Kebangkitan dan awal perutusan

25 Apr 2019 | Kabar Baik

Ketika kedua murid pulang dari Emaus dan menjumpai murid yang lain, mereka menceritakan perjumpaannya dengan Tuhan. Pada saat sedang asyik bercerita, Yesus menampakkan diri kembali kepada mereka.

Dalam kesempatan yang membahagiakan itu, Yesus lantas menjelaskan tentang isi kitab kepada para murid.

Pertama,  tentang kebangkitan.

“Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, (lih. Lukas 24:46)

Kedua, tentang perutusan.

??dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.? (lih. Lukas 24:47-48)

Kebangkitan

Kenapa Yesus mengemukakan isi kitab suci tentang kebangkitan?

Menurutku hal itu untuk membangun rasa percaya diri para murid. Pada saat itu mereka belum pulih benar dari rasa kehilangan Sang Guru. Mereka juga masih ketakutan karena dikejar-kejar orang-orang bayaran Imam Besar dan prajurit Romawi dan ada sebagian dari mereka yang masih belum sepenuhnya yakin akan berita kebangkitan Tuhan. 

Perutusan

Sementara itu yang kedua, perutusan, menjadi penanda bahwa kebangkitan (dan nantinya kenaikan) Tuhan ke surga bukanlah akhir dari penebusan dan karya penyelamatanNya.

Justru hal tersebut menjadi titik awal penyebaran Kabar Baik dan kesaksian bahwa kita diajak untuk bertobat karena Tuhan menjanjikan pengampunan dosa.

John Kei

Beberapa waktu lalu melalui kanal Youtube aku menyaksikan acara Kick Andy yang mengetengahkan bintang tamu, John Kei.

Seperti kita ketahui bersama, John Kei, dulunya adalah seorang preman terkemuka di ibukota Jakarta. Ia terjerat kasus pembunuhan dan hal itu membuatnya mendekam di penjara di Pulau Nusakambangan sana.

Yang terjadi di sana, John Kei bertobat.

Ia membangun kembali hidup yang lebih baik di dalam firman Tuhan. Tak hanya itu, ia juga melakukan pelayanan kepada para narapidana yang lainnya melalui pengajaran firman.

Ada satu momentum menarik dalam wawancara itu yaitu ketika Andy F. Noya, sang pembawa acara bertanya kepada John, ?Bung John, berapa orang yang sudah Bung bunuh selama ini?? John Kei menjawab taktis, ?Lebih dari satu??

Aku menerawang?

Bukan membayangkan kesadisannya. Aku terpana membayangkan sosok Bapa Di Surga. Betapa eloknya Dia yang merelakan Anaknya yang sulung nan tunggal, Yesus Kristus turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa melalui penderitaan dan berujung pada kematian.

Menghadirkan sosok Yesus yang dipukuli, dihina, pakaiannya diundi, dipaku? sangat mengenaskan namun sekaligus mulia karena semua itu dilakukan untuk menjadi jaminan terhadap dosa-dosa manusia seperti kita dan seperti John Kei.

Bagiku, John Kei sudah menjadi pribadi yang tak hanya bertobat tapi juga bersaksi atas kebaikan Tuhan di dalam dirinya.

Tapi mungkin ada yang bertanya, ?Ah, jangan-jangan itu adalah pertobatan bohong-bohongan supaya lekas keluar dari penjara! Nanti kalau sudah bebas ya kambuh lagi!?

Bohong atau tidak bohong, kambuh atau tidak kambuh itu adalah urusan John dengan Tuhan nantinya. Satu hal yang pasti, pertobatan adalah proses sepanjang hidup yang baru akan berakhir ketika hidup kita diakhiri di muka bumi.

Setuju?
Setuju-tak setuju kita diutus menjadi saksi!

Sydney, 25 April 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.