Satu yang menggelitikku soal ekslusifitas dalam agama adalah demikian, surga dan neraka itu sebenarnya domain agama atau Tuhan?
Kenapa aku berpikir demikian, karena menurut ajaran agama A, semua orang yang diluar A akan susah untuk mendapatkan surga. Demikian juga dengan ajaran agama B, orang diluar B mau tak mau akan langsung dilemparkan ke neraka. Barangkali penyelesaian terbaik dari masalah itu adalah bagaimana kalau kita bertanya langsung saja pada Tuhan, “Tuhan, agamamu apa?” sehingga setelah menerima jawaban, kita bisa beramai-ramai memeluk agama yang dianutNya.
Ada yang mau bertanya padaNya? :)
Ada yang bisa mendengar jawabNya? :)

Anyway,
beberapa waktu yang lalu, bersama istri, aku berkunjung ke Mary Mackillop Place.
Mary adalah biarawati Australia yang hidup di akhir abad ke-19 dan meninggal pada 1909 dan dimakamkan di Kirribilli, North Sydney, Australia.
Beberapa waktu sesudah meninggal, kumpulannya lantas membuat kapel yang melingkupi bangunan makamnya.
Keistimewaan Mary McKillop adalah karena saat ini ia sedang diperjuangkan untuk mendapatkan kanonisasi dari Paus sebagai syarat untuk dianggap sebagai orang suci, sebagai orang yang diyakini saat ini rohnya telah berada di surga.

Proses kanosisasi sendiri bukanlah satu hal yang mudah.
Dibutuhkan waktu yang terkadang sangat panjang, ditempuh pula berbagai macam penelitian terkait berbagai macam hal terkait dengan riwayat hidup serta mukjizat yang terjadi pada sosok calon orang suci dan dunia sekelilingnya.

Carilah informasi soal berapa lama dan berbelitnya proses kanonisasi St Bernadetta dari Lourdes yang akhirnya diangkat menjadi santa. Dan marilah kita hitung (jika sampai usia kita) akan berapa lama proses kanonisasi untuk pengangkatan Ibu Theresa dari Calcutta, Paus Yohanes Paulus II, Romo Sandjaja dari Muntilan, Jawa Tengah, Indonesia hingga Maria McKillop itu nantinya.

Kapel Mary Mackillop atau biasa disebut The Mary MacKillop Memorial Chapel sendiri sebenarnya tak terlalu luas.
Ya, namanya juga kapel meski kuyakin nanti kalau ia benar-benar diangkat jadi santa yang notabene bakalan jadi santa pertama asal Australia, pemerintah pasti akan membangun gereja lebih luas dan lebih bagus dari yang sudah ada sekarang.
Makam Mary berada persis di sebelah kanan altar.
Terbuat dari lempengan marmer lebar dengan patung setengah badannya serta diterangi lampu berwarna kuning keemasan.

Di sebelah kanan bangunan kapel , terdapat bangunan lain yang masih berada satu kompleks dan secara keseluruhan diberi nama Mary MacKillop Place. Bangunan tersebut digunakan sebagai museum dan toko cinderamata. Tampaknya karena begitu banyak minat orang datang (waktu aku ke sana ada rombongan lain yang ternyata berasal dari Indonesia) maka pihak pengelola tak tinggal diam, menyediakan berbagai macam cinderamata seperti kalung rosario, kaset video, CD, DVD, buku serta pernak-pernik terkait dengan sisi hidup Mary McKillop untuk dijual. Dan tak hanya itu, di salah satu sudut toko cinderamata, dibangun coffeeshop kecil yang memungkinkan kita untuk duduk-duduk sembari mengobrol atau membaca buku yang baru kita beli.
Tinggalkan Balasan