Kenapa kita tidak boleh takut pada terorisme?

15 Mei 2018 | Kabar Baik

Kejadian teror hari minggu lalu mengagetkan tapi kita diajak untuk tetap tidak takut melawan terorisme!

Namun apa takut itu sejatinya dilarang?
Tidak juga sih! Kita boleh saja takut tapi kita juga bisa melawan rasa takut itu sendiri karena ketakutanlah yang ditawarkan para teroris naas itu!

Tidak takut juga jangan diartikan sebagai lantas berlaku sembrono dan tidak penuh perhitungan karena berani justru muncul karena kita menghitung, karena kita waspada.

Misalnya pihak kepolisian melarang kita untuk mengunjungi suatu tempat, kita harus menurut sebagai wujud kepatuhan bukan ketakutan. Jadi, kalau ada yang berkomentar bahwa pihak Keuskupan Surabaya itu penakut karena membatalkan seluruh rangkaian perayaan ekaristi pada minggu sore yang lalu sesudah kejadian, sudah barang tentu komentar itu salah!

Pihak Keuskupan Surabaya justru menunjukkan sikap ketidaktakutannya dengan percaya pada anjuran kepolisian. Bukankah untuk percaya itu butuh keberanian?

Termasuk percaya pada penyertaan Tuhan pun butuh keberanian.

Kita berani percaya padaNya meski kadang mungkin kita berpikir kalau Tuhan itu menyertai kenapa teroris tetap bisa masuk hingga ke pelataran Gereja lalu meledakkan diri lalu memakan korban dan hal itu mengerikan? Dimanakah Ia? Atau jangan-jangan Tuhan sudah cuek dan tak mau lagi peduli pada kita sehingga domba-dombaNya ini dibiarkan begitu saja?

Eittsss jangan pesimis dulu!

Coba simak Kabar Baik yang ditulis Yohanes hari ini. Sebelum memulai kisah sengsaraNya, Yesus berdoa begitu intim dengan BapaNya. Dalam salah satu penggalan doa itu Yesus menitipkan kita pada penyelenggaraan ilahi Bapa.

Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita (Yohanes 17:11)

Betapa hati kita diteguhkan olehNya!
Kita ini ada dalam pemeliharanNya, Kawan-kawan! Karena Allah itu Maha Besar dan Maha Kuasa maka tak ada satupun? sekali lagi, tak ada satupun dari menit hidup kita yang lepas dari pemeliharaanNya! Kita diperhatikan sejak lahir hingga mati! Bahkan ketika mati, tanganNya siap merengkuh kita untuk pulang kembali ke hadiratNya, bahagia selamanya!

Tapi tetap saja mati, Don!?
Iya! Adakah yang tidak mati? Apakah kamu pikir kamu yang berada di tempat yang kamu nilai aman pun tidak bisa mati?

Perkara mati bisa dimana saja, kapan saja? Bisa di tempat tidur rumah sakit, di jalan raya, di udara, di kantor, di gereja bahkan Tuhan kita sendiri pun mati di Golgota!

Ketidaktakutan kita, sebagai umat beriman, terhadap teroris harus dibangun di atas landasan ini; bahwa Tuhan Yesus sudah menjaminkan hidup kita seluruh dan seutuhnya kepada Allah!

Maka marilah kita melanjutkan hidup dengan berbahagia!

Hilangkan syak wasangka terhadap sesama meski tetap harus waspada!

Jangan takut ke gereja! Jangan takut beraktivitas!

Jangan takut untuk terus-menerus menebarkan kasih kepada sesama!

Di dalam nama Yesus yang penuh kuasa, kita diberi otoritas untuk memilih kasih daripada ketakutan, cinta daripada dendam!

Sydney, 15 Mei 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.