Kenapa Maria? Kenapa bukan yang lainnya?

8 Sep 2017 | Kabar Baik

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel yang berarti: Allah menyertai kita.”
(Matius 1:23)

Kenapa Maria dan bukannya Elizabeth atau siapapun wanita yang hidup di masa itu? Kenapa dia yang jadi ibu Yesus?

credit: britannica.com

credit: britannica.com

Arthur Ashe adalah seorang petenis legendaris Amerika Serikat. Tiga gelar grand slam, termasuk Wimbledon, dijuarainya. Malang nasibnya, dari transfusi darah saat menjalani operasi jantung, 1983, Arthur terjangkiti virus mematikan, HIV/AIDS. Pada 6 Februari 1993, ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Salah satu fans Arthur mengiriminya surat terkait dengan sakit yang dideritanya, “Kenapa Tuhan memilihmu untuk penyakit yang ganas ini?”

Jawaban Arthur amatlah menggugah.

Di dunia ini ada lebih dari lima puluh juta anak tertarik bermain tenis. Lima ratus ribu diantaranya akhirnya belajar bermain tenis secara profesional, lima puluh ribu mengikuti turnamen kejuaraan, lima ribu mencapai kejuaraan grand slam, dan hanya lima puluh yang mencapai kejuaraan Wimbledon. Empat yang maju ke seminal dan hanya dua yang sampai ke final. Ketika akhirnya menjuarai turnamen itu, aku tak pernah bertanya, “Kenapa aku, Tuhan?” dan hari ini, di dalam kesakitan yang kurasakan kenapa pula aku harus bertanya, “Kenapa aku, Tuhan?”

Kebahagiaan membuatmu ceria, percobaan membuatmu kuat, kekelaman membuatmu tetap menjadi manusia, kejatuhan membuatmu tetap rendah hati. Kesuksesan membuatmu bersinar tapi kepercayaan dan cara pandang membuatmu terus melangkah!

Kenapa Arthur?
Kenapa kita?
Kenapa mereka?
kenapa aku?
Kenapa kamu?
kenapa dia?
Kenapa Maria?

Semoga di hari lahir Bunda Maria ini kita semakin meneladani tekadnya untuk mengikuti kehendak Tuhan dalam keadaan apapun hingga kapanpun. ?Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.? (Luk 1:38)

Selamat ulang tahun, Bunda! Jika kamu dihadiahi cake ulang tahun oleh Puteramu terkasih, tolong potongkan lalu sisihkan barang secuil dan berikan pada orang tuaku yang tentu juga tak luput kau undang dalam pestamu di surga!

Sydney, 8 September 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.