Made in China

12 Mei 2010 | Cetusan

Berterimakasihlah pada China!
Karena, sedemikian murah dan cekatannya tenaga kerja di negeri itu, maka kita bisa mengenakan pakaian bagus dengan harga terjangkau.
Awal 2000-an lalu, aku masih begitu alergi setiap belanja pakaian dan melihat dibalik tag name nya atau di bungkus produknya tertera tulisan “Made in China”. Bukannya berlebihan, tapi waktu itu tendensi barang bagus selalu diidentikkan kalau nggak Amerika Serikat ya Kanada atau Inggris meski kita tak tahu apakah saat itu barang-barang yang ‘ngakunya’ buatan negara-negara barat itu sebenarnya sudah diproduksi di China atau belum.
Tapi semakin kemari, menghindari tag name yang tak menerakan tulisan “Made in China” adalah satu kesulitan yang luar biasa apalagi kalau jangkauan kita hanyalah retailer-retailer yang menjamur di pusat-pusat pertokoan. Bisa sih kalau kamu pergi ke butik-butik khas Eropa yang mahalnya nggak ketulungan itu, semua masih menggunakan “Made in Italy”, “Made in France” atau “Made in Germany”.
Tapi pertanyaanku lantas, siapa yang bisa menjamin bahwa barang-barang yang mahal itupun benar-benar buatan Eropa dan bukannya buatan China?
Aku ingat, terakhir kali membeli pakaian yang bukan “Made in China” adalah Nudie Jeans yang kubeli April 2009.
Jeans yang konon banyak dipakai para artis itu kulego dengan harga yang cukup tinggi, 250 dollar dan ah…. betapa lega hatiku ketika melihat tulisan di tagnya “Made in Italy”. Tapi siapa nyana, dan aku tak mengkait-kaitkan dengan “made in” mana, setahun berikutnya, tiga minggu silam, aku terpeleset di tangga, jatuh terpelengkang dan bretttttt jeans seharga selangit itupun robek tak terperikan, menyisakan tawa seorang cewek bule yang melewatiku dan meninggalkan muka merah nan masam di wajahku dan membuatku berkata, “Asu!” Lalu kembalilah aku kepada Levi’s 501, jeans legendaris Amerika Serikat yang ‘sayangnya’ juga sudah buatan China :)
Produk “China’ memang pada akhirnya membanjiri dunia sesaat setelah banyak produsen-produsen dunia membanjiri China untuk usaha produksinya, tak terkecuali Australia! Di satu sisi ini tentu pertanda buruk karena menandakan begitu besarnya superioritas China dan mengkerutnya kedigdayaan dunia barat, tapi di sisi lain, dengan harga jual yang relatif lebih rendah, kesempatan setiap lapisan masyarakat untuk merasakan nikmatnya menggunakan produk ‘bagus’ menjadi begitu besar.
Tengoklah Target, misalnya.
Raksasa retail yang menjajakan aneka kebutuhan rumah tangga dengan harga miring dan terjangkau di Australia itu menjadi ‘tempat bersandar’ bagi kalangan menengah untuk berbelanja.
Sebagai contoh, kaos Transformer dengan label asli ‘Transformer’ dijual dengan harga dibawah 20 dollar. Kaos-kaos bergambar tokoh Disney yang dulu harus dibeli dengan mahal, sekarang pun bisa ditebus dengan harga sekitar 15-an dollar, tapi ya tentu ber-Made in China. Jeans tebal yang kuyakin tak kan robek meski jatuh terpelengkang dijual di bawah bandrol 100 dollar bahkan sepatu-sepatu kanvas yang digilai ABG dijual dengan bandrol terendah hanya 6 dollar, juga cetakan Shanghai dan sekitarnya!
Jangan heran, ini bukan sulap lagi bukan sihir, tapi lebih sebagai sebuah mukjizat di awal abad 21 oleh China bagi dunia.
Oleh karenanya, tak heran kalau dengan bangga, di setiap dinding terdekat dengan kasir, di setiap outlet Target terpampang tulisan yang tampak di gambar samping. Bahwa setiap warga Australia berhak atas pakaian yang bagus adalah benar, tapi bahwa setiap warga Australia berhak atas pekerjaan dalam membuat pakaian yang bagus itu tidak benar, karena orang China lah pembuatnya :)

Sebarluaskan!

