Kenapa bangga jadi Katolik?

11 Sep 2018 | Kabar Baik

Para murid ?memperingatkan? Yesus dengan berkata, “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” (lih. Yoh 6:60)

Dan sejak saat itu banyak dari antara para murid meninggalkanNya. (lih. Yoh 6:66)

Apa pasalnya?
Karena Yesus mengungkap hal yang tidak dapat diterima orang-orang kala itu. Ia bicara tentang Roti Hidup, tentang bagaimana syarat memiliki hidup yaitu dengan makan daging dan darah Anak Manusia yang adalah diriNya sendiri.

Suatu waktu aku pernah menulis status di Facebook begini, ?Proud to be Catholic!?

Tapi tak seberapa lama kemudian aku berniat untuk menghapusnya karena tiba-tiba kepikiran, ?Apa yang perlu dibanggakan untuk menjadi seorang Katolik??

Dalam proses berpikir, aku memang terbiasa untuk membuat perbantahan antar sisi-batinku sendiri tentang statement-statement yang kukeluarkan baik kutulis dan kubicarakan.? Kenapa? Aku percaya dengan mendebat sendiri pendapat-pendapatku, maka yang kukeluarkan adalah yang terbaik.

?Apa bangganya jadi orang Katolik? Apakah lantas mereka yang keluar atau tak menganut Katolik jadi tak memiliki kebanggaan?? demikian seru batinku bertanya.

Menjadi Katolik itu membanggakan karena kita diberi kesempatan untuk mengenal Yesus, Putra Allah dengan sangat intim. Keintimannya hadir dalam santapan tubuh dan darahNya yang kita terima setiap perayaan ekaristi.

Hal ini senada dengan apa yang dikatakan Yesus dalam perikop Kabar Baik hari ini, ?Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” (lih. 6:65)

Masih dalam mendebat statementku sendiri, sisi batinku yang sebelah mempertanyakan, ?OK, berarti kamu sudah dapat karunia, kamu diberi hak untuk makan dan minum Tubuh serta DarahNya. Tapi lalu??

Aku terdiam!
Ibaratnya aku anak konglomerat, aku diberi segalanya; rumah mewah, mobil mewah tapi apakah semuanya harus berhenti di situ? Apakah semuanya harus berhenti dengan ?menikmati?? dan adakah semua yang tersedia hanya bisa untuk ?dinikmati? saja?

Tidak!
Menikmati itu hak tapi karena kita ini masih hidup di bumi manusia dan kita tak sendiri, karunia yang diberikan Bapa haruslah kita bagikan kepada sesama!

Wujudnya? Kasih!
Di titik simpul ini, akhirnya aku menemukan alasan kenapa aku harus bangga menjadi seorang Katolik!

Kenapa? tanya batinku yang seolah tak berhenti membombardirku dengan pertanyaan.

Karena menjadi Katolik itu adalah karunia Allah! Bukan hanya untuk menyantap tubuh dan darahNya, bukan hanya untuk mengenalNya tapi juga untuk bermakna dan mencinta bagi sesama semata-mata karena kita telah lebih dulu dikaruniai kasih olehNya!

Aku lantas memutuskan untuk tak menghapus status itu karena aku memang bangga sekali menjadi seorang Katolik.?

Kalian?

Sydney, 11 September 2018

Jangan lupa isi?Survey Kabar Baik 2018. Hasil isian kalian dalam survey tersebut sangat mempengaruhi bagaimana pola tulisan dan distribusi renungan Kabar Baik ini akan berkelanjutan.?Klik di sini?untuk informasi selengkapnya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.