Kenapa setan bisa tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah?

23 Jan 2020 | Kabar Baik

Suatu ketika, seperti ditulis dalam Kabar BaikNya hari ini, saat ramai orang sedang disembuhkan Yesus, roh-roh jahat yang melihatNya jatuh tersungkur dan berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Tapi Yesus dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

Setan menyebutNya sebagai Anak Allah dilarang. Kenapa?

Kenapa?
Menurutku, kemungkinannya ada dua.

Pertama, karena belum tiba waktuNya. Bayangkan jika Yesus membebaskan setan untuk menyingkap identitasNya waktu itu, bisa jadi Yesus tidak akan pernah sampai ke Yerusalem. Kenapa? Bisa jadi Ia ditangkap duluan lalu disalib saat itu juga. Atau bisa jadi sebaliknya, Ia akan dielu-elukan sebagai mesias yang dijanjikan dan Ia tidak akan pernah punya kesempatan menebus dosa dunia di atas kayu salib.

Kedua, yang hendak kubahas, Yesus tidak menghendaki hanya setan yang mengakui keilahianNya. Seperti yang kutulis beberapa waktu lalu, setan yang dulunya adalah malaikat Allah tentu tahu rencana Bapa untuk menurunkan anakNya ke dunia. Yesus ingin manusia lah yang mengakui diriNya. Pengakuan yang bersumber dari kesadaran setelah melihat apa yang diajarkanNya, mukjizat-mukjizat yang diperlihatkan dan sapaan kasih yang dipraktekanNya kepada manusia-manusia yang ditemui.

Singkatnya, keilahian Yesus tak hanya menjadi syahadat yang kita ucapkan tapi juga jadi kesimpulan dari yang kita rasakan.

Siapakah Dia menurutmu?

Pernah suatu waktu aku ikut retret. Oleh pembawa retret, dalam sebuah sesi, para peserta diajak untuk membayangkan siapakah Yesus menurut versi peserta masing-masing? 

?Jika Yesus datang di sebelahmu saat ini, menurutku siapakah Ia? Dengan apakah kalian akan memanggilNya? Anak Allah? Atau yang lain??

Kami diajak untuk berdiam sejenak, membayangkan. Sekitar 15 menit kemudian, kami disodori kertas dan dibebaskan untuk mengekspresikan pengalaman ?bertemu? Yesus sesuka hati kita.

Setelah hasil dikumpulkan, pembawa retret membuka dan membahas satu per satu. Ajaib! Kupikir gambar dan jawabannya akan sama saja. Yesus sebagai pria berambut panjang dengan pose yang ?itu-itu aja.? Tapi ternyata ada banyak persepsi tentang Yesus dalam diri kami.

Ada yang menampilkan Yesus sebagai sosok bapak dalam rumah dan sedang duduk makan bersama sang ibu dan diri si peserta retret sebagai anak. Ada yang menampilkan Yesus sebagai sosok sopir mobil yang membawa kemana saja diri kita pergi dan masih banyak lagi.

Pengalaman berinteraksi dengan Yesus yang berbeda-beda membuat kita masing-masing pun memiliki persepsi yang tak harus sama tentang diriNya. Sebagaimana hal itu tak bisa dihindari, menurutku tak ada satupun pula dari persepsi itu yang berhak dipersalahkan.

Karena belum tentu orang yang mempersepsikan Yesus secara benar saat ini akan terus mampu membuat persepsi yang sama sepanjang hidupnya. Barangkali seorang tekun ke Gereja tapi suatu saat usahanya bangkrut dan merasa ?dikhianati? Yesus karena dianggap tidak mampu menyelamatkan usahanya padahal dia sudah merasa beribadah. Bagi dia, persepsi tentang Yesus yang semula tampak benar jadi hancur lebur karena kejadian itu.

Belum tentu juga orang yang mempersepsikan Yesus secara salah saat ini akan selamanya salah. Nggak usah jauh-jauh, Rasul Paulus adalah contoh terbaik. Ia yang semula amat membenci Yesus dan mengejar serta represif terhadap para muridNya, pun bertobat. Gambaran Yesus di mata Paulus berubah!

Gambaran dalam hati

Maka, apapun gambaranmu terhadap Yesus, hak kita masing-masing untuk menciptakannya di dalam hati. Jangan bangga kalau persepsi kita terhadapNya sudah benar karena setan pun bisa menyatakan yang benar tentang diriNya yang adalah Anak Allah. Yang paling penting adalah pembuktian dari iman yang kita miliki terhadapNya.

Apa gambaranmu tentang Yesus saat ini? Adakah berbeda dari waktu-waktu silam? Mungkinkah berubah di masa-masa yang akan datang?

Sydney, 23 Januari 2020

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.