Kehidupan kekal bukan barang gratisan!

22 Mar 2018 | Kabar Baik

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” (Yohanes 8:51)

Yesus membuat kematian menjadi sesuatu yang tak perlu kita takuti. Melalui pengorbananNya di kayu salib, kematian diubah menjadi cara ?elegan.? Justru kematian mendatangkan harapan untuk hidup kekal.

Tapi siapa yang layak mendapatkan harapan itu? Tentu mereka atau semoga kita yang mau menuruti firmanNya! Wah, kok bersyarat? Yup! Kehidupan kekal bukanlah barang graxtisan!

Jadi, marilah kita dalam masa Pra Paskah ini semakin mendalami firmanNya. Menuruti itu tak bisa dimulai kalau tidak mengenalNya dan mengenalNya tidak bisa terjadi kalau kita tak memberi kesempatan untukNya? memperkenalkan diri dalam hidup.

Memberi kesempatan padaNya untuk memperkenalkan diri bisa diartikan sebagai proses perendahan hati, membuka mata dan telinga hati atas hal-hal yang terjadi di sekeliling kita. Adakah semua yang terjadi memiliki makna dan pesan atau memang hal logis yang terjadi begitu saja? Memaklumkan dan mensyukuri bahwa semua hal baik yang terjadi adalah karena campur tangan Tuhan merupakan salah satu wujud untuk memberi kesempatan bagiNya masuk dalam hidup kita!

Lalu bagaimana bisa tahu bahwa kita telah menuruti firmanNya atau belum?

Tak ada seorang pun yang tahu. Tak juga diri ini. Penilainya adalah Allah sendiri. Jadi, kalau kalian merasa sudah menuruti firmanNya, hati-hati karena bisa jadi kalian sombong. Rasa sombong memudahkan Iblis untuk membuat kita jatuh.

Sebaliknya, jika kita merasa belum menuruti firmanNya, hati-hati pula! Waktu untuk membuktikan bahwa kita menuruti adalah waktu yang terbatas dan kita tidak pernah tahu kapan habisnya.

Jangan pula berkecil hati karena kita merasa belum menuruti karena kuasa jahat kadang menggunakan rasa ?kekecilan? kita untuk membuat enggan menjadi besar dan maju.

Selebihnya adalah bergerak maju, tetaplah lurus hingga garis akhir.

Bagaimana kalau kita sudah merasa menuruti firmanNya tapi setelah mati kita tak mendapatkan kehidupan abadi? Aku memilih untuk tak berandai-andai. Karena imanku bukan iman pengandaian. Imanku adalah iman pembuktian dan sudah cukup banyak bukti dalam hidup dimana Allah pegang kendali. Jadi? Mari kita lanjutkan saja?

Sydney, 22 Maret 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.