39 Komentar

  1. Hemmm…. produk china emang banyak mendominasi skr…
    rada ngeri ama quality.. tapi ya bagaimana lagiii….
    penetrasinya ke market gila2an.. mana harganya miring gila :|
    gue pribadi pilih2 sih.. gak anti ama barang china cuman liat2 barangnya…
    salam buat Odi yaaa :)

    Balas
    • Masalah quality kupikir selalu mengikuti harga hehehehe..
      Jadi, pemikiranku malah sebaliknya, karena murah maka kalau gampang rusak ya lumrah :)
      Salam akan kusampaikan :)

      Balas
  2. China memang sekarang menjadi raja di pasar dunia. Dulu bos saya sempat panik ketika tahu hape nokianya ternyata ada label “made in china”-nya. Katanya dia ketipu beli hape palsu. Lalu saya kasih tahu kalo Nokia emang sekarang diproduksi di China, dan dia pun misuh-misuh :D.
    Hidup China *eh*

    Balas
    • Hehehehehe, banyak orang tak siap dengan kebangkitan Naga itu, Glek :)
      Akupun dulu begitu :)

      Balas
  3. once i saw one of our production line, sumwhere in china mainland, a finishing engine that should be exist has been replaced by manual human-working. So i asked my fellow “why?”.
    he silently whisper, cost for manual work here..is cheaper than automated work.. not to mention maintenance cost…, so klo boleh ngelanjutin quote-mu
    “Berterimakasihlah pada China!
    Karena, sedemikian murah dan cekatannya tenaga kerja di negeri itu, maka kita bisa mengenakan pakaian bagus dengan harga terjangkau”
    tapi makin banyak anda beli, semakin membahayakan peluang kerja anak atau cucu anda.. , jadi ya sak-madyo wae. :D
    – know what.., bar tuku paket ERP, lumayan mumpuni, lisensine murah sisan. ternyata made in China. . :) …waspadalaah :D

    Balas
    • Hehehehe, aku tak pernah percaya bahwa rejeki akan habis cuma karena China adalah penguasa dunia :)
      Pasti ada celah, dab! Ada celah huahuahua!

      Balas
  4. kowe gawean Cina bukan Don ?

    Balas
  5. hebatnya lagi harga buatan cina di online shop sudah termasuk ongkir!
    whakkk… sama produksi indonesia yang gak pakek ongkir aja tetep lebih murah lagi hihihi…
    aku sebenernya pengen nulis mentalitas org cina yg membuat negaranya menjadi sedemikian maju, don… tapi lagi mikir2 cara nulisnya biar tidak dicap rasis wkwkwkwk…

    Balas
  6. setujuh..
    bukan soal baju dan elektronik, kacamata langsung pakai pun diproduksi oleh China.
    waktu itu ada keadaan darurat, ponakanku kacamatanya pecah (dipecahin sama anakku) sementara dia sangat tergantung dengan kacamatanya itu, Anak Muda!! :D
    Untuk keadaan darurat (sembari menunggu kacamatanya itu jadi) belilah dia di Pusat Grosir gitu..(yang aku heran ukuran minusnya jg ada) terus udah gitu juga enak dipakai.
    Halah..komen apa curhat ini?

    Balas
  7. menjamurnya made in china bagi saya pribadi adalah hal yang menyenangkan karena saya bisa beli barang2 baru tapi asap di dapur tetep ngepul, walaupun di lain pihak merugikan beberapa perusahaan di indonesia berikut karyawan2nya tapi saya yakin mereka juga pasti memakai made in china. heehehhehee…
    sempet sih terbersit ketakutan ketika warga negara indonesia sudah sangat tergantung pada produk made in china (monopoli) terus harganya melambung tinggi. Ahayy….

    Balas
    • Sebenarnya kita tak perlu takut akan ketergantungan karena sejatinya siapa sih yang tak tergantung dalam hidup ini?
      Yang terbaik menurut saya adalah bagaimana menjaga ketergantungan itu dengan baik :)

      Balas
  8. Saya juga merasakan betapa kedigdayaan Barat mulai “mengkerut” manakala China mulai (nyaris) menguasai pasar dunia, dengan harga yang terjangkau masyarakat terlabel dalam setiap produk yang dilepas ke pasaran.
    Hanya memang diperlukan sikap selektif, to, bagi konsumen, karena fakta yang tersiar lewat beberapa media, produk China ada juga yang berdampak tak baik bagi kesehatan. Salam kekerabatan.

