Kaum bumi datar. Itukah kamu?

2 Nov 2017 | Cetusan

Istilah ?kaum bumi datar? awalnya muncul untuk menandai mereka/kami yang percaya bahwa bumi itu tidak bulat tapi datar.

Tapi kini, sepertinya istilah tersebut mengalami perluasan makna. Tak lagi melulu digunakan untuk menandai mereka/kami yang memiliki pandangan berbeda tentang bentuk bumi tapi juga digunakan untuk menandai mereka yang tak setuju dengan arus politik yang dianut pemerintah yang sedang berkuasa sekarang ini terlepas dari apa pandangan mereka terhadap bentuk bumi yang sesungguhnya.

Bagiku, perluasan makna sebenarnya tak berhenti di situ. ?Kaum bumi datar? kuanggap layak disematkan kepada mereka yang hanya bisa memandang orang lain dari satu sisi. Jadi misalnya pandangan kita terhadap si A. Karena dia bertentangan dengan kepentingan kita maka semua sisi dari diri A pastilah buruk. Sebaliknya si B, karena ia sesuku dan seagama maka kita anggap semua sisi diri B adalah baik adanya.

Padahal, menurut Sir Paul McCartney dalam lagunya Ebony and Ivory yang hits di awal 80an, dalam diri tiap manusia itu ada sisi baik dan buruknya. Dan hey, bukankah memang demikian adanya?

Sebesar apapun ketidaksukaanmu terhadap Prabowo Subianto, ia adalah seorang penyayang dan pemerhati binatang, khususnya kuda.

Sebenci-bencinya kamu terhadap Jokowi, ia akan tertulis dalam sejarah sebagai presiden Republik Indonesia yang ke-7.

Sepahit-pahitnya kamu mendengar kata Jonru, ia dulu pernah menerima penghargaan Internet Sehat Blog Award!

Seskeptis-skeptisnya kamu terhadap Denny Siregar, ia penulis yang piawai dan penikmat kopi? sepertinya!

Seanti-antinya kamu terhadap Ahok, ia adalah gubernur yang pernah memberangkatkan begitu banyak marbut untuk pergi umroh ke Tanah Suci.

Se-zonk-zonk-nya kamu terhadap Fadli Zon, dia adalah seorang pustakawan brilian. Perpustakaan besarnya memiliki lebih dari 40 ribu koleksi dan kita serta kalian diperbolehkan menikmati perpustakaan tersebut secara cuma-cuma meski seperti yang tertulis dalam situs webnya sekarang sedang tidak bisa menerima tamu karena sedang stock opname.

Seapatis-apatisnya kamu terhadap Anies Baswedan, ia dulu adalah seorang juru kampanye ampuh bagi Jokowi-JK di tahun 2014.

Segemes-gemesnya kamu terhadap Sandiaga Uno, ia adalah seorang yang begitu getol mengkampanyekan pola hidup sehat dan sstt? kalian tahu kan dia dulu pernah jadi cover majalah HAI?

Segeram-geramnya kamu pada Ahmad Dhani, siapa sih anak 90an yang tak pernah terpikat pada lagu-lagunya yang dibawakan baik bersama band DEWA19 ataupun proyek ?solo karirnya? Ahmad Band?

Berilah perspektif, ruang dan jarak untuk menilai seseorang. Jangan membabi buta. Jangan jadi ?kaum bumi datar? ketika menilai seseorang karena bisa-bisa peluangmu untuk gampang kecewa serta gampang suka pada satu sosok sangat besar dan bukankah itu membahayakan?

Dan?. serajin-rajinku menuliskan renungan Kabar Baik di blog ini tanpa henti, sadarkah kamu bahwa aku tetaplah seorang pendosa besar? Jadi bersiaplah untuk kecewa atau setidaknya jangan mudah jatuh cinta terhadap sosok yang kutampilkan dalam blog ini?

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.