Kebangkitan Yesus hanya akan jadi legenda jika?

1 Apr 2018 | Kabar Baik

Dulu Papa mengirimku ikut kursus bulutangkis setiap minggu pagi.?Dari jam 9 pagi sampai jam 1 siang aku diharuskan ?namplek? bersama puluhan anak-anak lain yang punya mimpi atau setidaknya punya orang tua yang bermimpi sama bahwa suatu waktu kami akan jadi pebulutangkis hebat.

Padahal sejatinya aku lebih suka nonton siaran pertandingan bulutangkis ketimbang memainkannya. Olahraga ini terlalu berat, nggak ada santai-santainya, pikirku.?Tapi dengan alasan apapun, Papa tetap memaksaku pokoknya harus kursus!

Hal yang tak bisa kulupakan terkait dengan kursus bulutangkis adalah saat aku nonton final bulutangkis single putra Olimpiade Barcelona, 1992 Alan Budikusuma melawan Ardi B. Wiranata.

Sepanjang pertandingan, Papa tak berhenti untuk berkomentar dan menasihatiku. Lalu ketika Alan keluar sebagai juara, komentarnya adalah yang paling kuingat hingga sekarang, ?Alan menang, Le! Kamu harus lebih semangat lagi untuk kursus bulutangkis! Kamu pasti bisa seperti dia! Ayo!?

***

Hari ini Yesus bangkit dari alam maut!?Ibarat bulutangkis, Ia menang, Ia juara!

Tapi lantas kenapa??Apa pengaruhnya dengan kita?

Kebangkitan Yesus dari mati hanya akan menjadi legenda usang jika tak kita aktualisasikan dalam hidup kita sehari-hari.

Aktualisasi juga tak cukup hanya dengan datang ke gereja berpakaian batik atau bergaun bagus, berdandan cakep lalu ber-selfie dan lekas-lekas mengunggah di social media. Tak pula sekadar mem-broadcast pesan ?Selamat Paskah? beraneka-rupa via WA.

Paskah harus dihayati seperti cara Papaku ?menghubungkan? kemenangan Alan Budikusuma dengan kursus bulutangkis yang kuikuti; menghubungkan kebangkitan Kristus dengan kebangkitan hidup kita.

Bangkit?
Ya! Bangkit dari cara hidup lama yang bergelimang dosa menuju hidup baru yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Dari hidup yang tak jelas tujuannya menjadi yang terarah pada pelayanan kepada sesama melalui perbuatan dan tak hanya kata!

Sebelum mengakhiri tulisan ini baiklah kulanjutkan sedikit cerita tentang Papa dan kursus bulutangkisku.

Pada kenyataannya aku tetap tak bisa bermain bulutangkis. Namun demikian, aku tak enak untuk keluar dari kursus meski celah untuk berhenti datang juga saat aku memutuskan merantau berstudi ke SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

Di hari terakhir sebelum pindah ke Jogja, pesan Papa begini, ?Cari sekolah bulutangkis lalu lanjutkan namplekmu di sana, Le!?

Selamat Paskah teman-teman!?Selamat Paskah Papa dan Mamaku yang keduanya kini kuyakin telah berbahagia di Surga bersama Kurban Paskah Abadi, Yesus Kristus!

Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya.
(Matius 28:6)

 

Sydney, 1 April 2018

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Amin! Thank you buat penjelasannya bahwa kematian dan kebangkitan Yesus tdk hanya ?cerita? tetapi dpt kita aktualitaskan di kehidupan kita di dunia ini :)

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.