Masih perlukah berdoa di jaman sesibuk ini?

16 Jan 2019 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini menceritakan bagaimana Yesus menyembuhkan banyak orang sakit di Kapernaum. Mula-mula adalah ibu mertua Simon yang sedang sakit demam, dibangunkan Yesus lalu sembuh. Kemudian berdatanganlah orang-orang yang tak hanya sakit fisik tapi juga kerasukan setan untuk minta disembuhkan. Tak dituliskan oleh Markus berapa banyak yang dilayani Yesus hari itu tapi dalam Markus 1:34 ia hanya menulis ?Ia menyembuhkan banyak orang??

Pagi-pagi benar hari berikutnya, Yesus pergi ke tempat sunyi dan berdoa di sana. Hal ini membuat orang-orang yang mengantri untuk disembuhkan seperti halnya yang lain bertanya-tanya, dimana Yesus berada?

Yesus pergi ke tempat sunyi dan berdoa adalah hal yang amat menyentuhku dalam Kabar Baik hari ini, Markus 1:29-39. Bahkan untuk orang sekaliber Yesus yang adalah Tuhan pun masih memerlukan diri untuk berdoa! Hebat nian!

Lha bagaimana dengan kita? Kita yang masih manusia, apa juga sering memerlukan diri untuk berdoa?

Hidup terasa kian banyak menuntut kita untuk hadir dalam setiap aktivitas. Keluarga, pekerjaan, pelayanan di Gereja, hobi dan komunitas sosial, semua memerlukan kehadiran kita yang melibatkan waktu dan tenaga. Lalu kapan doanya?

Membangun rutinitas doa itu bagiku tak mudah. Aku mau jujur blak-blakan saja, intensitasku menulis itu lebih besar ketimbang intensitas doaku. Apakah hal ini buruk? Yang pasti aku bisa membuatnya lebih baik dengan jalan lebih menyempatkan diri untuk berdoa.

Kawan lain berkata tentang kehidupan doanya. ?Kerja adalah doaku, Don! Kerja nyata untuk penghasilan anak istri! Itu doaku!? katanya dengan mata berapi-api.

Benarkah? Baginya kerja adalah doa karena bekerja itu hal baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tapi bagiku, kerja adalah kerja, doa adalah doa. Dua hal yang berbeda. Titik!

Doa adalah mengambil waktu khusus untuk berbicara dengan Tuhan karena doa adalah sarana komunikasi kita denganNya. Sebagaimana halnya kita menelpon pacar, kita keluar dari ruang kerja, mencari waktu dan tempat yang sepi sehingga suaramu terdengar olehnya dan sebaliknya.

Doa bisa berisi banyak hal tapi tak semua hal harus dijejalkan dalam doa. Kenapa? Tuhan tahu apa yang ada dalam pikiranmu dan kalau semua hal dikatakan dalam doa, waktu kita habis hanya untuk berdoa saja dan lupa bekerja!

Lalu apa sih hal yang membuat kita kadang-kadang lupa berdoa?

Dari pengalamanku sendiri, alasan untuk tak berdoa adalah klasik, ?Sibuk!? Kesibukan membuatku seolah tak punya waktu untuk berdoa meski untuk bersocial media dan menulis Kabar Baik seperti ini, pasti bisa hahaha?

Kedua adalah alasan tak bisa fokus. Sudah meluangkan waktu untuk berdoa tapi saat hendak berdoa dan ada di dalamnya pikiran malah lari kemana-mana. 

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Aku tak tahu karena aku sendiri masih sulit untuk membangun kehidupan doa yang lebih baik. Tapi kata teman-temanku yang sukses , untuk mengatasi alasan klasik ?Sibuk!? adalah ?Sempatkan!? Kamu sibuk (bekerja)? Maka sempatkan (berdoa)! 

Untuk alasan kedua, yaitu tentang pikiran malah lari kemana-mana, cuekin aja! Pokoknya berdoa, berdoa, berdoa! Lama-lama kamu akan terbiasa fokus.

Donny, bagaimana kalau kita berdoa saat hendak istirahat saja?

Hehehe, aku dan barangkali kalian juga pernah, sering mencoba hal ini. Membawa rosario ke tempat tidur, baru selesai lima butir Salam Maria lalu tertidur hingga pagi harinya ketika bangun kita bergegas mencari rosarionya dimana, lalu menutup rosario dengan membuat tanda salib dan berkata, ?Amin!? 

Kamu mau berdoa atau mau tidur atau keduanya? Berdoa adalah berdoa, tidur adalah tidur. Titik!

Sydney, 16 Januari 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.