Kuasa ?gereja sebelah?

9 Jan 2018 | Kabar Baik

…sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat
(Markus 1:22)

Yesus berkuasa karena Ia memang Anak Raja. Tapi itu saja tak cukup untuk mewakili lukisan kata-kata Markus hari ini. Yesus tak hanya Anak Raja, tapi Ia juga bersikap sebagai benar-benar seorang Anak Raja; melaksanakan kehendak BapaNya.

Bicara soal kuasa, lima belas tahun silam aku pernah ditawari pergi ke sebuah acara yang diselenggarakan ?gereja sebelah.? Pada brosur yang kudapat, tertera nama orang yang kerap muncul di layar kaca. Umurnya sudah setengah baya waktu itu dan hal yang paling identik dengannya adalah setiap muncul, senyumnya begitu lebar menyapa, kerut jidatnya saat berdoa dan hentakan tangannya yang lembut mengayun namun dalam sekejap orang-orang yang sakit di depannya sembuh! Kaum pengikutnya mengatakan bahwa ia adalah orang yang memiliki kuasa untuk melakukan itu semua!

Aku memutuskan untuk hadir dalam acara itu meski harga tiketnya sejatinya tak murah. Dan saat aku menceritakan rencanaku ini ke kawan lain, tanggapannya sinis, ?Ngapain pergi? Mending duitnya disumbangkan ke panti sosial!?

Aku terdiam. ?Kuasanya yang tampak di tivi itu palsu, Don! Dibuat-buat! Atau jangan-jangan? kamu lagi ngejar cewek dari gereja itu sampai kamu rela bayar untuk datang??

Aku tetap diam.

Ketika akhirnya aku datang ke acara itu, hal yang kutarik jadi kesimpulan adalah, orang itu memang memiliki kuasa!

Teman, kita cenderung mudah curiga dan memandang miring ketika ada seorang, terutama dari ?gereja sebelah yang dikabarkan memiliki kuasa dan urapan tertentu. Padahal kalau kita percaya kuasa Tuhan itu ?maha? maka sejatinya kita tak tahu bagaimana Ia menyalurkan dan menggunakan kuasa tersebut. Bisa saja dan bisa jadi Ia justru menggunakan orang-orang itu untuk saluran kuasaNya karena mereka mau menyediakan diri untuk itu terlepas dari sedikit atau banyaknya kekurangan mereka.

Sementara kita?
Kita lebih asyik mempergunjingkan ?gereja sebelah? sehingga energi yang harusnya kita fokuskan untuk memastikan bahwa kuasa yang disalurkan melalui kita bagi sesama sudah habis duluan.

Keesokan paginya, kawanku yang nyinyir dan kepo bertanya kepadaku, ?Gimana acara semalam? Dapat urapan dan kuasa apa?? Senyumnya sinis.

?Banyak!
Kuasa yang kulihat adalah bagaimana ia memanfaatkan akal dan budinya untuk membuat acaranya berjalan begitu menarik. Pilihan kata-katanya tajam menyentuh emosi. Pembawaan, penampilan serta gestur tubuh memesona. Tata lampu yang sangat menyesuaikan suasana ditambah lagi tim musik yang membawakan musik dengan amat ritmis membuat untaian acara malam itu menjadi sebuah simponi yang indah.?

?Kok malah itu yang kamu dapatkan??

?Lha apa yang kamu harapkan? Kuasa Tuhan itu tak terbatas! Kalau batasan kuasa menurutmu hanya pada hal yang ?mejik-mejik? bagiku tidak begitu! Bagiku, kemampuan-kemampuan teknis itu pun adalah kuasa yang diturunkan Tuhan kepadanya. Pokoknya nggak rugi deh bayar mahal? acaranya penuh kuasa!?

Temanku cuma bisa bengong, dan kuyakin di titik ini kalian yang membaca juga bengong sambil bergumam, ?Donny ini sedang nulis apaan sih?!?

Sydney, 9 Januari 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.