Ketika orang berwajah Boyolali diundang datang ke pesta?

5 Nov 2018 | Kabar Baik

Yesus mengajak kita untuk mengundang makan orang-orang yang justru bukan sahabat, saudara, kaum keluarga maupun tetangga yang kaya! Ia meminta kita mengundang orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta!

AlasanNya?

Kalau kita mengundang orang-orang kaya, mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. (lih. Lukas 14:12).

Sedangkan kalau mengundang yang miskin, cacat, lumpuh dan buta, mereka tidak punya apa-apa untuk membalas sebab kita akan dapat balasan di hari kebangkitan orang-orang benar! (lih. Lukas 14:14).

Wah kalau begitu apa kita tak boleh mengundang mengundang orang-orang dekat saat mengadakan pesta hanya karena mereka kaya? 

Ya silakan dipikir sendiri :) 

Kalau memang caramu menelaah Kabar Baik mentah-mentah, siap-siaplah menerima komplain dari para saudara, keluarga dan tetangga, sahabat dan teman ketika mereka tak diundang. Malah, kamu juga harus mencari jawaban kalau ada yang bertanya menohok, ?Kamu nggak undang aku karena aku kaya? Apa salahku karena kaya?? Nah loh!

Bagiku, Kabar Baik hari ini lebih bicara tentang bagaimana kita memandang hubungan dengan sesama.

Tak usah sungkan, banyak dari kalangan yang ketika pesta memilih mengundang yang kaya-kaya saja supaya ?uang pestanya balik modal? dari sumbangan-sumbangan yang didapat.

Ada juga yang hobinya pesta mengundang pejabat baik daerah maupun nasional sekadar untuk menaikkan ?derajat? bahwa kenalannya hebat-hebat atau berharap supaya proyeknya dilancarkan si pejabat yang diundang.

Hubungan antar sesama yang dimaui Yesus adalah hubungan yang tidak mengharapkan ?kembalian?, hubungan yang tidak berpamrih.

Jadi, silakan saja mengundang orang-orang kaya, kawan, kerabat, saudara, kaum keluarga, tetangga saat pesta tapi jangan mengharapkan pamrih karena esensi pesta adalah perayaan kebahagiaan, mengundang orang untuk datang dalam pesta adalah mengharapkan mereka bahagia, sudah itu saja! Bukannya malah berpikir mengajak mereka bahagia dengan dalih yang bla-bla-bla.

Eh, btw apa ada yang pernah ditolak masuk ke acara pesta hanya karena berwajah ?Boyolali?? Semoga tidak karena meski kata ?Pak Itu? perkara wajah menentukan seseorang diusir atau tidaknya, tapi Tuhan memandang hati bukan wajah, kan? 

Sydney, 5 November 2018

Jangan lupa isi Survey Kabar Baik 2018. Hasil isian kalian dalam survey tersebut sangat mempengaruhi bagaimana pola tulisan dan distribusi renungan Kabar Baik ini akan berkelanjutan. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.