Lebih “kristiani” dari Perwira Romawi yang non-kristiani

2 Des 2019 | Kabar Baik

Dari perwira Romawi yang ditulis Matius dalam Kabar BaikNya hari ini Tuhan mengingatkan kita sekali lagi tentang bagaimana arti beriman dan percaya.

Perwira Romawi dan hambanya yang sakit

Perwira Romawi itu adalah simbol yang datang dari kalangan yang tidak/belum percaya. 

Hamba yang dicintainya sedang sakit lumpuh terbaring di rumah. Perwira itu lantas datang kepada Yesus memohon supaya Ia sudi menyembuhkannya. Ketika Yesus sudah meng-iya-kan dan hendak pergi ke rumah, perwira itupun berkata, ?Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.? (Mat 8:8)

Yesus terkejut.
Selain karena bukan datang dari bangsa yang percaya, Yahudi, perwira itu membangun kepercayaan terhadapNya dengan cara unik. Ia membayangkan kalau dirinya yang adalah perwira saja bisa memerintahkan sesuatu melalui kata-kata kepada prajurit-prajuritnya apalagi Tuhan?!

Untuk itulah Yesus lantas berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.? (Mat 8:10)

Terlalu percaya diri karena agama?

Banyak orang Katolik terlalu percaya diri bahwa dirinya sudah pasti diselamatkan dan pasti masuk surga. Alasannya? Agamanya Katolik, tak pernah absen di perayaan ekaristi mingguan di Gereja. sudah dibaptis.

Terkait hal ini aku kemarin menemukan sebuah artikel pendek menarik dari Three Thirty Ministry yang kalau kuterjemahkan penggalannya kira-kira begini:

Semua ?Orang kristiani? pasti masuk ke surga tapi tidak semua orang itu adalah kristiani. Seorang kristiani adalah ia yang memberikan hidupnya kepada Yesus. Seorang tidak menjadi kristiani hanya dengan pergi ke Gereja. Seorang tidak menjadi kristiani hanya dengan dibaptis atau hanya karena orang tuanya adalah orang-orang kristiani.?

Perwira romawi, cara Tuhan menyampaikan pesanNya…

Perwira romawi dalam Kabar Baik hari ini menurutku adalah orang yang dikirim Tuhan untuk mengingatkan orang-orang Yahudi waktu itu untuk lebih beriman dan percaya kepadaNya.

Karena bukannya tak mungkin, orang-orang non-Yahudi di hari akhir akan diselamatkanNya. Hal ini seperti yang diucapkan Yesus dalam ayat terakhir perikop hari ini, ?Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga.? (lih. Mat 8:11)

Demikian juga dengan kita.
Menjadi orang Katolik adalah kebanggaan dan betapa hal itu harus ditanggapi dengan syukur. Tapi hal itu tidaklah cukup. Bukan agama saja dan bukan pula ketekunan dalam menjalankan agamanya saja yang mengantarkan seseorang untuk masuk surga. Iman dan percayalah kuncinya.

Iman yang setidaknya seperti yang ditunjukkan perwira Romawi tadi.

Sydney, 2 Desember 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.