    Balas
    • Betul.. saya suka produk China tapi untuk obat2an dan makanan tidak ;)

      Balas
  9. Haha, aku si nggak peduli dengan made in mana. Lebih peduli dengan merk, terutama barang elektronik.
    Soalnya mau dibuat dimanapun, kualitas sebuah merk itu kan standard global. Spare part nya juga pasti orisinil kualitasnya, cuman dirakitnya di Cina sana.
    Kecuali yang bikinan Cina tanpa merk, itu baru… dipertanyakan :lol:

    Balas
    • Pendapatmu mantap!
      Aku setuju seratus persen denganmu, yang penting quality control, right?
      Meski Apple, meskipun made in china tetaplah Apple yang diawasi SF :)

      Balas
  10. Maka dari itulah, kalo ada pakaian baru, banya yang bilang, “eh, masih bau china”

    Balas
    • Hahahaha, lha kalau orang China yang pake pakaian baru? Brarti baru terus dong ;)

      Balas
  11. Disini ada loh MAs toko yang khusus jualan baju made in China. Harganya cuma berkisar 10-20 RM. Pdahal model dan bahan bagus2. Kalo gw lebih tertarik ke alat2 rumah tangga (hehehe maklum emak2), seperti piring, mangkok, mug, dari porselen, yang warna putih seperti perlengkapan di hotel2. Di toko yang namanya Super Save, ada loh mug harganya cuma 50 sen. Piring2 makan yang besar dan datar cuma 2 RM. Wah, langsung kalap deh belanjanya :-)

    Balas
    • Di sini juga banyak tapi ya nggak langsung bertuliskan “Toko China” :)
      dan, eh mana ada sih toko yang produknya nggak produk cina semuanya ?:)

      Balas
  12. Keren Mas, tulisannya…

    Balas
  13. Justru itulah…ACFTA (Asean China Free Trade Agrrement) mengkawatirkan pengusaha Indonesia (Kadin)…walau sebetulnya peluang juga banyak sekali.
    Dari sisi kualitas, saat China masih di bawah, karena banyak industri rumahan, namun bukan tak mungkin jika kualitas bisa ditingkatkan, dan harga bersaing, mereka merajai dunia. Bukankah saat krisis global ini pertumbuhan negara yang positif dicapai oleh China, kemudian baru India..dan ketiga Indonesia.
    Saat cari oleh-oleh di pertokoan London..souvenir khas sana (Big Ben dsb nya)..tersembunyi tulisan kecil dibawahnya…made in China.

    Balas
    • Iya, Bu….
      Harusnya dengan melihat perkembangan seperti itu, pemerintah kita semakin berani ‘bersaing’ memberi angin kepada pengusaha dunia untuk mudah masuk dan berinvestasi di Indonesia ya?

      Balas
  14. pabrik saya tempo hari (eks-japan) sekarang dibeli investor china, … apa perluasan wilayah ya? :)

    Balas
    • Ah, kupikir mereka cuma ‘jajan’ aja, Bos :) Uang mereka terlalu besar :)

      Balas
  15. Salam Mas Donny,
    Superioritas China memang sulit dibendung, produk yang berlimpah dengan harga jual dibawah rata-rata membuat produk china seperti wabah.
    Tapi ujung-ujungnya konsumen yang kelas menengah kebawah bisa sedikit ikutan menikmati teknologi maju.
    Kebetulan disini, yang merajai barang-barang electronic china.

    Balas
  16. Tapi kadang, Merek China buatan China dengan Merek non china buatan China kualitasnya memang beda mas. WAktu masih kerja dulu ini berpengaruh di produk IT. Merek China buatan China memang lebih mudah untuk rusak dibanding merek non china buatan china.
    Rasanya sih ini bukan soal kemampuan China untuk membuat barang berkualitas. Tapi masalah kemauan China (berpengaruh terhadap harga), untuk membuat barang berkualitas. Dengan Merek Non china mereka (baca:china) terpaksa mengikuti standar yang sudah ditetapkan. Terbukti mereka mampu dan hasilnya memang berkualitas beneran.

