Kenapa ?Jangan Takut? dituliskan berulang-ulang di Kitab Suci?

15 Jul 2018 | Kabar Baik

Aku tak pernah menghitung tapi konon dalam seluruh Alkitab ada 365 kali frase ?Jangan takut? dituliskan. Ada yang menghubungkan jumlah angka itu dengan jumlah hari dalam setahun dan artinya kita memang tak boleh takut sepanjang waktu.

Aku tak tertarik pada angkanya.
Yang lebih menarik adalah kenapa frase itu, ?Jangan takut?, diucapkan berulang kali? Kenapa tak sekali saja? Termasuk hari ini, Yesus mengajak kita supaya jangan takut terhadap mereka, orang-orang yang menyerahkan kita (lih. Mat 10:26).

Kenapa ya? Jangan-jangan mereka itu memang menakutkan?

Waktu kecil dulu, sekitar tiga tahun aku dan Mama hidup terpisah dari Papa. Aku dan Mama tinggal di Klaten sementara Papa tinggal di Kebumen untuk bekerja. Seminggu sekali kalau nggak Papa yang ke Klaten ya kami yang pergi ke Kebumen.

Di Kebumen, Papa tinggal indekost di sebuah rumah besar. Yang menarik dan kuingat adalah Bu Kost pengelolanya memelihara anjing herder besar dan galak. Saking galaknya, di pagar yang membatasi antara rumahnya dengan pavilun yang disewakan untuk kost digantungkan sebuah plakat bertulis, ?Awas Anjing Galak!?

Awalnya aku takut tapi Papa dan Bu Kost selalu bilang, ?Jangan takut!?

Keberanianku muncul. Aku tak takut lagi dengan anjing tersebut. Tapi mungkin karena sudah merasa sok berani, aku jadi hilang waspada dan cenderung ngegampangin. Suatu sore, aku coba-coba menghampiri anjing itu. Hingga sekitar 3 meter jaraknya dari pagar, aku baru sadar ternyata pagar sedang tak terkunci. Anjing menyalak dan berlari ke arahku dan aku tak sempat lagi untuk berbalik arah.

Aku teriak minta tolong dan menangis sambil jongkok tak berdaya.

Beruntung salah satu pembantu Bu Kost melihatku. Ia segera menarik rantai anjing lalu membawanya kembali ke balik pagar. Aku ketakutan.

Ketika ada yang berkata, ?Jangan takut!? itu bukan berarti bahwa obyek itu tidak menakutkan. Bukan pula berarti kita harus sok berani serta kurang waspada.

Aku memang tak perlu takut terhadap anjing galak itu selama gerbang terkunci atau selama ada orang lain yang bisa melindungiku jika anjing itu tiba-tiba menyerang.

Demikian juga ketika Yesus berulang kali berkata, ?Jangan takut!? Hal itu bukan berarti kita jadi lepas waspada dan merasa sok berani. ?Jangan takut? adalah pesan bahwa selama kita mengandalkan dan bersama Dia, kita aman.

Sebaliknya, ketika tak menjauh dan tak mengandalkanNya, seberani apapun kita, ketika diserang kita adalah manusia lemah yang tak berdaya.

Jadi? Jangan takut!
Tapi juga jangan sok berani apalagi hilang waspada. Berserah kepada Tuhan maka Ia akan melindungi, disitulah iman kita diletakkan.

Sydney, 15 Juli 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.