Ketika kebangkitan Tuhan dipertanyakan, siapkah kita untuk menjadi saksiNya?

22 Apr 2019 | Kabar Baik

Kabar Baik yang ditulis Matius hari ini menyatakan bagaimana reaksi para imam besar mengetahui kebangkitan Tuhan tiga hari sesudah Ia wafat.

Pada dasarnya, dalam hati kecil, mereka tentu percaya bahwa Yesus memang benar-benar bangkit. Tapi di sisi lain mereka juga percaya bahwa kalau kabar kebangkitanNya disebarluaskan kepada khalayak, orang-orang pun juga akan percaya! Kepercayaan orang-orang terhadap Yesus akan memicu ketidakpercayaan mereka terhadap Imam Besar.

Kabar palsu

Untuk itulah mereka menggunakan uang dalam jumlah banyak untuk membungkam mulut para serdadu penjaga makam supaya tak mengabarkan kabar sebenarnya.

Mereka dipaksa menyatakan kabar palsu bahwa seolah-olah para murid Yesus-lah yang datang dan mencuri jenasahNya saat para serdadu sedang tidur.

Berita itu lantas menyebar dan Matius yang menuliskan semuanya sekitar enam puluh tahun sesudah kebangkitan Yesus menyatakan bahwa cerita tentang dicurinya jenasah Yesus  masih tersiar hingga saat itu.

Barangkali saat ini, Matius pun geleng-geleng kepala di Surga ketika tahu bahwa dua ribu tahun sesudahnya, kenyataan Tuhan bangkit dari maut tetap saja belum diterima umat manusia seluruhnya!

Hingga kini, mana yang lebih dipercaya?

Coba tanyakan sekelilingmu secara acak, adakah mereka percaya bahwa Yesus yang mati disalib itu bangkit dari mati pada hari ketiga? 

Ada yang percaya bahwa jenasah Yesus dicuri dan disembunyikan para murid untuk menimbulkan kesan bahwa Ia bangkit. Ada yang percaya bahwa Yesus sejatinya tidak pernah mati. Tak sedikit pula yang percaya bahwa Yesus itu sejatinya tokoh legenda yang tak pernah benar-benar hidup dan ada?

Kita tak punya hak melarang mereka untuk tak sependapat dengan kita tentu saja, jadi mari doakan saja.

Ketika aku merenungi Kabar Baik hari ini, tiba-tiba aku membayangkan bagaimana jika suatu waktu nanti, dengan bantuan teknologi yang begitu canggih, manusia bisa mempelajari secara detail masa lalu dan membuat kesimpulan bahwa kebangkitan Yesus memang hanya isapan jempol belaka?

Bagaimana kita akan menanggapinya padahal kita tahu wafat dan kebangkitan Yesus serta kedatanganNya kelak adalah satu kesatuan misteri iman kita?

Tantangan dan iman yang tumbang

Akankah iman tumbang dan kita menyesal karena selama ini kita percaya hal yang lantas terbukti tidak benar? 

Tantangan sebagai orang beriman di jaman yang kian modern ini memang semakin berat. Godaan yang muncul semakin beraneka ragam termasuk hal-hal yang sifatnya menguji kebenaran yang kita percayai itu sendiri.

Dan inilah tantangan sesungguhnya!

Satu hal yang semoga kalian setuju dan semoga hal ini bisa menguatkan kita untuk tetap dan semakin percaya adalah kita perlu mengasihani mereka yang menyangsikan dan terus-menerus mencari bukti bahwa Yesus tidak bangkit dari mati. 

Kenapa? Karena sebenarnya bukti kebangkitan Tuhan seharusnya bisa ditemukan dalam diri dan hidup kita, orang-orang yang percaya kepadaNya. Bagaimana kita menjalani hidup secara baik, membagikan kasih kepada sesama sebagaimana kita mengasihi diri sendiri, disitulah kita diundang dan ditantang untuk senantiasa menjadi saksi bahwa Tuhan bangkit.

Tapi bagaimana kalau kelak suatu saat nanti bahkan orang tak bisa lagi menemukan ada kasih dalam satu diri manusia pun yang konon mempercayaiNya?

Jika hal itu terjadi, pihak yang paling dirugikan sebenarnya adalah manusia sendiri karena hal itu berarti mereka/kita mensia-siakan upaya penyelamatan Tuhan. Bagi Tuhan ya nggak ngaruh karena kebenaran tetaplah bernilai benar meski tak ada satu hati manusia pun yang mempercayaiNya.

Mari berdoa supaya kita tak jatuh dalam percobaan seperti itu?

Sydney, 22 April 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.