Kenapa Ia memilih datang seperti pencuri?

25 Okt 2017 | Kabar Baik

Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.” (Luk?12:39-40)

Tak tahu dengan kalian, tapi kadang aku bertanya dalam hati kalau Tuhan itu mengasihi umatNya kenapa Ia datang seperti pencuri? Kenapa tak baik-baik berkabar bahwa Ia akan datang pada hari h, jam j dan detik d?

Bukankah sebagai juru selamat, Ia tentu akan lebih happy jika yang diselamatkan itu lebih banyak ketimbang datang seperti pencuri dan orang-orang tak siap lalu akhirnya banyak yang tak terselamatkan?

Ada yang mencoba menjelaskan sekaligus menenangkan tentang persoalan di atas dengan berkata bahwa itulah tanda Anak Manusia (Yesus) tak tahu rencana BapaNya. Ada pula yang mencoba meyakinkan bahwa sebenarnya jika kita mau peka kita tahu kapan Ia akan datang. Tapi kepekaan seperti apa? Kepekaan spiritual yang dibuat-buat?

Lantas mana yang benar aku tak tahu! Aku bukanlah Yesus dan Yesus bukan aku.

Tapi tak ada hal yang lebih baik selain melakukan kebenaran yang diajarkanNya. Hal tersebut seperti yang selalu kita serukan dalam Aklamasi Anamnesis Doa Syukur Agung pada perayaan ekaristi yang kita ikuti.

? Datanglah umatMu menanti, penuh iman dan harapan.

Jadi, penuhilah hidup dengan iman dan harapan. Mengasihi Allah dan sesama dalam pengharapan kasihNya tanpa henti sehingga kita tak punya waktu lagi untuk bertanya kapan ?waktunya tiba? karena ketika saat itu benar-benar tiba yang kita tahu adalah kita berhenti melakukan semuanya…

Sydney, 25 Oktober 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.