Kenapa harus patah arang hanya gara-gara baksos Gereja dilarang?

2 Feb 2018 | Kabar Baik

Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
(Luk?2:30-31)

Acara bakti sosial yang sedianya akan diadakan oleh Gereja Santo Paulus Pringgolayan, Bantul terpaksa dibatalkan karena tekanan sekelompok orang dan organisasi masyarakat. (Simak di sini beritanya)

Suara-suara penuh nada kekecewaan bermunculan apalagi ketika pihak penguasa setempat menyerukan supaya acara baksos tidak usah mengatasnamakan gereja?

Kecewa boleh tapi jangan melampiaskan kekecewaan itu pada hal-hal yang kontraproduktif. Ada kawan yang kecewa dan merasa harus semakin menjauhkan diri dengan para pemeluk agama lain. Ada pula yang mulai berpikir untuk tak perlu lagi bantu kaum selain Katolik? bahkan ada yang lantas merasa muak terhadap agama seolah semua agama itu sama?

Apa yang dituturkan Simeon pada Kabar Baik hari ini sungguh membuatku menemukan keselarasan dengan peristiwa itu.

Hari ini Simeon mengalami pemenuhan janji dariNya. Sebelum mati, Ia dipertemukan dengan Yesus bersama Yusuf dan Maria. Dengan penuh percaya diri, Simeon bilang bahwa ia telah melihat keselamatan yang datang dari Allah yang telah disediakan di hadapan bangsa-bangsa.

Yesus adalah keselamatan tak hanya bagi Simeon, tak pula hanya bagi kita tapi juga bagi seluruh bangsa tanpa terkecuali.

Jika kita memang benar-benar percaya akan hal tersebut di atas seperti halnya Simeon yang percaya, sejatinya kekecewaan-kekecewaan seperti di atas tak perlu ada atau setidaknya jika sudah terlanjur ada sebaiknya disudahi saja.

Manusia, terutama penguasa harus dihormati tapi mereka bukanlah sumber keselamatan yang kita pandang dengan menggunakan mata hati. Jadi ketika kita kecewa? harusnya ya biasa-biasa saja. Pemimpin yang tidak pernah mengecewakan sama sekali justru harus diwaspadai karena barangkali ia bukan manusia atau kita yang jadi ?buta? karena terlalu mengelu-elukannya.

Tak perlu juga menjauhi para penganut agama lain. Mengacu pada apa yang dikatakan Simeon, Yesus adalah keselamatan yang disediakan bagi seluruh bangsa. Jika kita menutup diri, kita tak memberikan kesaksian yang baik terhadap Keselamatan itu sendiri? Kalau kesaksian yang kita berikan tak lagi baik, bagaimana berharap mereka memandang Keselamatan itu kalau kita dan perilaku kita yang mengaku sebagai muridNya pun? ?tak enak dipandang??

Tentang pemikiran untuk berhenti memberikan bantuan pada saudara-saudara yang non-Katolik? Aduh kalau sampai ini terjadi sungguh keterlaluan! Mana pernah Yesus mengajari kita untuk berbuat baik hanya pada yang sama imannya saja? Ia mewariskan tugas untuk kita mengasihi sesama seperti diri ini mengasihi diri sendiri.

Siapakah sesama itu? Semua. Tak hanya yang sama agamanya, sama bangsanya, sama negaranya? tapi sama-sama manusia.

Dan yang terakhir, tentang kemuakan terhadap agama? Agama memang tak menyelamatkan tapi katakanlah kamu muak terhadapnya, hanya gara-gara peristiwa seperti ini lantas membuatmu tak lagi peduli pada agama? Betapa mudah goyahnya imanmu?

Tetaplah fokus dalam iman dan percaya kita. Sebab yang ada di depan mata kita bukanlah keselamatan dunia, bukan keselamatan fana.. Ia adalah Yesus Kristus, Keselamatan yang datang daripada Allah sendiri!

Sydney, 2 Februari 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.