Kolonel Thomas: Kebebasan bukan berarti sebebas-bebasnya?tetap ada aturan yang harus ditaati

6 Apr 2018 | Tokoh Alumni De Britto

Kol Inf Thomas Heru Rinawan, S.IP.,M.H adalah tokoh ketujuh dari tujuh puluh Tokoh Alumni SMA Kolese De Britto yang kurencanakan.

Mas Thomas satu dari sedikit alumni SMA Kolese De Britto yang melanjutkan karir di bidang militer. Padahal sebenarnya De Britto itu ?tak jauh-jauh? amat dari militer. De Britto diasuh oleh para pastor Serikat Yesus sementara itu St Ignatius, pendiri Serikat Yesus, dulunya adalah mantan tentara Spanyol? berpangkat sama dengan Mas Thomas, kolonel.

Namun tetap saja!
Barangkali karena orang memandang De Britto dari kegondrongan rambut para siswanya, kebebasan para siswa dalam berbusana membuat orang mengernyitkan dahi ketika ada seorang lulusan yang memutuskan menjadi seorang militer.

Simak keseruan wawancaraku dengan orang yang dalam waktu lima hingga enam tahun mendatang semoga kita bisa panggil sebagai Mas Jenderal Thomas ini!

[DV] Mas, kamu lulusan De Britto tapi kenapa lalu memilih berkarir di dunia militer?

[Thomas] Pilihan hati, Mas.
Aku dulu tinggal di kompleks Lanud Adisucipto Yogyakarta karena bapak dulu berdinas di TNI AU berpangkat bintara. Sering melihat para taruna AAU (Akademi Angkatan Udara -DV) dengan berbagai atribut yang dikenakan dan bagiku hal itu membuat mereka semakin tampak gagah perkasa hahaha?

Dari situ ketertarikan untuk terjun ke militer mulai muncul. Setelah membulat aku memutuskan menggondrongkan rambut.

Lho kenapa? Apa hubungannya?

Karena aku berpikir sekolah di De Britto akan menjadi satu-satunya kesempatan menggondrongkan rambut karena setelah SMA masuk Akmil kan nggak bisa gondrong lagi.

Njenengan masih menyimpan foto saat gondrong di De Britto?

Ada? (Simak foto di bawah, ini adalah foto Mas Thomas saat gondrong – DV).

Thomas

Thomas

De Britto terkenal dengan konsep kebebasannya sementara di militer setahuku kebebasan itu seolah dibatasi. Bagaimana kamu menyikapi ini?

Kebebasan kan bukan berarti sebebas-bebasnya. Tetap ada aturan yang harus ditaati.?Bagi saya pribadi ndak ada masalah tentang kebebasan toh saya masih enjoy menjalani kebebasan yang bertanggung jawab. Justru disinilah pentingnya memaknai sebuah kedewasaan dalam menyikapi tanggung jawab itu, Mas.

Adakah nilai-nilai yang didapat di De Britto dan masih bisa diaplikasikan di TNI, Mas?

AMDG! (AMDG adalah singkatan dari Ad Maiorem Dei Gloriam, semboyan yang berarti Semua demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar –DV).

Lalu semboyan ?tidak malu, tidak malas? juga dibutuhkan dalam menjalani sikap disiplin sebagai prajurit.

Bisa diceritakan perjalanan karir militermu?

Saya masuk Akmil tahun 1992, lulus 1995 berpangkat Letnan Dua bertugas di Korps Infanteri (Pasukan tempur dengan persenjataan ringan).

Kemudian mengikuti pendidikan dasar kecabangan infanteri di Bandung selama sembilan bulan (didalamnya termasuk pendidikan intelejen dasar dan terjun payung dasar).

Dari situ saya ditugasi sebagai Komandan Pleton (satuan beranggotakan 30-an orang) di Batalyon 126/KC di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Menjadi Komandan Kompi (satuan beranggotakan 120-an orang) di Batalyon 121/MK di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara berpangkat Kapten.

