Ketika mukjizat butuh proses, bagaimana menyikapinya?

20 Feb 2019 | Kabar Baik

Orang buta yang dibuat melihat oleh Yesus dalam Kabar Baik hari ini unik karena bertahap proses penyembuhannya.

Yang pertama, Yesus meludahi matanya dan meletakkan tangan ke atas kepala si buta lalu bertanya, ?Sudahkah kaulihat sesuatu?? (Markus 8:23)

Orang itu memandang ke depan lalu berkata, “Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon.” (Markus 8:24)

Lalu Yesus meletakkan tanganNya pada mata orang itu hingga ia bisa sungguh-sungguh melihat segala sesuatu dengan jelas. (Markus 8:25)

Penyembuhan dan mukjizat, meski datang dari Tuhan ternyata butuh proses juga ya! Tak selamanya sekali jadi, kadang dua kali, kadang berkali-kali? baru jadi!

Apakah ini berarti penyembuhan Yesus itu tak sempurna? 

Tentu tidak demikian! Justru mari merenungi, kenapa Yesus tak menjadikan mukjizatNya itu ?sekali jadi? seperti di tempat-tempat lain, di kasus-kasus lain dimana Ia mengadakan mukjizat. Barangkali Ia mau kita belajar ketiga hal ini.

Sabar

Orang buta yang disembuhkan Yesus tadi adalah pralambang orang yang sabar. Jika ia tak sabar, sesudah diludahi dan melihat namun pandangannya masih belum jelas, barangkali ia akan kecewa dan berujar, ?Katanya kamu Tuhan, tapi kok pandanganku malah jadi kabur nggak jelas begini??

Ketika kita memiliki masalah dan menyadarkan solusinya kepada Tuhan, terkadang kita terjebak untuk bersikap tidak sabar terhadap proses. Misalnya suatu waktu kita dipecat dari pekerjaan, tapi sudah lebih dari tiga bulan kok belum kunjung mendapat pekerjaan baru? ?Tuhan, mana janjiMu? Aku sudah berdoa, aku sudah berusaha tapi belum juga mendapat pekerjaan!? Anak istriku mau dikasih makan apa?!?

Jawabnya? sabar!

Ah, tapi masa cuma sabar, Don? Anak istri kan nggak kenyang dikasih makan ?sabar??

Tenang! Tenang! Tenang! Baca poin berikutnya.

Berusaha

Orang buta yang disembuhkan Yesus tadi juga adalah pralambang orang yang mau berusaha. Dimana letak usahanya?

Mari membayangkan diri sebagai orang yang telah buta sekian lama. Ketika Yesus menyembuhkan dan membuka mata untuk pertama kalinya, rasanya tentu tak mengenakkan! Sinar yang masuk akan terasa begitu menyilaukan karena mata kita tak terbiasa menerima cahaya.

Tapi adakah orang itu mengeluh? Tidak! Ia berusaha sebisa mungkin untuk mengenali apa yang ada di depannya karena ia sadar memang perlu proses untuk bisa benar-benar sembuh!

Memang anak dan istri nggak kenyang dikasih makan ?sabar?! Justru itu kita harus mewujudkan kesabaran dengan usaha. 

?Aku udah berusaha tapi tetap aja nggak dapat! Ngelamar di perusahaan A sampai Z hasilnya ditolak semua!? 

Sudahkah kamu berusaha untuk melamar pekerjaan dalam bidang lain? Sambil menunggu mendapat pekerjaan yang sesuai bidangmu, kamu bisa mengerjakan hal-hal lain yang barangkali tidak kamu suka tapi dari situ kamu bisa memberi makan anak dan istri.

Jujur

Orang buta yang disembuhkan Yesus tadi adalah orang jujur. Ia jujur bilang bahwa meski sudah melihat tapi penglihatannya belum sempurna. Bayangkan jika ia bukan orang jujur. Bisa saja ia bilang , ?Tuhan, aku sudah bisa melihat!? padahal nyatanya belum.

Berproses di dalam Tuhan itu perlu kejujuran, jujur dalam menerima hasil.

Misalnya setelah sekian lama mencari pekerjaan lalu tiba-tiba datang tawaran pekerjaan sebagai penjaga malam. Penjaga malam adalah pekerjaan yang baik tapi kalau kita punya penyakit yang tak memungkinkan kita untuk bekerja di malam hari, hal itu bisa jadi tak baik dan kita harus jujur akan hal itu.

Tapi, Donny, bagaimana menyatakan kejujuran itu kepada Tuhan?

Pertama, bersyukur! Karena meski belum/bukan yang sesuai bidang kita tapi itulah yang terbaik dari Tuhan saat ini supaya anak dan istri bisa dihidupi.

Selanjutnya ya kembali berusaha untuk mencari pekerjaan yang lebih baik lagi.

Tapi sampai kapan dapatnya pekerjaan yang lebih baik lagi itu?  Sampai Ia memberinya!

Ya kapan?
Ya sabar! Ya berusaha! Ya sabar! Ya berusaha! Begitu terus-menerus…

Sydney, 20 Februari 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.