Percaya kepada Tuhan itu butuh energi karena Ia berada di luar daya jangkau ‘duniawi’ manusia, hanya menggunakan batin dan pikiran, kita bisa berenang-renang menggapaiNya.
Sebagian yang merasa ber-energi, terus berenang dan menganggap usaha itu sebagai perjalanan menuju pembuktian iman; satu fase yang tak kalah absurd sebenarnya.
Sebagian lagi yang kelelahan lalu ‘keluar lintasan’ memilih berkoar “Orang gila! Hari gini masih percaya Tuhan?” Padahal mereka tak sadar, bahwa untuk tak percaya sekalipun, tetap dibutuhkan energi meski itu sekadar untuk melawan keberadaanNya.
Perkara mana yang benar mari kita sisakan pada tanda tanya. Atau tunggu saja sampai akhirnya Tuhan benar-benar menampakkan diri secara kasat mata atau akhirnya memang benar-benar tidak ada, suatu kenyataan yang pada akhirnya melebihi segala dogma agama; sesuatu yang selama ini selalu mengatasnamakan diri sebagai jalan terbaik untuk sampai padaNya.
Ngomong-ngomong, adakah kamu masih tetap berenang di lintasan atau sudah kelelahan lalu memilih keluar lintasan?
Tinggalkan Balasan