    Balas
  17. ciri2 barang china: memang g tahan lama (harus diakui dgn berat hati), tapi hebatnya lulus uji kelayakan standar. hmmmm..jangan2 pake mantra tu mereka buatnya

    Balas
  18. jujur saya ndak pernah memperhatikan baju yg saya pakai buatan mana, hehe

    Balas
  19. Kalo buat gw ga masalah mau made in China, made in Indonesia atau made in italy sekalipun… baik itu dalam hal fashion ataupun elektronik.
    Price is never Lie. Harga murah gampang rusak yah wajar, but kalo harga mahal gampang rusak yah jadi gila…. Kalo kata OrTu gw, lebih baik beli yg murah walaupun mudah rusak, apalagi soal fashion, soalnya biar bisa gonta – ganti terus modelnya haha…
    Dalam satu bidang gw rada ga mau pake produk China yaitu makanan. Nah kalo yang satu ini gw rada waspada, soalnya serem. Makanan nyangkut kesehatan banget, maka dari itu harus lebih waspada. Biasanya makanan China mengandung yang tidak – tidak, salah satu contoh kejadian permen – permen China di razia karena mengandung melamin –” swt dah….

    Balas
  20. Soal usability dan quality memang masih bisa diadu. namun di IND sini, soal value for proud masih sering jadi impian dan incaran pemilihan barang mas DV. Ada saran untuk masalah ini?

    Balas
  21. Aku mending beli barang yang merk-nya udah terpercaya, mahalan dikit nggak apa2 asal memang kualitasnya meyakinkan. Daripada beli barang murah ber-merk “aneh-aneh” tapi belum terbukti kualitasnya… :)

    Balas
  22. aku keturunan china yg lahir dan hidup d bumi pertiwi… sejujurnya… , sak tenane aku tabu soal barang2 china.. . (maksudnya waktu dulu,waktu msh tuyul) dari kecil aku yg tinggal d ndeso.. yg notabene anak juragan toko klontong yg lebih fasih menggunakan boso jowo, ketimbang boso chino, yg lbh cepat menghafal nembang bapak pocung ketimbang nembang mandarin
    yg lbh nikmat sarapan pecel, ketimbang capjay (nek capjay nga cocok unt sarapan ndeng…) yg sering d cekoki kunir asem ketimbang pai fong yen ( obat china unt nyeri haid ) yg sehari -hari.. pake daster batik made in klewer ( waktu kecil dulu ) ketimbang piyama disney made in china. so bagiku smua dan apapun yg berasal dr china tdk berpengaruh besar buatku. aku jg nga bangga klo china bisa n mampu membuat apapun semua yg d buatnya itu sehingga tersebar d segala penjuru dunia. jangankan barang … etnis china jg ada d segala penjuru dunia..(lha termasuk aku) jd nga heran.. sih.. malahan skrg nih aku agak sebel atas kelakuannya org2 china yg suka menjiplak.. yg sama skali tdk creatif. pabrik2 barang ASPAL spt LV, GUCCI, BURBERRY, dll yg terselubung d mana-mana. d sisi lain aku jg heran ( bkn bangga ) kok china bisa ya membuat produk yg hampir mirip dgn aslinya. yah sih .. krn mereka “mau” dan lama lama bisa menjadi “mampu” so jgn heran klo merk china made in china kualitas beda, drpd merk luar ( ternama) made innya china lbh berkualitas tinggi. btw pabrik BURBERRY yg asli jg ada d china tp itu asli..( license fr London ) klo itu no problem, bkn penjiplakan.. lha wong asli.. untuk INDONESIA musti ada “warning” nih, klo china memonopoli pasar qta.. IND smakin banyak penggangguran nih.. siap2 aja.. lha piye wong e dhewe sing d cari MURMERNAK (murah meriah penak)

    Balas
    • sory blom slesai commentku, so qta nga perlu berterimakasih ama china don, ntar dia GR… lho… :) :) :)
      memang udah seharus n sewajarnya brg2 china msk d segala penjuru dunia. toh negara mereka lbh parah dr qta. ( kenyatannya yg aku liat spt itu)
      di INDO, katakanlah anaknya tukang becak aja bisa kuliah S1, d sana anaknya pedagang motor, SD aja nga lulus…
      sbenernya qta musti berbangga qta jauh lbh bagus ketimbang mereka..

      Balas
  23. Hape Cina sedang jd primadona di republik ini ya..

    Balas
  24. GO CHINA GO…!!!!
    Hehe..tapi tetep aja orang-orang China (baca: China bukan Cina) bangga dan pede kalo pake merek2 non-China macam adidas, puma, nike, dsb.
    Btw kemaren saya beli celana olahraga merk puma ma kaos buat olahraga adidas,,bukannya made in US or Made in China, percaya ga percaya tapi MADE IN INDONESIA boww…
    Wah bangganya setengah mati saya, kasih liat itu made in Indonesia ke semua orang..hehe..

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.