Setelah mengikuti sekolah lanjutan perwira tahun 2004 di Pusdikif Bandung, saya mendapat tugas sebagai perwira seksi operasi Korem 131/Santiago di Manado, Sulawesi Utara.

Tahun 2006 menjabat Wakil Komandan Batalyon 721/Mks di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan, berpangkat Mayor./

Tahun 2009 menjabat Kepala Staf Kodim 1401/Majene di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Tahun 2011 mendapat kesempatan mengikuti pendidikan Seskoad di Bandung. Lulus dari sana menjadi perwira pembantu madya biro latihan staf operasi Kodam IV/Diponegoro di Watugong, Semarang, Jawa Tengah.

Tahun 2012 diberikan amanah menjabat sebagai Komandan Batalyon 406/CK di Kabupaten Purbalingga dengan pangkat letnan kolonel.

Tahun 2013 sempat menjabat Komandan Secata (Sekolah Calon Tamtama) di Gombong, Kebumen.

Tahun 2014 menjabat Komandan Kodim 0723/Klaten dan pada 2015 akhir mendapat surat perintah sebagai Kepala Staf Brigade Infanteri 22/Oms di Gorontalo. Seiring pengembangan satuan kodam XIII/Merdeka di wilayah Suluttenggo (Sulawesi Utara Tengah Gorontalo), saya dipercaya menjadi? Kepala Pembinaan Mental dengan pangkat Kolonel.

Mantappp!!!!
By the way, pernah nggak kamu merasa dibedakan dalam karir karena keyakinanmu yang berbeda dari mayoritas?

Yang saya rasakan sampai saat ini nggak ada yang mempermasalahkan, Mas. Kita (TNI -DV) punya prinsip berdiri di atas semua golongan.

Mas Thomas bersama istri

Mas Thomas bersama istri

Kembali ke soal ?De Britto?. Kamu akrab dengan rekan-rekan alumni?

Akrab, Mas!
Saya patut bersyukur kepada Tuhan dengan kemajuan media social, menemukan teman SD, SMP, SMA satu-persatu….

Seingat saya, ikut reunian yang pertama saat masih taruna tahun 1994 lalu ikut lagi baru 2014 saat berdinas sebagai Dandim di Klaten. Bersyukur tahun lalu (2017) bisa menghadiri pesta perak alumni angkatan 1992 di MPK (Manuk Pulang Kandang, acara reuni tahunan yang digelar setiap akhir tahun –DV).

Ngomong-omong, waktu SMA dulu kamu nakal nggak?

Hahaha.. saya tergolong menengah, pendiam. Kurang tahu juga pendapat dan penilaian teman lain tapi kalau takaran nakal sampai miras (minuman keras) tidak, merokok tidak, berantem juga tidak hahaha?

Harapanmu terhadap De Britto bagaimana, utamanya dalam tatanan masyarakat yang kian majemuk dan tantangan berat menghadapi isu gerakan yang mengikis kebhinekaan?

Perlu ditumbuhkan rasa nasionalisme, Mas.

Kalau mau direnungkan, sejatinya manusia diciptakan Tuhan adalah sepadan, setara, dan untuk saling melengkapi namun dalam kenyataannya ada yang merasa “lebih istimewa??

Patut disayangkan ideologi negara Pancasila yang telah dirumuskan para pendahulu dan pendiri negara menjadi bias dan dianggap usang sekalangan oknum.

Manusia menjadi berbeda karena pandangan hidupnya, pendidikan dan materi-materi yang diterimanya.

Kamu nggak tertarik terjun ke politik?

Saat ini mengamati saja.. Masih jauhlah. Paling tidak dalam waktu dekat, jika ada kesempatan saya pengen nyambi jadi dosen untuk pengembangan diri saja hehehe?

Mas Thomas tepat berulang tahun ke-44 hari ini. Selamat merayakan, Mas Kolonel! Semoga rawian tulisan ini menjadi salah satu kado terbaik. Suatu hari nanti, kalau sudah jadi jenderal, tiliklah kembali laman ini.

Tuhan memberkati!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.