Kepo!

5 Okt 2016 | Cetusan

Konon istilah ‘kepo’ berasal dari Bahasa Hokkien yang artinya kurang lebih ‘ingin tahu’.

Benar tidaknya? Aku tidak tahu dan jangan kepo untuk cari tahu asal kata ‘kepo’ karena nggak penting-penting amat untuk hidupmu dan hidupku.

Yang lebih penting, sifat ‘kepo’ itu satu hal lain yang harus dijauhi ketika kalian memutuskan untuk pindah ke Australia.

Di sini (dan sebenarnya dimana saja sih) privacy itu adalah hal yang amat dihormati. Jangankan untuk bertanya hal-hal ‘besar’ semacam , “Agamamu apa?” atau “Eh, kamu tinggal bareng pacarmu? Pacar atau istri? Hah!? Kamu bersuami? Kan kamu cowok!!!” bahkan untuk pertanyaan sepele semacam “Kamu kusut sekali pagi ini, ada yang bisa kubantu?” itu sudah termasuk kepo, you know?

Trus kalau kita kepo di Australia hukumnya apa?
Nggak semua harus dihukum dan dibawa ke pengadilan. Tapi ‘hukuman sosial’ itu kadang jadi guru terbaik supaya kita tak kepo lagi. Di tataran yang paling ringan, kamu cuma disenyumi dengan sinis lalu pertanyaanmu tak terjawab. Di level atasnya lagi dibalas “It’s not your business!” lalu kamu dijauhi…

Aku juga punya pengalaman tak mengenakkan ketika pertama kali datang kemari. Bertanya tentang hal yang biasa kutanyakan saat di Indonesia tapi jawaban yang kuterima ketus bingit.

Emang kamu tanya apa, Don?
Nah, kepo-mu keluar lagi kan?
Mau tau aja atau mau tau banget?
Penasaran? Buruan lihat vlog terbaruku tentang ‘kepo’ di bawah ini atau klik di sini untuk menuju link youtube-nya.

Salam kemal, kepo maksimal!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.