinya ya seperti mudah ditebak…
Kepala berat nan pening, sendawa dan kentut yang tak berkesudahan membuat sebel anak-anak dan istri yang tentu tak tahan dengan baunya hehehe. 

Kalau udah gitu, saatnya meringkuk sambil menunggu istri menghidangkan mie instan berkuah pedas, wedang jahe racikannya serta beberapa sachet tolak angin hampir setiap malam!

Sebarluaskan!

2 Komentar

  1. masuk angin itu apa menyerang kaukasian juga?
    apa hanya asian?

    Balas
    • Aku gak terlalu paham tapi seharusnya mereka pun juga mengalami tapi karena sejak lahir sudah terbiasa di iklim kayak gini, mungkin daya tahannya beda :)

      Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses