Karena setan pun tahu dan tak malu mengakui Kebenaran?

21 Sep 2018 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini menurutku adalah satu dari yang paling unik. Lukas, seorang penulis yang begitu naratif dalam bercerita, mengambil fragmen tentang bagaimana Setan yang keluar dari banyak orang yang disembuhkan mengatakan ini kepada Yesus, ?Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” (Lukas 4:34)

Ya!
Setan pun tahu dan nggak malu-malu mengakui kebenaran bahwa Yesus itu adalah Yang Kudus dari Allah! Dari sini, maklumlah kalau kita ini terkadang sulit menerima dan mengakui keilahian Yesus. Kenapa? Karena Setan yang tahu siapa Yesus tentu tak ingin kehilangan pengikut! Ia tak ingin kita tahu apalagi mengimani Yesus, kita dibuat seolah-olah jadi bingung untuk mantap mengimani Yesus atau tidak.

Dalam kehidupan sehari-hari, terutama akhir-akhir ini, Kabar Baik di atas bisa kita jadikan landasan merenung tentang sejauh apa kita tahu dan mau mengakui sebuah kebenaran?

Pilpres 2019 sebentar lagi dan hari Minggu ini, 23 September 2018, masa kampanye panjang resmi digelar. Sebagai warga negara, kita patut mensyukuri Pilpres sebagai ajang untuk menentukan siapa pemimpin terbaik yang layak memimpin Indonesia. Tapi terkadang melihat perangai warga terutama yang aktif berinternet, netizen, dalam menyikapi pilpres membuat kita mengelus dada.

Masing-masing pasangan calon bukanlah pasangan yang sempurna. Mereka manusia juga, ada lebih, ada kurangnya. Ada baik dan kebenaran yang dijunjung, ada juga salahnya. Tapi banyak yang membabi buta dalam membela dan memperjuangkan pasangan pilihannya. Mereka seolah tak mau tahu apakah pihak sebelah punya kebaikan dan menunjung kebenaran atau tidak! Bahkan untuk memperkuat usaha penjatuhannya itu, kebaikan dan barangkali kebenaran yang sebenarnya mereka lihat dan ketahui, ditutup diramu lalu disebarluaskan dalam wujud hoax alias berita palsu!

Di sisi lain, ada juga orang yang memilih golput. Bagiku, golput itu nggak bener juga! Golput dalam asumsiku adalah tanda bahwa seseorang tidak mau tahu apakah pasangan-pasangan yang ada mengusung kebenaran atau tidak!

Mari kita memandang Pilpres 2019 dengan arif dan bijaksana. Luangkan waktu untuk mencermati dan merenungi dalam-dalam, pasangan mana yang menurut kalian paling banyak membawa kebaikan dan kebenaran dan mana yang tidak.?

Jangan malu mengakui kesalahan pasangan pilihan dan jangan ragu pula untuk mengakui kebaikan maupun kebenaran yang diusung pasangan lain. Sebagai orang beriman, kalau sikapmu malu-malu seperti itu, malu-maluin namanya karena setan pun sejatinya tahu dan mengakui kebenaran, masa kita tidak?

Novotel Jogja, 21 September 2018

Jangan lupa isi?Survey Kabar Baik 2018. Hasil isian kalian dalam survey tersebut sangat mempengaruhi bagaimana pola tulisan dan distribusi renungan Kabar Baik ini akan berkelanjutan.?Klik di sini?untuk informasi selengkapnya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.