KelegaanNya

12 Des 2018 | Cetusan, Kabar Baik

Hari ini Tuhan Yesus berkata, ?Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.? (lih. Mat 11:28)

Apakah arti kelegaan yang diberikan?

Kelegaan bukan berhenti

Ketika pertama kali membaca Kabar Baik ini beberapa tahun silam aku berpikir kelegaan berarti istirahat. Aku membayangkan kita adalah peserta lomba lari marathon dan Tuhan adalah ?tempat peristirahatan? di pertengahan lomba yang menyediakan areal full ac untuk pijat dan minum minuman serta makan makanan gratis. Jadi kita berhenti sesaat lalu setelah semua terasa lebih ?lega? kita kembali ke perlombaan.

Begitukah?
Bagiku tidak! KelegaanNya bukan ?tempat istirahat? seperti yang kulukis di atas karena kalau demikian maka saat kita kembali dalam lomba maka Tuhan tak lagi bersama? Kelegaan adalah jalan terus!

Kelegaan tak terbatas pada materi

Apakah kelegaan yang ditawarkan bisa jadi materi dan uang? Misalnya kita terbeban berat dalam membayar biaya hidup lalu Tuhan menawarkan materi melalui hambaNya atau pekerjaan dan bisnis kita?

Bisa jadi! Tapi kelegaan tak bisa dibatasi hanya pada materi saja. Artinya bisa jadi kelegaan yang ditawarkan Tuhan bukan materi, bukan kekayaan karena menurutNya hal itu tak kan membuat kita lega.

Jadi, ketika hidup terasa berat dan kita kok nggak kunjung kaya dan kamu tetap tenang dan beriman, bersyukurlah karena kamu sedang mengimani bahwa Tuhanmu lebih besar dari kekayaan yang kamu nanti-nantikan. Maka carilah nikmat yang Ia berikan dalam wujud yang barangkali tak pernah kamu sadari sebelumnya tapi sudah ada di sekitarmu.

Kelegaan adalah kemerdekaan

Lalu kalau bukan pemberhentian, bukan pula sebatas materi? Apakah kelegaan itu?

Kelegaan adalah kemerdekaan kita untuk melanjutkan hidup dengan segala beban dan kelesuan yang harus kita tanggung. 

Kita harus merdeka dalam menjalani hidup sebagaimana dulu Yesus dengan merdeka memutuskan untuk memanggul salib hingga wafat di Golgota. Merdeka adalah keleluasaan untuk memilih secara sadar bahwa hidup ini tetap harus dilalui dengan penuh sukacita selesu apapun, seberat apapun.

Kelegaan adalah jaminan

Ketika kita terbelit hutang dan tak punya uang untuk membayar lalu tiba-tiba ada yang memberikan jaminan maka kita merasa lega, bukan?

Demikian jugalah kita. Hidup kita ini sudah dijamin olehNya melalui pengorbanan di kayu salib. Jadi kelegaan adalah upaya untuk melanjutkan hidup dengan segenap beban dan kelesuan dengan penuh setia karena di ujung nanti,  satu tempat untuk kita telah dijamin ada di dalam surgaNya yang benar-benar lapang dan melegakan.

Selamat pagi! Tetap semangat! Semoga kita semua selalu lega!

Sydney, 12 Desember 2018

Jangan lupa isi Survey Kabar Baik 2018. Hasil isian kalian dalam survey tersebut sangat mempengaruhi bagaimana pola tulisan dan distribusi renungan Kabar Baik ini akan berkelanjutan. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.